
Aron merasakan tekanan yang luar biasa datang ke arahnya, seolah-olah ada gunung besar yang menekannya!
Aron menggertakkan giginya lalu cahaya merah di matanya semakin pekat, kekuatan di dalam tubuhnya yang begitu mendominasi langsung meledak!
Kekuatan yang besar ini membuat tekanan itu menghilang, dan Gelang Semesta yang ada atas kepala Aron seketika terlempar lalu kembali ke tangan Robi!
Merasakan kekuatan Naga Ilahi yang begitu mendominasi, Aron merasa sangat senang!
“Kekuatan apa yang masih kamu miliki, gunakan saja!”
Aron menatap Robi dengan dingin!
“Aron, jangan merasa puas dulu, cepat atau lambat kamu akan tahu…”
Setelah Robi berkata, dia melemparkan Gelang Semestanya ke udara dan sebuah portal yang gelap muncul, Robi langsung meraih Raden dan melompat ke dalam portal itu!
Aron yang hendak mengejarnya tapi portal itu sudah menghilang!
Aron bergegas melihat ke sekelilingnya, karena Robi mengatakan Gelang Semesta hanya bisa berteleportasi sejauh seratus meter, jadi Aron melihat untuk mencari kemana dua orang ini melarikan diri.
Tapi Aron sudah mencari cukup lama dan tidak menemukan sosok Robi dan Raden, dengan penglihatan Aron saat ini, jangankan seratus meter walau seribu meter juga dapat dia lihat dengan jelas.
Tapi saat ini sama sekali tidak terlihat sosok kedua orang itu, satu-satunya penjelasan adalah Gelang Semesta itu dapat berteleportasi lebih dari seratus meter, dan Robi membohongi Aron!
“Benar-benar bajingan licik…”
__ADS_1
Mengingat Robi yang menipu dirinya membuat Aron mengumpat!
Aron menyimpan Pedang Naganya lalu bergegas menuju ke pantai, dia khawatir dengan keselamatan Lina, dia harus mencari tahu apakah Lina benar-benar terkena racun Raden!
Saat itu, di sebuah dermaga di Pulau Naga, Kurniawan dan yang lainnya sedang mengelilingi Lina dengan cemas!
Siapapun tidak tahu apa yang terjadi pada Lina, tidak lama setelah tiba di Pulau, Lina langsung pingsan dan tubuhnya masih kejang-kejang secara berkala!
Ini membuat Kurniawan dan yang lainnya terkejut, dan bergegas memapah Lina kembali ke dermaga!
Karena mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dan saat ini Aron sedang tidak ada di sana, membuat mereka semua seperti semut yang jatuh ke dalam panci!
“Lina, Lina, bangunlah, bangunlah…”
Indrawan menggenggam tangan Lina dengan erat dan mulai meneteskan air mata!
Jhonatan juga membujuk Indrawan, dan berkata pada Jekson : “Jekson, cepat pergi cari Aron, minta Aron segera kemari!”
“Baik!”
Jekson mengangguk dan bergegas pergi mencari Aron!
Pada saat ini Aron sedang berada dalam perjalanan menuju dermaga!
Jekson berjalan belum jauh dari dermaga dan sudah bertemu dengan Aron!
__ADS_1
“Tuan Aron…”
Melihat Aron, Jekson langsung berteriak kegirangan.
“Jekson, kenapa kamu kemari, di mana Lina dan yang lainnya?”
Melihat Jekson, hati Aron merasakan perasaan yang tidak enak!
“Tuan Aron, saya datang untuk mencarimu, entah kenapa Nona Lina tiba-tiba pingsan, sekarang Tuan Kurniawan sangat cemas…”
Jekson berkata pada Aron.
Aron yang mendengarnya mengernyitkan keningnya dan sosoknya melesat ke arah dermaga!
Jekson mengikuti dari belakang!
Saat dua orang itu tiba di dermaga, mereka melihat Lina yang terbaring di atas hamparan rumput dan tidak bergerak, Indrawan terus menjaganya di samping sambil menangis!
Melihat Aron datang, Kurniawan bergegas bangkit berdiri dan meraih Aron sambil berkata : “Aron, kamu harus menyelamatkan Lina, entah apa yang terjadi padanya, dia tiba-tiba pingsan…”
“Tuan Kurniawan, jangan khawatir, saya sudah tahu apa yang terjadi.”
Aron berjongkok dan memapah Lina berdiri.
Sebuah kekuatan spiritual masuk ke tubuh Lina tapi sama sekali tidak berguna, Aron lalu memeriksa nafas Lina dan dia merasa lega!
__ADS_1