Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Ayah Robi datang menuntut balas


__ADS_3

Karena setiap malam, Arthur akan datang ke sel ini!


Sel Nuri dilengkapi dengan perabotan yang bagus dan mendapatkan perawatan terbaik, salah satunya yang tidak didapatkan adalah sinar matahari dan kebebasan.


Di saat Arthur memasuki ruangan sel, Buri bangkit secara mekanis, melepaskan jaketnya dan memperlihatkan lengannya yang seputih salju.


Lengan Nuri dipenuhi dengan bekas jarum besar dan kecil!


Arthur juga tidak basa-basi, dia langsung mengeluarkan jarum suntik dan menancapkannya, segera darah tersedot keluar dari jarum suntik itu.


Nuri melihat darahnya yang disedot keluar dan sudah tidak menunjukkan ekspresi apa pun.


Dia sudah terbiasa!


Setelah darahnya tersedot keluar, Arthur meletakkan sebuah pil obat di atas meja.


Ini untuk menjaga kesehatan tubuh Nuri, Arthur tahu Nuri adalah pusaka, dan tidak akan melakukan hal-hal yang merugikannya.


Arthur menyimpan darah segar itu dan berbalik bersiap untuk keluar dari sel!


Di saat itu, Nuri angkat bicara.


“Bagaimana keadaan Aron sekarang?”


Nuri bertanya pada Arthur.


Nuri sudah sangat lama tidak pernah berbicara, hari ini tiba-tiba dia berbicara.


Arthur berjalan sambil berkata : “Masih hidup…”


Setelah mengetahui Aron masih hidup Nuri menghela nafas lega.

__ADS_1


Arthur membawa darah Nuri dan langsung berjalan ke kedalaman penjara bawah tanah.


Di kedalaman penjara bawah tanah, dipenuhi dengan berbagai bau tak sedap.


Sesampainya di sel paling dalam, Arthur melemparkan darah yang baru saja dia ambil ke dalam.


Setelah itu, terdengar suara tegukan keras dari dalam sel yang gelap itu.


Suara itu segera berhenti lalu terdengar suara yang serak : “Apakah Aron sudah dibunuh?”


“Belum, Satria dari Keluarga Himawan sudah menuju ke wilayah Selatan untuk membunuh Aron, jadi saya menunda misi pembunuhan kita.”


Arthur menjawab.


“Hm, ingat, Aron tidak boleh dibiarkan, anak ini pasti akan menjadi masalah terbesar di masa depan.”


Suara yang serak itu terdengar lagi.


...****************...


Pagi-pagi sekali, Aron bangun dan berpamitan dengan Bella dan yang lainnya!


Bella dan Aila mengantar Aron ke depan pintu Istana Lotus dengan berat hati!


“Kak Aron, kamu jangan melupakan apa yang sudah kamu katakan, kalau ada waktu kamu harus datang untuk melihat kita…”


Aika berkata pada Aron.


“Jangan khawatir, saya pasti akan melakukannya!”


Aron membelai kepada Aila dengan lembut lalu melirik sekilas ke arah Bella dan berbalik untuk pergi.

__ADS_1


Namun sebelum Aron sempat melangkah, dia tercengang dan mengernyitkan keningnya dengan erat.


Dia merasakan aura yang kuat datang menghampiri dan mengelilingi sekitarnya.


Salah satu dari aura itu terasa begitu kuat sehingga seluruh Istana Lotus diselimuti oleh aura yang kuat ini, tampaknya aura ini sengaja diledakkan untuk mencegah orang-orang di dalam Istana Lotus kabur.


Bella dan semua orang di Istana Lotus merasakan tekanan yang menakutkan ini dan raut wajah mereka berubah drastis.


Tidak lama kemudian, beberapa orang terlihat di depan pintu Istana Lotus, dan salah satu di antara mereka adalah seorang pria paruh baya dengan ekspresi dingin, dia melihat sekelilingnya lalu bertanya pada Aron : “Kamu adalah Aron?”


Arin mengangguk lalu bertanya : “Siapa kamu?”


“Satria…”


Pria paruh baya itu menjawab.


Bam!


Aron merasa kulit kepalanya kebas, dia tidak menyangka ayah Robi sudah keluar dari pengasingan dan mencarinya hingga kemari.


Merasakan aura di tubuh Satria, jelas jauh lebih kuat dari Damo.


Kekuatan seperti ini, Aron benar-benar tidak yakin cara menghadapinya.


“Putramu tidak bisa mengalahkanku, sekarang berganti ayahnya yang datang…”


Meskipun Aron khawatir dia bukan tandingan Satria, tapi dia tidak boleh kalah dalam hal momentum, dan berkata sambil tersenyum sinis.


“Nak, jangan banyak omong kosong, hari ini saya datang untuk membalas dendam, kamu menghancurkan Keluarga Himawa dan melukai putraku, saya akan menghancurkan mayatmu…”


Satria berkata dengan ekspresi muram dan aura di tubuhnya tidak berhenti diledakkan.

__ADS_1



__ADS_2