
Tetua Pertama berkata!
“Picak ini, cukup waspada juga…..”
Aron tersenyum ringan!
Setelah rombongan itu tiba di kolam dingin, suhu disini jauh lebih rendah, dan kolam dingin ini membagi lembah menjadi dua bagian, untuk tiba ke sisi lain, harus menyeberangi kolam dingin!
Kolam dingin itu mengeluarkan hawa dingin, dan seluruh permukaan airnya berkabut, tidak ada yang bisa dilihat dengan jelas, hanya ada beberapa perahu kecil yang mengambang di tepi kolam!
“Tuan Aron, coba lihat……..”
Tetua Pertama berkata sambil mengambil sebuah batu dan melemparkannya ke dalam kolam dingin!
Air memercik dan kemudian diikuti dengan beberapa bayangan hitam yang muncul di air, lalu kemudian menghilang lagi dengan cepat!
“Ini adalah makhluk beracun yang dipelihara oleh Picak, dia mendapatkan semua makhluk beracun ini dari Desa Poison, dan dengar-dengar Isaah memiliki hubungan dengan Desa Poison!”
Tetua Pertama berkata pada Aron.
“Walau dia ada hubungannya dengan Dewa Langit, hari ini dia pasti akan mati!” Aron berkata dengan tegas : “Kalian tunggulah disini, saya akan pergi sendiri!”
Aron berkata, lalu hendak melompat dan menuju ke perahu kecil itu, tapi tiba-tiba di seberang kolam dingin tiba-tiba terlihat segerombolan orang, dan mereka semua naik ke perahu dan datang menuju sisi berlawanan!
“Picak, itu Picak…….”
__ADS_1
Tetua Pertama yang melihat orang yang ada di atas perahu pertama menunjukkan raut wajah kaget!
Setelah dikendalikan selama bertahun-tahun oleh Picak, masih tersisa ketakutan di dalam hatinya!
Pada saat ini Isaah juga melihat empat tetua serta Aron dan yang lainnya, dia mengernyitkan keningnya : “Bukankah kalian berempat sudah mati? Apa yang terjadi?”
Picak berkata dengan suara yang dingin dan matanya juga memancarkan hawa dingin!
Empat tetua itu saling memandang dan tidak ada satupun dari mereka yang berani bersuara, tatapan mereka dipenuhi dengan ketakutan.
Aron yang melihat ini seketika menoleh ke arah Picak dan bertanya : “Kamu adalah Penguasa Lembah Ilusi, Picak?”
“Benar, siapa kamu?” Picak menatap Aron dengan serius!
“Namaku Aron!”
“Jadi kamu adalah orang yang membunuh orang-orangku, Aron!” Isaah memelototi Aron, lalu menatap keempat tetua itu dengan curiga : “Apa yang terjadi pada kalian berempat? Musuh Lembah Ilusi sudah berada di depan mata, kalian malah acuh tak acuh, kenapa tidak langsung menghabisinya?”
Tidak satu pun dari empat tetua itu yang bergerak, siapapun tidak berani bergerak, mereka sudah melihat kekuatan Aron dan walau mereka berempat bergabung, mereka tidak akan bisa menandingi Aron!
Melihat empat tetua itu tidak bergerak, mata Isaah sedikit menyipit seolah sedang memikirkan sesuatu : “Tidak disangka ternyata ada orang yang bisa membunuh kelabangku, pantas saja empat orang ini tidak lagi patuh, tapi tidak masalah, walau kamu bisa membunuh kelabangku lalu kenapa, sudah tiba di Lembah Ilusi, maka ini akan menjadi kuburanmu…..”
“Ini akan menjadi kuburanmu….”
“Ini akan menjadi kuburanmu….”
__ADS_1
Suara picak begitu keras dan menggema di seluruh Lembah Ilusi.
Air di seluruh kolam dingin mulai mendidih, seolah baru direbus hingga matang, dan membuat Mars dan empat tetua lainnya ketakutan dan terus mundur!
Aron menatap Picak dengan acuh tak acuh, matanya berkedip dengan dingin : “Ini akan menjadi kuburan siapa, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan saat ini!”
Setelah berkata, Aron melompat dan mendarat di sebuah perahu kecil, dan dengan lambaian tangannya yang ringan, perahu kecil itu berlayar dengan cepat menuju picak!
“Tuan Aron, hati-hati jangan melawannya di kolam dingin…..”
Tetua Pertama yang melihat itu bergegas memperingatkan Aron!
“Kalian para pengkhianat ini, saya akan mencabik-cabik mayat kalian…..”
Picak mengamuk, dia tiba-tiba mendorong telapak tangannya dan tekanan besar menyapu air dari seluruh kolam dingin, ombak dahsyat menerjang ke arah Aron, dan makhluk beracun dalam kolam dingin itu juga keluar dari air dan menuju ke arah Empat tetua dan Mars yang ada di tepi kolam!
“Mundur…….”
Tetua Pertama yang melihat ini bergegas berteriak ketakutan dan segera mundur!
Aron yang melihatnya tiba-tiba tubuhnya terangkat dan kemudian dia melangkah mundur dengan cepat, pada saat bersamaan, dia juga melambaikan tangannya dan tekanan besar langsung menekan gelombang yang mengerikan itu!
Kolam dingin itu sudah kembali menjadi tenang tapi pada saat ini di permukaan kolam muncul sebuah gelombang dan kemudian bergerak ke arah Picak seperti anak panah yang melesat tajam dan membelah seluruh kolam dingin!
Picak yang melihat ini seketika melompat dan perahu di bawah kakinya langsung hancur dihantam gelombang.
__ADS_1