Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Masih Tidur, di saat orang Risau


__ADS_3

Aron yang mendengar itu seketika mencibir : “Kenapa kamu begitu yakin kalau saya akan kalah?”


“Saya yakin, kamu pasti akan kalah, Dika sudah mencapai tahap Great Grand Master, dan walau dia baru saja memasuki tahap Great Grand Master dan kekuatannya masih belum stabil, tapi itu sudah cukup untuk menghadapimu, saya lihat kamu juga hanya memiliki kekuatan setingkat grand master tingkat lima, bagaimana mungkin bisa menang melawan seorang Great Grand Master, meskipun kamu masih muda, bisa mencapai ranah ini bisa dibilang kamu cukup berbakat, namun perbedaan kekuatan kalian terlalu jauh, kamu masih memiliki masa depan yang cerah, kamu boleh mempertimbangkan perkataanku.”


Alfat sedang mencoba melobi Aron dan dia berharap Aron akan menyetujuinya, karena ramuan pil obat ini terbilang jarang ditemui walau di Lembah Pengobatan mereka.


Dan yang paling penting, dia ingin mengetahui siapa orang yang meramu pil obat ini, apa hubungannya dengan Aron, dan kenapa memberikan pil obat yang berharga ini kepada Aron.


“Kalau begitu kamu akan kecewa, saya adalah tipe orang yang bersedia mati di arena tapi tidak ingin dibantu oleh orang lain, kalau tidak ada urusan lain lagi, kalian sudah boleh pergi….”


Meskipun Aron tidak jelas kekuatannya yang sudah mencapai tahap Inedia ini sebenarnya setara dengan tingkatan seperti apa di dalam bela diri, tapi tidak mungkin hanya setara grand master tingkat lima, karena dia sekarang sudah bisa membunuh dua orang grand master tingkat lima dengan mudah.


Alfat menatap Aron dan menghela nafasnya : “Kamu harus mempertimbangkan lagi perkataanku, walau sudah di atas arena kamu juga boleh mencariku, saya akan berada di bawah arena dan saya hanya tidak ingin melihat seorang yang berbakat sepertimu jatuh begitu saja…”

__ADS_1


Setelah selesai berkata Alfat berbalik dan pergi, sedangkan Elder melirik Aron : “Hm, kamu terlalu arogan, besok kamu pasti akan memohon kepada kami….”


Setelah Alfat dan yang lainnya pergi, Qron berbalik dan kembali ke kamarnya, dia tidak memperdulikan perkataan Alfat, karena walau dia benar-benar dikalahkan oleh Dika, dia juga tidak membutuhkan Alfat untuk menyelamatkannya, karena Aron tahu Danu akan memperhatikannya dari bawah arena dan dia akan menyelamatkannya.


Keesokan harinya!


Kota kelas tiga seperti Kota Sanir kini sedang menikmati masa cerahnya, banyak mobil mewah yang tidak terhitung jumlahnya berkumpul disini, bahkan ada helikopter yang sedang berputar-putar di udara.


Orang-orang ini adalah orang-orang dari dunia seni bela diri yang datang untuk menyaksikan pertandingan antara Dika dan Aron, dari mobil-mobil mewah serta helikopter itu bisa dilihat kalau banyak orang kaya di dunia seni bela diri, karena untuk memiliki kekuasaan di dunia seni bela diri, mereka juga membutuhkan banyak dukungan finansial.


Karena ini adalah pertarungan antara dua master, walau mereka dipisahkan oleh jarak ratusan meter, orang biasa tidak akan bisa menahan efek dari serangan itu, dan hanya ahli yang sudah berada di tingkat master yang boleh masuk ke dalam.


Rey membawa orang-orang dari Kota Taka, Provinsi Canna untuk membantu Lyla menjaga ketertiban di lokasi, dan juga Lucas dari Istana Raja Obat, sekarang orang-orang ini sudah berhubungan dengan Aron, tentu saja mereka harus menghadiri acara sepenting ini.

__ADS_1


Namun saat ini, di luar villa Aron di Perumahan Bumi Sejuk, Eddyt, Kurniawan, dan anggota Keluarga Darmanto sedang menunggu di luar, karena Aron masih tidur, dan belum bangun, jadi tidak ada orang yang berani mengganggunya.


“Tuan Aron benar-benar penuh perhitungan, walau menghadapi masalah sepenting ini dia masih sanggup tidur dengan nyenyak.”


Hendy tidak bisa menahan untuk tidak menghela nafas saat tahu Aron masih tidur.


“Kakek, Dika itu sudah mencapai tahap Great Grand Master, Tuan Aron….”


Mars yang di samping bertanya dengan suara pelan.


Meskipun dia tahu Aron adalah seorang kultivator, tapi kekuatan Dika terlalu kuat, sedangkan waktu kultivasi Aron sangat singkat, oleh karena itu Mars merasa sedikit khawatir.


“Jangan khawatir, saya percaya pada Tuan Aron….”

__ADS_1


Hendy berkata dengan wajah tenang.



__ADS_2