Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
kayu busuk memiliki umur


__ADS_3

“Berani mempermainkan kami, hari ini jangan harap bisa keluar dari Kota Dama!”


“Bocah sepertimu berani mempermainkan kami, kalau sampai tersebar keluar, bagaimana kami masih bisa bertahan di Kota Dama?”


Sekelompok orang itu menatap Aron dengan marah, bahkan ada yang ingin turun tangan tapi untunglah Basri menghentikannya!


“Walaupun ini adalah koin biasa, tapi saya mengatakan dia adalah senjata ajaib, jadi dia adalah senjata ajaib….”


​Aron memegang koin itu lalu jarinya menunjuk pada koin itu dan menembakkan mantra api kecil ke dalamnya, dan kemudian koin itu langsung terbakar!


Koin itu dikelilingi oleh api yang terus menyala, tapi tidak ada perubahan pada koin itu!


“Apa ini? Sulap?”


Boyca menatap koin yang terbakar itu lalu berkata dengan penuh penghinaan.


“Seorang ahli sulap bisa melakukan jauh lebih baik dari yang kamu lakukan, bukankah hanya membakar sebuah koin? Yang mengerti kimia juga pasti bisa, kamu mengandalkan ini untuk menipu para master?”


“Terlalu kecil, saya kira dia punya kemampuan apa!”


“Benar-benar lucu, dia mengatakan itu adalah senjata ajaib, maka korek api saya juga merupakan senjata ajaib, kan bisa membakar juga!”


Semua orang mulai menghina Aron!

__ADS_1


​Bahkan para master sihir itu saja meremehkan Aron, hanya raut wajah Febri yang berubah dan tatapan matanya penuh keterkejutan!


Dia bisa melihat kalau koin di tangan Aron memang koin biasa, tapi saat terbakar itu bukanlah sulap atau reaksi kimia, melainkan Aron sedang menembakkan sebuah mantra api kecil ke dalam koin itu!


Meskipun mantra api bukanlah mantra tingkat tinggi, tapi untuk menembus sebuah objek dengan cepat ini sepertinya tidak mungkin, bahkan dia sendiri yang ingin membuat senjata ajaib juga harus menghabiskan waktu beberapa hari bahkan puluhan hari baru bisa menempatkan mantra di dalam sebuah objek, dan itu juga memakan banyak kekuatan fisiknya!


Tapi Aron benar-benar memasukkan mantra api ke dalam koin dalam sekejap, dan tampak sangat mudah, hanya dengan ini Febri merasa dirinya tidak akan bisa melakukannya!


Otong sepertinya menyadari ada yang salah dengan ekspresi Febri dan berbisik pada Febri : “Guru Febri, ada apa?”


“Kemampuan sihir anak ini, kita terlalu meremehkannya….”


Tatapan mata Febri sedikit bersinar, dan wajahnya terlihat penuh kekaguman!


Pemuda seusia dia, bisa disanjung seperti itu oleh Febri membuktikan kalau dia memang sangat kuat!


“Kalau begitu bagaimana dengan kita?” tanya Oyong.


“Tidak boleh membiarkan dia melihat Pa Kua, lalu cari cara untuk menjual barang ini segera, lalu segera pergi dari sini….”


Febri berkata dengan hati-hati.


“Baik!”Oyong mengangguk!

__ADS_1


Pada saat ini Aron mengabaikan hinaan semua orang, dan mengambil koin itu dengan lembut dan menggosoknya dua kali, setelah nyala api padam, dia memasukkannya lagi ke dalam sakunya!


“Guru Febri, bawa Pa Kuanya kemari, saya akan memperlihatkan kepada kalian, apakah ini sepotong kayu busuk atau bukan…”


Aron menatap Febri dan tersenyum padanya.


Tapi siapa sangka Febri mengambil Pa Kua itu dan berkata : “Hari ini sampai di sini saja, saya tidak ingin berdebat apakah Pa Kua ini merupakan kayu busuk atau tidak, semuanya tahu kalau senjata ajaib memiliki umur, dan setiap mengaktifkan mantranya akan menghabiskan energi yang ada di dalam senjata ajaib, saya tidak ingin menghabiskan energi di dalam Pa Kua ini hanya untuk argumen tidak penting!”


“dan kalau dimainkan oleh orang yang tidak mengerti, kalau rusak atau terbakar, maka itu akan menjadi kerugian bagi semua orang, lagipula senjata ajaib seperti ini sangat langka, oleh karena itu saya juga tidak ingin memperpanjang taruhan atau apapun, barangnya ada di sini, percaya atau tidak itu kembali pada keputusan kalian sendiri!”


Febri berkata sambil menyimpan kembali Pa Kua itu dan tidak membiarkan mereka melihatnya lagi!


Kali ini semua orang kaget, tadi Guru Febri masih agresif dan memaksa, kenapa sekarang dia tidak mau memperlihatkannya lagi?


Lantas apa yang dikatakan oleh Aron benar, Pa Kua ini hanyalah sepotong kayu busuk?


“Yang dikatakan Guru Febri ada benarnya, senjata ajaib ini ada batasnya, kalau sampai dirusak oleh orang yang tidak mengerti maka akan kacau, lagipula Keluarga Bara harus mendapatkan Pa Kua itu…”


Kata Boyca.


Perkataan Boyca membuat semua orang berpikir sejenak, hanya saja mereka tidak lagi antusias, mereka takut akan menghabiskan uang untuk membeli barang palsu.


“Hadirin, ada satu hal yang dikatakan oleh saudara ini yang tidak salah, benda seperti apapun yang belum disuntikkan sihir, hanyalah benda biasa, di dalam Pa Kua ini kalau tidak ada mantra Pa Kua tntu hanya sepotong kayu biasa, sekarang di dalam Pa Kua ini ada mantra Pa Kua, dan saya juga akan menyuntikkan beberapa mantra feng shui ke dalamnya, dan menjamin bisa memperpanjang umur mereka yang dibacakan mantra itu dan meningkatkan keberuntungan keluarga…”

__ADS_1


#mohon lelang harus kita lanjut, karena kalau di singkat, ceritnya jadi ga nyambung,... mohon maaf klw di tema Kayu busuk jadi kurang asik...


__ADS_2