Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Musuh Kabur terbirit-birit


__ADS_3

Aron tidak mengatakan apapun, dia mengangkat Pedang Naga di tangannya dan menebaskannya di udara, nyala api membara di atas Pedang Naga, dan semburan lidah api keluar dari Pedang Naga, di saat yang bersamaan Pedang Naga juga mengeluarkan bunyi yang lembut.


Pedang Naga dan Aron sudah lama menjadi satu kesatuan, semburan api yang baru saja keluar dari Pedang Naga merupakan kekuatan spiritual yang ada di dalam tubuh Aron, dengan total sembilan semburan lidah api mengarah ke arah sembilan rantai.


Sh sh sh…


Saat lidah api menyentuh rantai, energi jahat yang ada pada rantai itu seketika terbakar, dan diikuti dengan suara patahan yang terdengar.


Sembilan rantai itu terbakar oleh api dan semuanya jatuh ke tanah dalam kondisi patah seperti ular piton yang kepalanya terpenggal, lalu berubah menjadi bubuk dan menghilang, sementara retakan yang muncul di tanah seketika menutup kembali dengan cepat.


Aron mengarahkan Pedang Naga di tangannya ke arah Master Narsi dan berkata dengan dingin, “Hanya seperti itu keterampilanmu, kalau ada kemampuan lainnya silahkan keluarkan…”


Melihat Formasi Perangkap Naganya begitu rentan di depan Aron, raut wajah Master Narsi seketika menjadi sangat jelek.


Sedangkan saat ini Hasan menatap Aron dengan penuh keterkejutan, dia tidak mengerti, hanya dalam waktu beberapa hari, kekuatan Aron sepertinya sudah meningkat pesat.


“Nak, kamu mengandalkan pedang pusaka di tanganmu, saya tidak bisa melakukan apapun padamu hari ini, tapi cepat atau lambat, saya pasti akan mencarimu untuk balas dendam…”

__ADS_1


Setelah selesai berkata, sosok Master Narsi tiba-tiba mundur dan dalam satu hentakan dia mundur ke arah gunung dan langsung melarikan diri.


Hasan yang melihat itu hampir mengumpat, dia dan Master Narsi berada di jalur yang sama, Master Narsi melarikan diri tanpa memberitahu dirinya, bukankah itu membiarkan dia tetap tinggal untuk mati mewakili orang lain?


Hasan tidak berani ragu-ragu, dia berbalik dan hendak kabur, membalaskan dendam kematian putranya tidak lagi penting saat ini, bisa mempertahankan nyawanya lebih penting.


Melihat Master Narsi dan Hasan berbalik lalu kabur, tanpa sikap seperti seseorang yang berwibawa sedikit pun membuat Alfat dan beberapa Tetua lainnya merasa terkejut.


Saat Alfat dan yang lainnya tersadar dari renungan mereka dan ingin mengejar mereka, Aron menghentikan mereka.


“Tidak perlu dikejar…”


“Penguasa Lembah, kamu tidak apa-apa?” Alfat yang melihat penampilan Aron segera bertanya dengan tergesa-gesa.


Aron menggelengkan kepalanya, tapi kemudian dia memuntahkan seteguk darah.


Sihir Master Narsi memang sangat hebat, kalau tadi Aron tidak bersikeras bertahan, dan menakut-nakuti orang itu sampai kabur, maka akan menjadi situasi yang sangat buruk.

__ADS_1


Aron dibantu oleh Alfat dan yang lainnya turun dari gunung, awalnya Aron berencana untuk kembali hari ini, tapi saat ini sepertinya dia hanya bisa menetap satu hari di Lembah Pengobatan untuk merawat lukanya.


Keesokan Harinya, Aron bersikeras untuk meninggalkan Lembah Pengobatan tidak peduli bagaimana Alfat dan yang lainnya membujuk, kalau tidak dia tidak akan bisa sampai ke Pulau Naga di hari ke lima belas bulan Purnama penanggalan lunar.


Setelah meninggalkan Lembah Pengobatan, Aron membeli tiket pesawat menuju ke Kota Lamar, untuk pergi ke Pulau Tak Bernama yang di sebut juga pulau Naga dia harus naik kapal dari Kota Lamar, karena kapal menuju ke Pulau Naga hanya ada di sana.


Saat Aron terbang ke Kota Lamar, hari sudah gelap, setelah memesan tiket kapal Aron mencari penginapan untuk beristirahat, dan bersiap untuk naik kapal menuju ke Pulau Naga keesokan harinya.


​Dan di saat Aron sedang makan malam di penginapan, dia menyadari penginapan itu sangat ramai, banyak tamu yang berlalu lalang, dan sebagian tubuh dari para tamu memancarkan aura, jelas terlihat mereka adalah ahli bela diri, Aron merasa sangat aneh, di kota Lamar yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu terkenal ini bagaimana bisa menarik perhatian begitu banyak ahli bela diri.


Karena kamar-kamar sudah terisi penuh sejak awal, Aron tidak punya pilihan lain selain mencari orang dalam di penginapan ini untuk memesan kamar dengan harga tinggi, dan mencoba meminta orang dalam itu untuk mencarikan kamar untuknya.


“Saudara, kenapa bisa ada begitu banyak orang di penginapan kalian?”


Aron bertanya kepada seorang petugas penginapan yang dia temukan.


“Saya juga tidak tahu jelas, entah apa yang terjadi hari ini sehingga penginapan kami kedatangan begitu banyak orang, sepertinya semuanya bersiap untuk melaut? Tidak tahu apa yang ingin mereka lakukan…”

__ADS_1


​Pelayan itu berkata dan menggelengkan kepalanya.



__ADS_2