Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Serahkan Lukisan Itu


__ADS_3

Mendengar Eddyt berkata seperti itu, Arthur menarik kembali auranya dan menatap Aron dengan dingin : “Aron, melihat muka Tuan Gino saya bisa mengampunimu kali ini, tapi kamu harus menyerahkan lukisan yang kamu temukan di makam kuno itu kepadaku…”


“Saya yang menemukannya, atas dasar apa harus diserahkan kepadamu, kalau kamu punya kemampuan, bunuh saja saya hari ini, saya tidak akan mungkin menyerahkan lukisan itu kepadamu.”


Aron tahu betapa berharganya lukisan itu, mana mungkin dia menyerahkannya kepada Arthur.


“Hm, orang sepertimu juga merasa layak memiliki Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil, barang itu di tanganmu sama saja dengan menyia-nyiakan benda pusaka…”


Arthur berteriak marah : “Serahkan Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil sekarang juga, saya bisa membiarkan masa lalu berlalu, juga bisa membantumu menyelesaikan masalah Tuan Muda Keluarga Tanu dan Klan Petir yang sudah kamu bunuh.”


“Memintaku menyerahkan Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil padamu, jangan bermimpi, kecuali kamu membunuhku sekarang dan merebutnya dariku…”


Aron menatap Arthur dan mencibir, orang ini jelas-jelas datang karena mengincar Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil.


Raut wajah Arthur membeku dia menggertakkan giginya dan berkata : “Jangan kira saya tidak berani membunuhmu…”


Aura yang menakutkan kembali terpancar dari tubuh Arthur.


“Ketua Arthur, jika kamu berani menyerang di Detasemen Perlindungan Hukum, apakah saya harus menelpon Tuan Gini?”

__ADS_1


Eddyt mengeluarkan ponselnya dan bersiap menelpon!


Arthur memelototi Eddyt dengan ganas lalu berkata dengan tajam : “Kita lihat saja nanti…”


Arthur pergi dengan penuh amarah.


Setelah Arthur pergi, Eddyt baru merasa lega, punggungnya sudah basah oleh keringat sejak tadi.


Dia tidak mempunyai telepon Tuan Gino, kalau Arthur benar-benar menyerang Eddyt juga tidak bisa melakukan apa-apa.


“Tuan Aron, sepertinya untuk sementara kamu harus meninggalkan Kota Dama dan bersembunyi di suatu tempat, orang-orang dari Aliansi Seni Bela Diri ini bisa melakukan apa saja, meskipun Tuan Gino mendukungmu tapi juga sulit menghentikan mereka untuk menyerangmu secara diam-diam…”


“Saya juga berpikiran seperti itu, saya berniat meninggalkan Kota Dama untuk sementara waktu dan berkultivasi dengan benar!”


Aron sudah lama tidak berlatih dengan benar, dan sekarang dia sudah memiliki Lukisan Pegunungan dan Sungai Sembilan Puluh ribu mil, tidak perlu khawatir akan kekurangan energi spiritual, jadi dia harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk berlatih dan menyelamatkan ibunya dari Keluarga King.


“Sekarang belum terlambat, saya akan meminta orang untuk membawa Tuan Aron dan yang lainnya meninggalkan kota, dengan adanya anggota Detasemen Perlindungan Hukum, tidak akan ada orang yang berani bertindak diam-diam, jika mereka berani membunuh pejabat, maka mereka tidak akan bisa mempertanggungjawabkannya.”


Eddyt berniat meminta seseorang untuk mengantar Aron, Nuri dan yang lainnya meninggalkan Kota Dama.

__ADS_1


Namun pada saat ini, seorang anggota Lembah Tanpa Bayangan yang berlumuran darah berlari menghampiri dengan tergesa-gesa.


“Tuan Aron, Tuan Aron…”


Anggota Lembah Tanpa Bayangan itu terus berteriak di Detasemen Perlindungan Hukum.


Aron bergegas keluar dari aura dan saat melihat anggota Lembah Tanpa Bayangan yang terluka, Aron mengernyitkan keningnya dan berkata : “Apa yang terjadi?”


“Tuan Aron, Klan Petir dan Keluarga Tanu bekerja sama untuk menyerang Lembah Tanpa Bayangan, mereka menyerang dengan kejam dan sudah banyak anggota kami yang meninggal, Tuan Besar dan Tuan Muda sudah hampir tidak bisa menahannya…”


Setelah anggota Lembah Tanpa Bayangan itu selesai bicara, dia langsung pingsan.


Aron yang mendengarnya ketika meledakkan niat pembunuh yang menakutkan lalu berkata pada Eddyt : “Ketua Detasemen Eddyt, bantu saya jaga dia…”


Setelah berkata, sosok Aron langsung melesat dan menuju ke Lembah Tanpa Bayangan dengan terburu-buru.


Eddyt masih ingin mengatakan sesuatu tapi sudah tidak sempat, sosok Aron sudah menghilang!


Eddyt hanya bisa meminta seseorang untuk mengobati luka anggota Lembah Tanpa Bayangan itu, dan bergegas memberitahukan kepada Nuri dan Lina.

__ADS_1


__ADS_2