
Di sisi lain, Liu malah tersenyum lebar : “Hahaha, Tuhan benar-benar memberkati Tuan Muda, dengan adanya Pedang Naga maka peluang Tuan Muda untuk mendapatkan Kristal Naga akan semakin besar…”
Baru tertawa dua kali, Liu tiba-tiba terbatuk hebat lagi dan mengeluarkan seteguk darah segar.
“Liu…”
“Kepala pelayan Liu…”
Aron dan Danu bergegas memapah Liu.
Liu mengibaskan tangannya dan senyuman masih terlihat di wajahnya : “Danu, panggil para gadis-gadis itu, ada yang ingin saya sampaikan pada mereka…”
Danu mengangguk lalu pergi, sementara Aron menatap Liu dalam diam, nafas Liu menjadi semakin lemah saat ini dan wajahnya dipenuhi dengan lipatan keriput, dia sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
Beberapa gadis itu dipanggil Danu dan saat Wenny masuk lalu melihat penampilan Liu, dia bergegas menghampirinya : “Guru, Guru, kamu…ada apa denganmu?”
Wenny sudah mengikuti Liu selama beberapa bulan, dua orang itu sudah memiliki ikatan yang dalam, hanya saja alasan kenapa Liu mengajari Wenny karena Wenny memiliki Tubuh Kristal Es, dan itu dapat membantu Aron.
Liu menatap Wenny dan membelai kepala Wenny dengan lembut, matanya dipenuhi dengan rasa bersalah, demi Aron dia membutuhkan pengorbanan nyawa Wenny.
“Wenny, maaf, maaf, kamu tidak menyalahkanku, bukan?”
Liu mati-matian minta maaf.
__ADS_1
Dia sudah memberitahu masalah itu kepada Wenny, karena dia membutuhkan persetujuan Wenny atas masalah seperti ini.
Wenny menggelengkan kepalanya : “Semua ini adalah pilihanku sendiri, saya tidak menyalahkan Guru…”
Tatapan mata Liu menyapu ke arah gadis-gadis lainnya lalu akhirnya menatap Nuri : “Jangan lupa hal yang kalian janjikan padaku, saya berharap kalian bisa melakukannya…”
Beberapa gadis itu mengangguk, terutama Nuri dengan tatapan matanya yang sangat tegas, dia tahu kalimat itu ditujukan kepada dirinya.
Nuri memiliki Tubuh Roh Api, kebetulan bisa membantu Aron, kalau bertemu dengan Naga Es dan Naga Api di Pulau Naga, mengandalkan kekuatan Aron saja untuk mendapatkan Kristal Naga akan sedikit sulit, karena dua ekor naga ini memiliki tubuh yang sangat dingin dan yang satu lagi memiliki panas yang menyengat.
Namun dengan adanya Nuri dan Wenny, asalkan mereka mau berkorban untuk Aron maka Aron akan mempunyai kesempatan paling baik untuk mendapatkan Kristal Naga.
Wajah Liu dipenuhi dengan senyuman : “Akhirnya saya sudah bisa menghadapi Nona kedua dan bisa bertemu dengan Tuan besar…”
“Guru…”
“Liu…”
“Kepala pelayan Liu…”
Saat ini ruangan seketika dipenuhi dengan kesedihan, dan kebencian Aron terhadap Liu sudah lenyap sejak lama.
Aron menggenggam peta yang ada di tangannya dengan erat, ini adalah sesuatu yang Liu berikan dengan menukarkan nyawanya, meskipun dia belum tiba di Pulau Naga, namun dia sudah bisa menebak lokasi yang berbahaya di Pulau Naga.
__ADS_1
Dalam kondisi seperti itulah, Liu memetakan jalur sedikit demi sedikit untuk dirinya.
Air mata menetes dari sudut mata Aron, tapi saat ini tatapan Aron menjadi jauh lebih tegas lagi.
“Keluarga King…Saya pasti akan membuat kalian membayar harga atas penderitaan yang sudah dialami oleh ibuku…”
Aron menatap ke luar jendela ke arah laut yang tak berujung, dan dirinya sedang mengalami perubahan.
Setelah mengurus mayat Liu, semua orang kembali ke penginapan lagi!
Hanya saja tidak ada yang berbicara, suasananya terasa sangat menyedihkan, terutama Wenny yang matanya sudah bengkak karena terus menangis.
“Aron, perjalanan ke Pulau Naga besok tergantung pada keberuntunganmu sendiri, untuk mencegah Keluarga King memperhatikanmu, saya tidak boleh pergi bersama denganmu, dan melindungimu…”
Danu menepuk pundak Aron dan berkata.
“Paman Danu, tenang saya, saya pasti akan mengambil Kristal Naga dan bertambah kuat, saya akan membunuh Keluarga King dan menyelamatkan ibuku!”
Aron berkata dengan tegas.
Di saat beberapa orang itu hendak pergi beristirahat, tiba-tiba puluhan orang menyerbu masuk ke dalam penginapan dan wajah mereka terlihat garang.
__ADS_1