Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Lina Cemburu


__ADS_3

Mendengar perkataan Nuri, aura pembunuh dari tubuh Lina perlahan-lahan menghilang.


Riky menatap Nuri, tatapan matanya penuh dengan kekejaman dan berkata: “Sialan, berani memukulku, tidak disangka kamu adalah wanita yang begitu seksi, hari ini saya pasti akan memainkanmu hingga mati-matian…”


“Serang…”


Setelah berkata, Riky melambaikan tangannya dan tiga orang pria kekar itu segera menuju ke arah Nuri.


Aron yang berdiri tidak jauh dari sana juga tidak bergerak karena melihat tiga orang pria kekar itu hanya orang biasa, bahkan bukan ahli bela diri dan tubuh mereka sama sekali tidak memancarkan aura, lagipula dengan adanya Lina, tiga orang itu sama sekali bukan tandingannya, tidak akan terjadi apa-apa pada Nuri.


“Kalian lihatlah, kebetulan saya bisa berlatih dengan tiga orang ini…”


Setelah Nuri berkata, dia tiba-tiba langsung menyerang ke arah tiga pria kekar itu.


Mengayunkan sebuah pukulan yang keras.


Bam…


Sebuah suara hantaman terdengar, dan seorang pria kekar terbang terhempas oleh pukulan Nuri, tubuhnya yang besar terbang sejauh belasan meter, dan menabrak pasir pantai dengan keras.


Hal ini mengejutkan dua pria kekar lainnya dan juga Riky, yang menatap pemandangan di depannya dengan tidak percaya, tertegun, dia tidak menyangka seorang gadis yang terlihat lemah seperti Nuri ternyata memiliki kekuatan yang begitu kuat.

__ADS_1


Aron yang berada tidak jauh dari sana juga tercengang, pukulan Nuri tadi sudah sebanding dengan pukulan seorang ahli kekuatan batin, perlu diingat beberapa hari yang lalu, Nuri hanyalah seorang gadis biasa, bagaimana bisa hanya dalam waktu beberapa hari saja, Nuri sudah memiliki kekuatan batin?


Sepertinya Nuri sendiri juga kaget dengan kekuatan dari pukulannya, dan setelah sekian lama dia baru berkata pada Lina dengan bersemangat: “Lina, ini…benarkah itu pukulan saya? Kenapa tenaganya kuat sekali?”


Lina tersenyum: “Nuri, sekarang kamu sudah memiliki kekuatan yang sebanding dengan ahli kekuatan batin, memukul orang biasa seperti ini pasti bisa menerbangkan mereka hanya dengan satu pukulan, kamu harus menyimpan sedikit kekuatanmu, kalau tidak satu pukulan itu bisa langsung membunuh mereka…”


Nuri mengangguk, lalu menatap ke arah dua pria kekar yang tersisa seperti seekor binatang buas yang menatap mangsanya.


Dua pria kekar itu merasakan sesuatu yang tidak beres dari tatapan mata Nuri, mereka berbalik dan kabur, sama sekali tidak memperdulikan Tuan Muda Riky mereka lagi.


Melihat pengawalnya sendiri sudah kabur, Riky gemetar ketakutan dan berbalik untuk melarikan diri dengan tergesa-gesa.


“Eh, kenapa kalian semua kabur? Saya belum sempat menikmatinya, membosankan sekali…”


Melihat Riky dan dua pengawalnya kabur, Nuri berkata dengan raut wajah tidak senang.


“Bukankah memukuli seseorang rasanya menyenangkan sekali?” Lina bertanya sambil tersenyum dan menepuk pundak Nuri.


“Iya, menyenangkan sekali, saya ingin menemukan seseorang yang tidak tahu diri lalu menghajarnya habis-habisan…”


Nuri berkata sambil mengangguk, dia masih menikmati perasaan setelah menghajar seseorang tadi.

__ADS_1


Setelah Nuri selesai bicara, tiba-tiba ada sebuah tangan yang memegang pundak Nuri.


Tangan itu tidak hanya menyentuh pundak Nuri, tetapi juga membelai pundaknya dengan lembut.


Nuri mengernyitkan keningnya, dia segera berbalik dan mengayunkan tinjunya ke arah punggungnya.


Namun saat Nuri berbalik, tinjunya tiba-tiba berhenti, karena dia melihat wajah Aron yang sedang tersenyum padanya.


“Aron…”


Nuri yang melihat Aron langsung melompat ke dalam pelukannya, dan membiarkan Aron menggendongnya.


Kegembiraan Nuri menular pada Aron, Aron langsung memeluk Nuri dan memutarnya dua kali.


Karena Nuri mengenakan pakaian renang, Aron bisa merasakan dadanya yang lembut saat menggendongnya, dan sangat nyaman.


Melihat Aron memeluk Nuri dan memutarnya, Lina yang berada di samping menunjukkan senyumannya, dia juga terlihat sedikit cemburu, hanya saja dia tidak berani menunjukkannya.


Aron menurunkan Nuri menatap Lina sambil tersenyum dan berkata:“ Lina, tubuhmu juga terlihat bagus mengenakan pakaian renang, bagaimana kalau saya memeluk dan memutarmu dua kali juga?”


__ADS_1


__ADS_2