
Keesokan paginya, Hanna membawa Audrey dan yang lainnya pergi, Aron dan Eddyt mengantar mereka ke bandara.
Saat Hanna dan yang lainnya pergi, dalam perjalanan kembali ke Detasemen Perlindungan Hukum, Aron berkata pada Eddyt : “Ketua Detasemen Eddyt, apakah akan ada pejabat yang hadir dalam acara perjamuan hari ini?”
Eddyt menatap Aron dan menggelengkan kepalanya : “Saya juga tidak tahu, perjamuan kali ini merupakan perintah dari atasan, mengenai siapa yang akan hadir, saya tidak tahu dengan jelas, namun Pemimpin dari Pengadilan Hakim Agung Hendy sepertinya akan hadir.”
“Maksudmu adalah Hendy?” tanya Aron.
“Benar, itu dia, Tuan Aron pernah menyembuhkan penyakit putranya.”
Eddyt menganggukkan kepalanya.
Setelah Aron memikirkannya, dia berkata pada Eddyt : “Ketua Detasemen Eddyt, apakah kita bisa pergi dan menemui Pemimpin Hendy sekarang, dengan kekuatanku yang sudah terungkap saat ini, ditambah dengan Kristal Naga dan Pedang Naga yang ada padaku, saya yakin ada banyak keluarga di Kota Dama yang sudah mengincarku, jadi saya pikir…”
“Tidak masalah, kita akan berangkat sekarang, saya tahu jika mengandalkan nama Detasemen Perlindungan Hukum saja para keluarga-keluarga itu sama sekali tidak akan takut.”
__ADS_1
Eddyt juga memahami Aron, jika tidak, dia tidak akan meminta Ketua Dewan Aliansi Seni Bela Diri, Wiwanto untuk melindungi Aron kali ini, namun sekarang kompetisi sudah berakhir dan Eddyt tidak yakin apakah Aliansi Seni Bela Diri akan melindungi Aron lagi atau tidak.
Segera, mobil itu tiba di kediaman Hendy dan setelah melapor kepada penjaga, Eddyt membawa Aron menemui Hendy.
“Tuan Aron…”
Begitu melihat Aron, Hendy langsung melangkah maju dan menjabat tangan Aron dengan sopan, tidak menunjukkan sikap sebagai seorang pejabat penting sedikit pun.
Aron adalah orang yang menyelamatkan putranya Hendy, Hendy selalu mengingat kebaikan ini.
“Pemimpin Hendy, maaf mengganggumu.”
“Tuan Aron, apa yang kamu katakan, kamu telah menyelamatkan putraku, kebaikan seperti itu tidak akan pernah saya lupakan, sekarang kamu bahkan mewakili Detasemen Perlindungan Hukum untuk bertarung dan langsung membunuh Ichiro Watanabe dari Negara Partan, ini benar-benar berita yang menggembirakan.”
Hendy berkata dengan raut wajah bahagia.
__ADS_1
Hendy mempersilahkan Aron untuk duduk dan menyiapkan teh secara langsung untuk Aron, dan ini membuat Aron sedikit merasa malu.
Setelah membuatkan teh untuk Aron dan Eddyt duduk, Hemdy bertanya : “Tuan Aron datang kemari, apakah karena ada urusan? Jika membutuhkan bantuanku, silahkan katakan saja, saya pasti akan membantu sebisaku!”
Hendy tahu Eddyt dan Aron seharusnya sangat sibuk untuk perjamuan hari ini, namun mereka sekarang datang mencarinya, pasti karena ada urusan.
Aron menatap Hendy, untuk sesaat dia tidak tahu bagaimana cara mengatakannya.
Di saat ini, Eddyt berkata : “Pemimpin Hendy, dengan perubahan yang terjadi di dunia bela diri belakangan ini, banyak keluarga dan klan yang mengincar Tuan Aron, Tuan Aron membutuhkan dukungan dari seseorang di belakangnya jika ingin tetap tinggal di Kota Dama..."
Hendy yang mendengarnya seketika menjadi canggung : “Eddyt, kamu juga tahu Hakim Agung hanya departemen sipil, bagaimana bisa kami mengurus masalah komunitas bela diri, walau saya angkat bicara, orang-orang di komunitas bela diri juga tidak akan memberi muka…”
“Pemimpin Hendy, bukan begitu, Tuan Aron hanya berharap bisa dikenalkan kepada beberapa petinggi melalui koneksi Pemimpin Hendy…”
Eddyt bergegas menjelaskan, tentu saja dia tahu bahwa Hendy tidak memiliki kendali atas dunia bela diri, jika membahas kendali atas dunia bela diri, Hakim Agung masih tidak sebanding dengan Detasemen Perlindungan Hukum.
__ADS_1
Hendy yang mendengar ini tiba-tiba mendapatkan pencerahan dan mengangguk, lalu berkata dengan semangat : “Oh iya, ada satu hal yang hampir lupa saya beritahukan kepada kalian, Tuan Gino sepertinya akan menghadiri perjamuan hari ini.”
“Tuan Gino?” Eddyt mengernyitkan keningnya, seolah tidak mengerti siapa yang Hendy maksud, namun sesaat kemudian dia seolah mengingat sesuatu, sepasang matanya membelalak dan dia berkata : “Pemimpin Hendy, yang kamu katakan adalah…”