Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Cinta besar dari kakak beradik


__ADS_3

“Kak Aron, kamu benar-benar sudah membunuh Damo?”


Aila bertanya dengan kaget.


“Tentu saja, lantas kamu tidak percaya pada kekuatanku?”


Aron berkata sambil tersenyum bercanda.


“Percaya, saya terlalu percaya.” Aila melompat kegirangan : “Kak Aron, kamu sangat hebat, saya sangat mencintaimu…”


Sambil berkata, Aila memberikan sebuah ciuman keras di pipi Aron, dan membuat Aron sedikit canggung.


Bella juga sangat senang, ke depannya dia tidak perlu mengkhawatirkan hari di mana Istana Lotus Merah akan diserang oleh Istana Hewan Surgawi lagi.


“Kakak, Kak Aron sudah membantu Istana Lotus Merah menyingkirkan masalah besar, kamu masih tidak mau berterima kasih pada Kak Aron, cepat tunjukkan!”


Aila berkata pada Bella.


“Bagaimana menunjukkannya?”


Bella tercengang.


“Tentu saja mencium Kak Aron, balas dia dengan sebuah ciuman manis…”


Aila berkata sambil terkekeh.


Wajah Bella memerah setelah mendengarnya.


Aron juga tampak sangat canggung, lalu segera berkata : “Sekarang sudah tidak ada masalah lagi, saya juga sudah harus pergi…”


“Tuan Aron, sekarang hari sudah terlalu malam, bagaimana kalau kamu menginap satu malam dulu…”

__ADS_1


Bella berkata dengan wajah memerah dan suara pelan pada Aron.


Aron melihat langit dan memang sudah malam, jadi dia menganggukkan kepalanya dan setuju untuk pergi besok.


Di malam hari, Bella yang memasak secara pribadi dan menghidangkan satu meja penuh hidangan lezat untuk Aron.


Saat makan, Aron dapat melihat bahwa Aila dan Bella tidak berharap dia pergi.


Namun Aron tahu, banyak hal yang sedang menunggu untuk ditangani olehnya, dia harus bergerak cepat.


“Kak Aron, setelah kamu pergi apakah kamu benar-benar akan kembali lagi?”


Aila bertanya dengan sedikit sedih pada Aron.


“Tentu saja benar, saya belum menemukan rahasia di dalam gua, tentu saya akan kembali, jangan khawatir…”


Aron berkata sambil tersenyum tipis.


Bella menatap Aron dengan tatapan penuh kasih sayang.


Aron melirik Bella dan segera menundukkan kepalanya untuk makan, dia tidak tahu harus berkata apa.


Sekarang Nuri masih menderita, Aron tidak tega memikirkan hal lainnya.


Dia tidak boleh melakukan hal yang bersalah kepada Nuri di saat seperti ini.


Sedangan Lina, itu hanya karena Nuri berusaha keras menjodohkannya dan Aron juga menyetujuinya agar Nuri memiliki pendamping.


Setelah makan, Aron kembali ke kamarnya untuk beristirahat dia tidak ingin mengobrol lebih lanjut dengan Bella dan Aila, karena semakin mengobrol perasaan akan menjadi semakin dalam.


Di tengah malam, Aron tertidur dengan lelap!

__ADS_1


Tiba-tiba dia merasakan kehangatan di tubuhnya dan aroma wangi badan yang menyengat di hidungnya.


Aron terkejut dan segera bangun, menemukan Bella sedang berada di atas ranjangnya.


Aron ingin Menghidupkan lampu namun Bella menghentikannya.


“Jangan Hidupkan lampu…”


Bella tidak ingin Aron menghidupkan lampu, mungkin karena merasa malu.


Aron tidak menghidupkan lampu namun segera turun dari ranjang, lalu menyalakan sebatang rokok untuk dirinya : “Nona Bella, saya mengerti niat baikmu, tapi saya sudah memiliki pacar dan dia masih terkurung di penjara bawah tanah Aliansi Seni Bela Diri, saya tidak boleh melakukan hal yang bersalah terhadapnya!”


Bella yang mendengar perkataan Aron, diam-diam mengenakan kembali pakaiannya.


“Maaf…”


Bella berjalan keluar dengan kecewa dan saat tiba di ambang pintu, Bella menghentikan langkahnya dan berbalik menoleh pada Aron : “Saya bukan wanita ****** yang tidak punya harga diri, saya hanya benar-benar menyukaimu, semoga kamu dapat memahaminya…”


“Saya paham…”


Aron mengangguk.


Bella berbalik pergi, dia tidak ingin Aron salah paham dan mengira dia adalah wanita yang sembrono.


Setelah Bella pergi, Aron menatap langit yang penuh dengan bintang-bintang, dia sedikit merindukan Nuri.


Di saat bersamaan, penjara bawah tanah Aliansi Seni Bela Diri Kota Dama!


Arthur berpakaian dan berjalan ke penjara bawah tanah, setiap hari saat tengah malam tiba, dia akan datang ke penjara bawah tanah.


Dan di sebuah ruangan di dalam penjara bawah tanah, Nuri sedang duduk dengan tenang sambil menunggu kedatangan Arthur.

__ADS_1



__ADS_2