
Percikan air setinggi beberapa lantai terbentuk dan mayat kepiting raksasa itu mengapung di permukaan, dan seketika menarik banyak ikan hiu.
Aron melayang di udara sambil memegang Pil Hewan Buas di tangannya, dia melihat ke arah kerumunan yang berada di atas kapal dengan dingin.
Saat ini Aron bagaikan dewa yang turun dari langit, tubuhnya bersinar dengan cahaya keemasan dan membuat orang merasakan perasaan tertekan yang kuat!
Melihat Aron yang ada di udara, August merasa sedikit tidak aman dalam hatinya, kekuatan Aron ini sudah berkali-kali lipat lebih hebat daripada dugaannya.
Arthur yang ada di dalam ruangan juga menunjukkan ekspresi yang sangat jelek, niat membunuh di dalam hatinya semakin kental, dia tahu Aron tidak boleh dibiarkan tetap hidup.
Aron perlahan-lahan turun dari udara dan mendarat di atas dek, namun tidak ada orang yang memperhatikan Aron, mereka lebih memperhatikan mayat dari kepiting raksasa itu.
Karena mereka tidak bisa mendapatkan Pil Hewan Buas dari kepiting raksasa, tapi daging dari kepiting raksasa itu juga merupakan sumber daya yang langka dan bagus untuk kultivasi!
Orang-orang itu mulai melompat ke laut dan membantai hiu-hiu yang berdatangan dengan gila-gilaan.
Kekuatan mereka tidak cukup untuk melawan monster siluman seperti kepiting raksasa, namun menghadapi ikan hiu biasa, mereka sudah lebih dari cukup.
Banyak orang yang memperebutkan berbagai bagian dari kepiting raksasa itu, bahkan ada yang sampai berkelahi untuk memperebutkannya!
Aron tersenyum dingin saat melihat mereka yang berkelahi demi memperebutkan keuntungan, anak-anak dari keluarga bela diri ini tidak ada bedanya dengan perampok saat dihadapkan dengan keuntungan!
“Saudara Aron, kamu terlalu hebat…”
__ADS_1
Lion berjalan menghampiri Aron dengan ekspresi gembira : “Coba saya lihat, Pil Hewan Buas dari kepiting raksasa ini ternyata benar-benar bagus…”
Lion mengambil Pil Hewan Buas di tangan Aron dan memeriksanya dengan seksama.
“Kalau kamu suka, maka untukmu saja…”
Aron berkata sambil tersenyum.
Meskipun Pil Hewan Buas ini sangat bagus, namun bagi Aron sebuah Pil Hewan Buas ini hanyalah setetes air dalam ember, tidak akan terlalu membantu dalam pertumbuhan kekuatannya saat ini.
Bagaimana pun juga saat ini Aron membutuhkan sangat banyak energi spiritual dan Aron masih memiliki Jiwa Baru milik Danta yang belum dimurnikan.
“Tidak tidak tidak…saya tidak boleh menginginkannya, barang ini terlalu berharga, dan akan sia-sia jika diberikan kepadaku, dengan bakatku ini sepertinya seumur hidup juga tidak akan mencapai ranah Master Guru.”
Lion tahu kalau dirinya tidak berbakat, jadi walau dia memakan Pil Hewan Buas mungkin kekuatannya juga tidak akan banyak bertambah.
Aron yang melihat itu juga tidak mengatakan apa pun lagi dan menyimpan Pil Hewan Buas itu.
Pada saat ini Nia berjalan menghampiri dan berkata pada Aron : “Aron, apakah kamu boleh menjual Pil Hewan Buas itu kepadaku?”
Bagi Nia, Pil Hewan Buas ini adalah sumber daya kultivasi yang sangat penting!
Aron melirik Nia sekilas dan melontarkan dua kata dengan ringan : “Tidak dijual…”
__ADS_1
Aron juga tidak kekurangan uang saat ini, dia tidak perlu menjual Pil Hewan Buas, walau tidak terlalu berguna bagi dia, tapi dia bisa memberikannya kepada orang lain saat dia kembali nanti.
Nia tercengang namun tetap tidak menyerah dan melanjutkan perkataannya : “Saya bisa menukarnya dengan sumber daya lain, pil obat, senjata ajaib, semuanya boleh…”
“Tidak ditukar!” Aron tetap melontarkan dua kata untuk menjawab Nia.
Raut wajah Nia sedikit tidak senang, namun tidak ada yang bisa dia lakukan, dan dia juga tidak mungkin merebutnya begitu saja.
Sedangkan di saat itu, raut wajah August sudah menjadi sangat jelek, sepasang matanya dipenuhi dengan kobaran api kemarahan.
Arthur yang berada di dalam ruangan juga tampak menyipitkan matanya, lalu melambaikan tangannya ke salah satu dari empat pemuda Aliansi Seni Bela Diri : “Ewan, kalian keluar dan sampaikan kepada Tuan Muda August…”
Arthur membisikkan sesuatu di telinga Ewan, lalu setelah berkata Ewan membawa tiga orang itu keluar dari ruangan.
Saat tiba di dek, Ewan mendekat ke telinga August lalu membisikkan sesuatu padanya!
Raut wajah August langsung berbinar-binar saat mendengarnya.
Saat Aron hendak meninggalkan dek dan kembali ke kamarnya, August langsung menghentikannya.
“Aron, kamu tidak boleh pergi, kalau mau pergi boleh, tapi serahkan Pil Hewan Buas itu…”
August berkata pada Aron.
__ADS_1