
Saat ini, Adon sedang berada di pesawat menuju ke Kota Letta.
Sekarang dia akan menggunakan bantuan Menara Setan untuk mempercepat peningkatan kekuatannya, agar dia dapat menyelamatkan ibunya dan Nuri sebelum tahun baru.
Sekitar lima jam kemudian, pesawat mendarat dengan mulus di Kota Letta!
Setelah memesan taksi, Aron langsung pergi menuju manor Keluarga Jota.
Manor Keluarga Jota yang awalnya sudah menjadi reruntuhan, kini sudah dibangun kembali dan mesin-mesin memenuhi manor!
Hal ini membuat Aron bingung, dia tidak tahu siapa yang mengambil alih manor Keluarga Jota dalam waktu sepuluh hari ini.
Aron berjalan menuju pintu dan dihentikan oleh penjaga, melihat dia tidak bisa masuk melalui pintu maka dia mengambil ancang-ancang untuk melompati pagar.
Aron berencana pergi ke Menara Setan untuk melihat-lihat, jika tempat itu dibangun kembali oleh seorang pengembang biasa, maka Aron akan membayar untuk membeli tempat itu!
Karena dia tidak memiliki cara untuk membawa pergi Menara Setan, maka dia harus menjadikan tempat ini sebagai miliknya, bahkan Aron berencana untuk menjadikan tempat ini sebagai sebuah klan dan memulai klan bela dirinya sendiri, agar dia dapat bertarung melawan Aliansi Seni Bela Diri.
Meskipun Aron memiliki Kuil Naga Langit, tapi Kuil Naga Langit tidak pantas untuk diekspos, Aron dapat memulai sebuah klan baru dan kemudian menyatukannya dengan beberapa cabang Kuil Naga Langit.
Dengan begitu, kekuatan Aron akan meningkat secara signifikan, dan dengan menggunakan Menara Setan, bukan hal yang tidak mungkin untuk menyelamatkan ibunya dan Nuri sebelum tahun baru.
Setelah menghindari beberapa pekerja konstruksi di dalam manor, Aron berjalan menuju Menara Setan dan menemukan ada beberapa Great Grand Master yang berjaga di bawah Menara Setan.
__ADS_1
Melihat beberapa Great Grand Master itu Aron mengernyitkan keningnya.
Kemunculan beberapa Great Grand Master ini menunjukkan kalau manor Keluarga Jota tidak dibangun kembali oleh pengembang biasa, tapi oleh sebuah keluarga bela diri yang mengambil alih tempat ini.
Saat ini Aron berharap keluarga itu belum mengetahui rahasia dari Menara Setan, dengan begitu Aron dapat bernegosiasi dengan pihak lain.
Saat ini, beberapa Great Grand Master itu juga sudah menyadari kehadiran Aron dan salah satu dari mereka langsung menghentikan Aron : “Siapa kamu? Kenapa menerobos masuk kemari?”
Melihat Aron, beberapa Great Grand Master itu menjadi gugup, karena orang biasa tidak akan bisa mendekati tempat ini.
“Ini adalah tempat milikku, saya ingin bertanya, siapa kalian? Kenapa mengambil alih tempatku?”
Aron bertanya balik kepada mereka.
Pertanyaan Aron membuat beberapa Great Grand Master itu menjadi bingung.
Jadi Great Grand Master itu memberi isyarat kepada satu orang lainnya dan meminta dia untuk memanggil Paman Martin.
Hanya dengan memanggil Paman Martin, maka masalah bisa dijelaskan.
Segera, Paman Martin menghampiri dan saat Paman Martino melihat Aron, dia langsung termenung.
“Dia…dia…”
__ADS_1
Paman Martin menunjuk Aron, dia menjadi sangat ketakutan dalam sejenak dan tidak bisa berbicara.
Sedangkan Aron mengenali Paman Martin dan menyeringai : “Sepertinya, kamu yang membawa orang-orang ini kemari ya?”
“Dia adalah Aron, dia adalah Aron…”
Paman Martin akhirnya berteriak.
Beberapa Great Grand Master Keluarga Himawan yang mendengarnya seketika terkejut dan kemudian meledakkan aura di dalam tubuh mereka, serta mengeluarkan senjata mereka.
Aron mengulurkan tangannya dan langsung melayangkan sebuah tamparan ke arah kepala Paman Martin.
Aron melakukan ini untuk menutup mulut Paman Martin, dia tahu Paman Martin adalah kepala pelayan lama Keluarga Jota dan dia pasti mengetahui rahasia Menara Setan.
Meskipun dia tidak tahu apakah Paman Martin sudah mengungkapkan rahasia Menara Setan atau tidak, tapi dia harus membunuhnya terlebih dulu.
“Kamu berani membunuh orang dari Keluarga Himawan, pantas mati…”
Seorang Great Grand Master berkata dengan marah.
“Kalian adalah orang dari Keluarga Himawan di Kota Dama?”
Aron mengernyitkan keningnya.
__ADS_1
Dia tidak menyangka, orang-orang dari Keluarga Himawan akan datang kemari, namun saat mengingat Robi dan Raden yang bekerja sama, dan ingin mencoba untuk membunuhnya, dia tidak merasa heran jika orang dari Keluarga Himawan datang kemari.