Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Para wanita akan berkorban


__ADS_3

Riky melirik Tuan Muda Roddy, dan berkata dengan raut wajah dingin : “Kamu ingin membantu mereka? Saya beritahu padamu, ayahku adalah…”


Riky belum sempat menyelesaikan perkataannya, namun lelaki tua di belakang Tuan Muda Roddy tiba-tiba melambaikan tangannya dan membuat tubuh Riky terbang terhempas sejauh beberapa meter ke belakang.


Dia jatuh dari lantai dua ke lantai satu dan menabrak lantai di lantai satu dengan keras, seluruh lubang di tubuhnya mengeluarkan darah, dan raut wajahnya sangat suram, dia mati dengan sangat menyedihkan.


Saat ini puluhan bawahan yang dibawa oleh Riky yang melihat kejadian itu ketakutan dan mulai kabur satu per satu, dan dalam sekejap mereka menghilang tanpa jejak.


Tuan Muda Riky mengamati sekelilingnya, dan para ahli bela diri yang tadi mengolok-olok saat ini juga kembali masuk ke kamar mereka, bisa dilihat mereka sangat takut pada orang yang ada di hadapannya.


“Halo, nama saya Roddy Tanu…”


Roddy mengulurkan tangannya kepada Nuri, tapi yang dia dapatkan hanyalah lirikan malas dari Nuri dan yang lainnya.


Awalnya mereka bertiga berniat melampiaskan kekesalan mereka pada Riky dan rombongannya, tapi tidak disangka Rody muncul dan berlagak hebat, membuat mereka bertiga kehilangan kesempatan untuk melampiaskan kekesalan mereka.


Melihat hal ini Aron berjalan keluar dari kamar, dan setelah melirik Roddy, dia menarik tangan Nuri dan Lina lalu berkata : “Ayo, kita kembali ke kamar…”


“Hm…” Wenny mendengus kesal pada Roddy lalu mengikuti Aron dan yang lainnya kembali ke kamar.


Roddy tercengang, melihat Aron membawa Nuri dan yang lainnya masuk ke kamar lalu menutup pintu kamar, tatapan matanya menyipit.

__ADS_1


“Tuan Muda…”


​Lelaki tua yang ada di belakang Roddy berkata dengan suara pelan.


Roddy mengibaskan tangannya : “Sesuatu yang saya sukai, tidak akan bisa kabur, ini sudah terlalu larut, kita bicarakan lagi besok…”


Roddy berbalik lalu pergi.


Di dalam kamar, wajah Lina memerah dan dia menepis tangan Aron, tadi Aron meraih tangannya dan tangan Nuri secara bersamaan, membuat jantung Lina berdegup kencang dan nyaris melompat keluar.


“Maaf, saya hanya refleks tidak bermaksud apa-apa…”


Melihat wajah Lina yang memerah, Aron segera menjelaskan.


Hanya saja saat ini Nuri sedang tercengang dan tidak memberikan reaksi apapun.


“Nuri, ada apa denganmu?” Aron juga menyadari ada yang tidak beres pada Nuri dan bertanya padanya.


“Tidak apa-apa!” Nuri segera menggelengkan kepalanya.


“Oh iya, bukankah Liu berpesan sesuatu kepada kalian? Apa yang kalian janjikan padanya?”

__ADS_1


Saat ini Aron tiba-tiba teringat pada ucapan Liu sebelum meninggal.


“Tidak ada, hari sudah larut, kamu istirahatlah, kami juga mau beristirahat…”


Nuri mendorong Aron keluar dari kamar.


Saat ini, Elen juga sudah kembali ke kamar, suasana menjadi sangat tertekan saat empat gadis itu berada di dalam satu kamar.


Tidak ada yang berbicara, hanya terdengar suara nafas satu sama lain.


Setelah sesaat, Nuri baru berbicara : “Lina, kalau terjadi sesuatu padaku, saya berharap kamu bisa membantuku menjaga Aron…”


“Nuri, jangan bicara sembarangan, bukankah kepala pelayan Liu sudah mengatakan tidak pasti kalian harus mengorbankan diri, mungkin Aron sendiri bisa mendapatkan Kristal Naga tanpa membutuhkan bantuan kalian…”


Lina menghiburnya.


Nuri tersenyum, dia tahu Lina sedang menghibur dirinya.


“Lina, hidup dan mati sudah ditakdirkan, saya tidak pernah menyangka tubuhku adalah Tubuh Roh Api, hanya saja karena sekarang sudah seperti ini, maka saya bersedia berkorban untuk Aron, tanpa penyesalan…”


Nuri tersenyum, namun senyumannya sedikit menyedihkan.

__ADS_1


Saat ini, empat gadis itu tidak lagi berbicara, hanya saja Elen tidak mengerti daya tarik apa yang dimiliki oleh Aron, sampai-sampai para gadis ini bersedia mengorbankan nyawa mereka.



__ADS_2