
“Lemah, terlalu lemah, hanya jarum beracun seperti itu juga ingin membunuhku? Benar-benar bercanda….”
Picak menatap Mars dan yang lainnya dengan tatapan ganas!
Melihat Picak baik-baik saja, beberapa orang itu seketika menjadi putus asa, dan tidak terlihat sedikit harapan pun di tatapan mata mereka!
“Apa kalian tidak mau berlutut dan memohon kepadaku? Mungkin saya bisa berbaik hati dan membiarkan kalian pergi!”
Picak melirik kerumunan itu dan bertanya.
Tapi tidak ada satu orang pun yang memohon padanya, karena mereka sudah tahu Picak tidak mungkin melepaskan mereka, dia hanya ingin mempermalukan mereka!
Melihat tidak ada orang yang memohon padanya, Picak sedikit marah, tatapan matanya menjadi dingin dan berkata : “Karena tidak ada yang mau memohon, maka saya akan membiarkan kalian merasakan bagaimana rasanya keracunan, hanya saja racunku ini tidak akan membuat kalian langsung mati, dia akan membuat kalian kesakitan selama 49 jam dan kemudian tubuh kalian akan perlahan membusuk lalu mati!
Picak berkata sambil mengeluarkan sesuatu yang berbentuk saset dan setelah membukanya dia mengeluarkan segenggam bubuk dan bersiap melemparkannya kepada beberapa orang itu!
Saat ini, semua orang menjadi ketakutan, Chika sangat ketakutan hingga dia menangis, dan raut wajah beberapa orang lainnya juga terlihat sangat jelek!
Tepat saat mereka semua merasa mereka pasti akan mati, tiba-tiba ada pusaran air yang naik dari kolam dingin!
__ADS_1
Dan kemudian pusaran air yang bagaikan sebuah pilar itu menerjang langit dan di atas pusaran air itu ada seseorang yang sedang duduk bersila!
“Tuan Aron, itu Tuan Aron…..”
Mars dapat melihat orang yang duduk di atas pusaran air itu adalah Aron.
Pada saat ini, sepasang mata Aron meledakkan cahaya dingin yang langsung membuat Picak gemetar!
Picak berbalik dan saat dia melihat Aron yang berhasil keluar dari dasar kolam dingin, dia seketika tercengang!
Sedangkan beberapa orang yang melihat Aron masih hidup seketika merasa bahagia dan bersemangat.
“Tidak mungkin, ini tidak mungkin, begitu banyak ulat beracun bagaimana mungkin tidak bisa membunuhmu…..”
“Ngomong-ngomong, saya seharusnya berterima kasih kepada ulat beracunmu itu!”
Tubuh Aron melayang dan perlahan mendarat, lalu berkata pada Picak dengan sinis!
Picak melihat sekelilingnya dan menemukan di permukaan kolam dingin sudah dipenuhi dengan bangkai ulat beracun yang mengambang menutupi permukaan kolam itu!
__ADS_1
“Ah……saya akan membunuhmu, ini sudah kupelihara selama bertahun-tahun!”
Melihat ulat-ulat beracun kesayangannya sudah mati, Picak menjadi kehilangan akal sehatnya dan mengarahkan tinjunya yang ganas ke arah Aron!
Aron mendengus dingin, sosoknya tiba-tiba menghilang dan sebelum Isaah sempat bereaksi, sebuah tinju sudah menghantam dada Picak!
Picak belum sempat bereaksi, dan tubuhnya sudah terlempar seperti layangan putus, Aron tiba-tiba melompat dan menghantamkan sebuah tinju ke arah Picak yang masih terlempar di udara!
Setiap tinju yang mengenai tubuh Picak membuat tubuh Picak terhempas naik hingga jarak tertentu, dan saat mencapai ketinggian hingga hampir 20 meter, Aron pun mendarat turun!
Sedangkan tubuh Picak jatuh dari ketinggian dengan bebas, dan langsung menghantam tanah dan membuat sebuah lubang besar di tanah, topeng wajahnya juga terbelah dua!
Di balik topeng wajah itu ada sebuah wajah yang sangat ganas dan menakutkan, seperti setan dan membuat Chika ketakutan dan terus berteriak!
Picak memuntahkan seteguk darah dari mulutnya dia ingin bangkit tapi sama sekali tidak bisa, sepasang matanya menatap Aron dengan ngeri, dan tatapannya penuh ketidakpercayaan, dia menyadari kalau kekuatan Aron tiba-tiba meningkat pesat sehingga dia bahkan tidak mempunyai kekuatan untuk melawannya!
“Apa ini kemampuan terbaikmu?” Aron berkata sambil menatap Picak!
“Aron, kamu….kamu tidak bisa membunuhku, kalau tidak ayah angkatku tidak akan membiarkanmu, kalau kamu melepaskanku, saya bisa menyerahkan Lembah Ilusi dan bisa memberikan semua yang ada di Lembah Ilusi kepadamu…..”
__ADS_1
Picak menggertakkan giginya dan berkata!
“Kamu ini benar-benar tidak tahu malu, Lembah Ilusi ini bukan milikmu, kalau kamu menyerahkannya lalu bagaimana? Lagipula kalau saya membunuhmu bukankan Lembah Ilusi ini juga akan menjadi milikku?”