
Robi melirik ke arah Aron dan tidak mengatakan apa-apa, hanya satu tatapannya itu membuat Aron merasakan sesuatu yang aneh, jangan lihat Robi yang wajahnya penuh dengan senyuman dan tampak santai, tapi Aron malah merasakan aura yang begitu berbahaya dalam dirinya.
Harimau yang tersenyum, mungkin adalah pepatah yang cocok untuk menjelaskan orang ini!
“Ketua Dewan Wiwanto, ini adalah undanganku…”
Robi tidak menunggu Wiwanto buka mulut, dia langsung menyerahkan undangannya kepada Wiwanto.
Wiwanto melirik undangan itu dan tidak mengatakan apa-apa, tapi raut wajahnya berubah menjadi sangat jelek.
Pelatihan kali ini tiba-tiba bertambah beberapa orang ini, dan ini membuat Wiwanto merasa tertekan, apalagi lelaki tua yang ada di belakang Robi.
Kekuatan lelaki tua itu hampir sebanding dengan Wiwanto, jika dia benar-benar menemukan harta karun di dalam makam kuno itu dan pihak lain menginginkannya, maka dia pasti tidak bisa menghentikannya.
Namun pihak lain juga memiliki undangan, Wiwanto juga tidak bisa menghentikan mereka, sekarang dia hanya bisa mengambil satu langkah pada satu waktu.
“Kepala keluarga keluarga King, Kepala keluarga keluarga King, kamu tidak memiliki undangan tidak bisa masuk ke dalam.”
Saat ini dua orang penjaga di depan pintu tiba-tiba berteriak keras, diikuti dengan Naveen yang menerobos masuk dengan tergesa-gesa.
“Kepala keluarga keluarga King…”
__ADS_1
Wiwanto yang melihat itu segera menyambutnya, dia melambaikan tangannya agar dua penjaga itu mundur.
“Ayah, kenapa kamu kemari?” August juga melangkah maju dan bertanya dengan kebingungan.
Naveen mengabaikan mereka, sepasang matanya menatap Aron dengan erat.
Semua orang melihat Naveen menatap Aron, raut wajah mereka penuh kebingungan.
“Tuan Aron, kenapa Naveen menatapmu seperti itu?”
Eddyt berbisik dan bertanya pada Aron.
“Entahlah, mungkin dia merasa saya tampan!” Aron tersenyum ringan.
Setelah Naveen menatap erat pada Aron selama sesaat, dia baru memalingkan wajahnya dan berkata pada August : “August, kemari sebentar!”
Naveen memanggil August dan pergi ke sisi lain, lalu berkata dengan wajah muram : “Pelatihan kali ini, kamu harus mencari kesempatan untuk melumpuhkan Aron.”
August tercengang : “Ayah, untuk apa melumpuhkan Aron? Apakah orang itu mencari masalah dengan Keluarga King?”
August tidak mengerti kenapa ayahnya tiba-tiba ingin menyerang Aron, kekuatan Aron juga tidak terlalu kuat, tidak ada yang istimewa.
__ADS_1
“Kamu tidak perlu bertanya, lakukan saja apa yang saya minta, hanya saja jangan bunuh dia, mengerti tidak?”
Naveen bertanya.
“Iya, saya mengerti!” August menganggukkan kepalanya.
Merasakan kemarahan dan niat membunuh dari tubuh ayahnya, August benar-benar tidak mengerti apa yang Aron lakukan hingga memprovokasi ayahnya ini.
Setelah selesai berpesan pada August, Naveen mencari Wiwanto dan berbisik : “Ketua Dewan Wiwanto, saya tidak ingin kamu ikut campur atas masalah apapun yang terjadi pada Aron dalam pelatihan kali ini.”
“Kepala keluarga keluarga King, apa maksudmu? Kamu mau membunuhnya?” Wiwanto mengernyitkan keningnya : “Tuan Gino baru saja berpesan, jika kamu membunuhnya maka akan membuat kita semua berada dalam posisi yang sulit.”
“Ketua Dewan Wiwanto tenang saja, saya tidak akan membunuhnya, hanya akan melumpuhkan kekuatannya.” Naveen berkata dan mengeluarkan sebuah cincin zamrud dan memasukkannya diam-diam ke dalam saku Wiwanto.
Wiwanto sudah melihatnya sejak awal dan menganggukkan kepalanya : “Selama tidak membunuhnya maka saya akan berpura-pura tidak melihat apapun.”
Setelah Naveen memelototi Aron dengan kejam dia lalu pergi.
Tidak ada yang tahu apa alasan Naveen, hanya Aron sendiri yang tahu, sepertinya masalah tentang Lima Pelindung dari Keluarga King yang dibunuh olehnya sudah diketahui oleh Naveen.
August saat ini menatap Aron dengan tatapan penuh kebencian.
__ADS_1
Wiwanto melirik jam lalu merapikan pakaiannya dan berkata : “Sekarang waktu untuk pelatihan sudah tiba, setelah memasuki area pelatihan, semuanya harus berhati-hati, ada banyak bahaya di dalam sana, saya berharap kalian tidak keluyuran sembarangan dan jangan menyentuh apapun sembarangan, jika kalian tidak sengaja memicu perangkap yang ada di dalam, maka tidak ada seorang pun yang akan menyelamatkan kalian, baik hidup maupun mati…”