Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Rencana Busuk Robi


__ADS_3

Mendengar perkataan Robi, Arthur mengangguk dengan puas, karena jika semakin banyak keluarga dan klan bela diri yang bergabung dengan Aliansi Seni Bela Diri maka kekuatan Aliansi Seni Bela Diri juga akan menjadi semakin besar.


Namun Naveen sedikit ragu, bagaimana pun saat ini Pil Hewan Buas itu sudah menjadi sumber daya Keluarga King, memintanya menggunakan itu untuk merekrut anggota Aliansi Seni Bela Diri Naveen merasa sedikit enggan.


“Wakil ketua aliansi, bagaimana jika klan dan keluarga bela diri itu masih menolak untuk bergabung setelah ditawarkan keuntungan sebanyak itu?”


Tanya Naveen.


Robi menyeringai dan menunjukkan senyuman dingin : “Karena tidak tahu bersyukur, maka kita harus menghukumnya, jika tidak mau bergabung dengan Aliansi Seni Bela Diri maka langsung…”


Robi membuat gerakan menebas leher, dan membuat Arthur dan Naveen terkejut.


Namun jika langsung membunuh karena tidak bergabung dengan Aliansi Seni Bela Diri, bukankah ini sama saja dengan memaksa orang untuk bergabung?


“Robi, pemikiranmu itu memang sangat bagus, tapi apakah kamu lupa masih ada Tuan Gino di Kota Dama?”


Arthur memperingatkan Robi.


“Ketua Aliansi, kita merekrut anggota secara normal, Tuan Gino juga tidak bisa menghentikannya bukan?”


“Serahkan saja urusan menangani klan dan keluarga bela diri yang keras kepala itu, saya akan menanganinya secara diam-diam, Tuan Gino tidak akan tahu.”


“Tanpa bukti, apakah Tuan Gino bisa membubarkan Aliansi Seni Bela Diri?”

__ADS_1


Robi berkata sambil mencibir.


Arthur yang mendengarnya berpikir sejenak lalu mengangguk : “Kalau begitu masalah ini kuserahkan kepadamu, pada saatnya nanti Aliansi Seni Bela Diri akan berkembang dan kamu akan mendapatkan pujian atas hal itu.”


Arthur bangkit berdiri dan menepuk pundak Robi.


Robi mengangguk lalu menatap Naveen : “Kepala Keluarga Keluarga King, masalah sumber daya mohon utus seseorang untuk mengantarkannya kemari.”


Naveen yang melihat itu hanya bisa menyetujuinya : “Baik, saya akan mengutus orang untuk mengirimkannya.”


Naveen bangkit berdiri dan pergi, sementara Arthur menatap Robi dan berkata : “Robi, kamu harus menjaga sikapmu, jangan sampai kamu terlibat masalah besar…”


Saat ini Arthur masih menjabat sebagai Ketua Aliansi, dan tidak mudah baginya untuk mempertahankan posisi ini, dia tidak ingin membuat masalah dan tidak ingin bertanggung jawab atas hal itu.


Robi berkata dengan penuh keyakinan.


Arthur mengangguk lalu pergi ke belakang untuk beristirahat, sementara Robi menatap punggung Arthur dan tersenyum muram.



Detasemen Perlindungan Hukum Kota Dama!


​Suasana sangat tertekan dan semua orang terdiam, sementara Tuan Gino sedang duduk di kursi utama, sesekali mengisap rokok di tangannya dan mengernyitkan keningnya dengan erat!

__ADS_1


Junior yang ada di samping bahkan tidak berani bernafas dengan kasar, dia sudah mengikuti Tuan Gino selama belasan tahun dan ini pertama kalinya dia melihat Tuan Gino menunjukkan ekspresi seperti ini.


Sedangkan Eddyt juga gemetaran, meskipun dia sudah bekerja di sisi Tuan Gino untuk sementara waktu tapi setiap kali berhadapan dengan Tuan Gino akan membuat Eddyt sangat gugup.


Setelah menghabiskan sebatang rokok, Tuan Gino baru menatap Eddyt perlahan : “Apakah informasi yang kamu dapatkan ini akurat?”


“Tuan Gino, ini akurat, saya juga menemukan Lion dari Keluarga Dayo, dia sedang berada di luar Detasemen Perlindungan Hukum.”


“Lalu seorang gadis bernama Wenny, mereka berdua melarikan diri dari Pulau Naga.”


Eddyt bergegas berkata pada Tuan Gino.


Tuan Gino yang mendengar nama Wenny segera berkata : “Cepat bawa mereka berdua ke sini…”


Eddyt tidak berani lambat-lambat dan segera pergi untuk membawa Lion dan Wenny masuk!


Saat melihat Wenny, mata Tuan Gino bergerak dari atas ke bawah untuk menilainya dan membuat Wenny sedikit takut!


Sedangkan Lion tampak gugup saat menghadapi Tuan Gino, dia segera membungkuk dan berkata pada Tuan Gino : “Lion Dayo, memberi salam kepada Tuan Gino.”


“Lion, ceritakan semua yang kamu lihat, semua yang kamu tahu dengan detail kepadaku!”


Tuan Gino berkata kepada Lion.

__ADS_1


Lion segera menceritakan semua yang telah terjadi sejak dia bertemu dengan Aron dengan detail tanpa merahasiakan sedikit pun.


__ADS_2