Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Sampai Di desa Racun


__ADS_3

“Raja Poison, Nona Neli dan anak itu akan segera tiba di Desa Poison, anak itu sudah terpesona oleh Nona Neli, dan dia menempel di sisi Nona Neli seperti seekor anjing pug.”


Seorang anggota Desa Poison melapor pada Raja Poison.


“Hm!” Raja Poison mengangguk dengan puas.


Setelah anggota Desa Poison itu pergi, lima orang masuk ke ruang utama Raja Poison.


Lima orang itu adalah Lima Pengurus Desa Poison.


“Apakah kalian sudah menyiapkan semua bahan untuk melatih Raja Mayat?”


Raja Poison bertanya pada Lima Pengurus.


Pengurus Utama mengangguk: “Raja Poison, semuanya sudah disiapkan, hanya saja saya khawatir anak itu kebal terhadap semua racun, dan racun itu nantinya tidak akan berpengaruh padanya...”


​“Tenang saja, sekarang Aron itu sudah terpesona dengan Neli, dia akan melakukan apa saja yang diperintahkan oleh Neli, saya sudah menyiapkan Bubuk Penghilang Kekuatan, asalkan Aron memakannya dia akan kehilangan kekuatannya, tanpa kekuatannya apa yang bisa dia gunakan untuk melawan serangga beracun itu?”


Raja Poison tersenyum tipis.


“Raja Poison, bagaimana jika Aron memakan Bubuk Penghilang Kekuatan itu dan tidak bisa bertahan hingga tujuh hari dan mati?”

__ADS_1


Pengurus Utama bertanya dengan heran.


Kalau tidak memiliki kekuatan, siapa yang bisa bertahan selama tujuh hari di dalam ruangan yang dipenuhi dengan serangga beracun?


“Tidak akan, tubuh Aron sudah sangat kuat, alasan kenapa saya ingin menjadikan dia sebagai Raja Mayat karena melihat tubuhnya yang mendominasi...”


Raja Poison tertarik untuk menjadikan Aron sebagai Raja Mayat setelah menonton video pertarungan antara Aron dan Dika.


​Melihat Raja Poison berkata demikian, Lima Pengurus juga tidak berani mengatakan apa-apa lagi.


...


Di hutan yang lebat dengan sedikit cahaya dari sinar rembulan, Aron dan Neli berjalan dengan cepat di jalanan pegunungan.


“Apa belum sampai?”


Aron melihat ke jalan yang gelap dan sedikit mengernyit.


Dia tidak menyangka Desa Poison begitu jauh dan tersembunyi di dalam pegunungan.


“Sudah mau sampai, di depan ada sebuah lembah, di situ tempatnya...”

__ADS_1


Neli berkata sambil menunjuk ke depan.


Aron tidak punya pilihan lain selain terus berjalan dengan Neli.


​Hingga saat tengah malam keduanya baru tiba di Desa Poison, di depan pintu masuk Desa Poison, ada banyak orang yang sedang berjaga, saat penjaga melihat Neli, dia langsung membuka pintu: “Nona Neli, akhirnya kamu sampai juga, Raja Poison masih menunggumu...”


Neli sedikit kaget, dia tidak menyangka sudah selarut ini Raja Poison masih menunggu dirinya, lantas dia akan langsung mengurung Aron di dalam kamar untuk berlatih menjadi Raja Mayat?


“Iya, saya sudah tahu!” Neli mengangguk, lalu membawa Aron berjalan masuk ke Desa Poison.


Saat para penjaga Desa Poison menatap Aron yang memegang tangan Neli dengan tatapan serakah, mereka semua merasa sangat iri, mereka sudah lama terpesona pada penampilan Neli, hanya saja tidak ada yang berani bertindak pada Neli, terlepas dari kekuatan Neli, hanya dengan status Neli sebagai putri angkat dari Raja Poison, mereka mana berani menyentuhnya!


Aron mengikuti Neli masuk ke Desa Poison, dan menemukan bahwa hampir seluruh Desa Poison terbuat dari bangunan kayu, ada sebuah bangunan berlantai dua di tengah Desa Poison yang terlihat lebih megah dan mendominasi, seharusnya itu adalah tempat dimana Raja Poison berada.


Benar saja, Neli membawa Aron berjalan menuju bangunan berlantai dua, di aula di lantai pertama seorang pria sedang duduk di kursi utama, meskipun pelipis pria itu sudah berubah, tapi garis wajahnya yang tampan masih terlihat.


Di bawah kursi utama, lima orang sedang berbaris dan mereka adalah Lima Pengurus Desa Poison, Aron sudah pernah bertemu dengan mereka.


Namun setelah masuk ke dalam, sepasang mata Aron tidak melihat sekeliling, melainkan menatap lurus ke arah Neli, sepasang tangannya melingkar dengan erat pada lengan Neli, dan tatapan matanya sangat panas.


“Ayah angkat, saya sudah membawa Aron kembali...

__ADS_1


Neli berkata pada Raja Poison tanpa ekspresi.


__ADS_2