
Dalam setengah bulan ini, Robi dari Keluarga Himawan sangat mendominasi.
Dia bahkan tidak menganggap Aliansi Seni Bela Diri.
Sedangkan saat ini, di dalam Menara Setan!
Aron masih terus berkultivasi dengan sekuat tenaga, energi spiritual yang ada di sekitar tidak berhenti memulihkan tubuh Aron.
Kristal Naga yang ada di dalam tubuh Aron mulai berkedip-kedip dengan kilatan cahaya!
Segera setelah itu, gelombang kekuatan Naga Ilahi kembali menghantam Dantian Aron.
Dan Dantian Aron juga tidak berhenti menunjukkan perubahan!
Kekuatan spiritual di dalam tubuhnya bertambah dengan cepat!
Sedangkan tubuh fisik Aron tidak berhenti menumbuhkan sisik-sisik emas yang kemudian menghilang, lalu tumbuh lagi!
Tubuh Emas yang tak ter hancurkan diaktifkan lagi dan lagi!
Pada saat ini, sekujur tubuh Aron tampak berada di dalam ilusi.
Tubuhnya perlahan-lahan menghilang lalu muncul lagi, dan pada akhirnya sebuah kilatan cahaya keemasan bersinar di kening Aron.
Aron pun membuka matanya!
Aron perlahan-lahan bangkit berdiri dan merasa tubuhnya dipenuhi dengan kekuatan, kekuatan ini seperti gunung dan lautan yang mengalir keluar.
Aron merasakan kekuatan spiritual di dalam tubuhnya dan tatapannya penuh dengan sukacita.
Kesadaran spiritual meresap ke dalam tubuhnya dan Aron menyadari Inti Emas memancarkan cahaya yang menyilaukan, melayang-layang tepat di atas Dantiannya.
“Masih belum berhasil menerobos Inti Emas dan mencapai Tahap Jiwa Baru, sepertinya jalan kultivasi ke depannya akan menjadi semakin sulit…”
__ADS_1
Saat ini kekuatan Aron sudah puluhan kali lebih kuat daripada sebelumnya.
Namun dia masih tidak bisa menerobos ranah dan sekarang ranahnya juga sudah mencapai setengah Master Guru.
Meskipun hanya selangkah lagi dari Master Guru, tapi satu langkah ini bahkan tidak bisa dilalui oleh beberapa orang selama puluhan tahun.
Aron melihat sekelilingnya dan bertanya-tanya sudah berapa lama dia berada di dalam sini.
Saat Aron melangkah keluar ke Lembah Iblis, dia disambut dengan pemandangan yang penuh dengan kehancuran!
Bau darah yang sangat kental, bahkan walau sudah belasan hari berlalu, tapi masih sangat menyengat.
Burung-burung pemakan bangkai terus beterbangan di atas langit lalu menggigit mayat-mayat yang ada di tanah.
Untung saja cuaca sudah menjadi lebih dingin sekarang sehingga mayat-mayat itu tidak membusuk dan udaranya tidak membuat orang merasa mual.
“Apa yang sebenarnya terjadi di sini?”
Aron mengernyitkan keningnya dengan erat.
Saat melihat kondisi mayat-mayat itu, dia tahu beberapa waktu telah berlalu.
Aron menyimpan kembali Menara Setan lalu mulai melihat-lihat ke sekeliling Lembah Iblis.
Dia ingin melihat apakah masih ada orang yang masih hidup.
Di pintu masuk salah satu gua di Lembah Iblis, sebuah lampu berkedip-kedip di dalam, menunjukkan ada orang di dalam.
Di saat Aron berjalan ke pintu masuk itu tampak dua orang yang sedang duduk bersila di depan sebuah meja.
Di atas meja itu terdapat berbagai macam hidangan lezat dan dua botol anggur!
“Sialan, tidak tahu kapan Aron itu akan keluar!”
__ADS_1
“Setengah bulan sudah berlalu, jika dia tidak keluar selamanya, bukankah kita berdua harus berjaga di sini selamanya.”
“Saya dengar sekarang orang-orang Keluarga Himawan sudah mengandalkan kekuatan besar mereka, setiap hari makan dan minum enak, bahkan ada yang melayani!”
“Kita berdua benar-benar sial, sudah mengikuti Keluarga Himawan selama bertahun-tahun, berhasil mencapai puncak dengan susah payah, malah mendapatkan sebuah pekerjaan busuk seperti ini!”
Salah seorang pria mengeluh dengan marah setelah menyesap anggurnya.
“Sudahlah, jangan mengeluh lagi, kamu tahu temperamen Tuan Muda, jika dia sampai mengetahuinya kepalamu pasti akan dipenggal!”
Seorang pria lainnya membujuk.
Seketika, kedua pria itu ketakutan dan tidak berani berbicara lagi, hanya bisa meminum anggurnya.
Sedangkan Aron yang berada di depan pintu mendengar seluruh pembicaraan mereka.
“Keluarga Himawan?”
“Lantas Keluarga Himawan yang melakukan semua ini?”
“Apakah Robi memiliki kemampuan untuk melakukan hal seperti ini dan menghancurkan Lembah Iblis?”
Aron tidak mengerti bagaimana Keluarga Himawan bisa dengan mudah menghancurkan Lembah Iblis yang memiliki kekuatan seperti itu.
Setelah menarik nafas dalam-dalam, Aron perlahan-lahan berjalan masuk.
Dia memutuskan untuk menanyakan dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi di sini.
Di saat dua orang itu melihat Aron, mereka seketika terkejut dan gelas anggur di tangan mereka seketika jatuh ke lantai.
“Kamu…kamu…kamu…”
Dua orang itu menatap Aron dengan kaget.
__ADS_1
Aron langsung mengulurkan tangannya dan menangkap salah seorang di antara mereka lalu menampar kepalanya hingga pecah.