Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Wanita Penggoda


__ADS_3

Aron sedang minum dengan Jekson, musik di bar diputar, melihat orang-orang yang tidak berhenti menari dengan gila Aron merasa sedikit santai.


Setelah dibebaskan dari penjara, Aron jarang mengalami momen santai seperti ini.


“Tuan Aron, keberuntunganmu dengan wanita sangat baik…”


Saat itu Jekson tiba-tiba menyeringai.


Aron tercengang : “Apa maksudmu?”


Jekson tidak mengatakan apapun, dia memberi isyarat dan Aron bergegas melihat ke arah tatapan Jekson, dan menemukan seorang gadis yang mengenakan gaun ketat berwarna hitam dan tidak berhenti menatap Aron.


Ekspresi gadis itu tampak dingin, dan dia tampak tidak selaras dengan kerumunan yang menari di sekitarnya!


“Lantas dia tidak pergi?”


Setelah melihat gadis itu, Aron tampak ragu.


Jekson tersenyum : “Tuan Aron, saya pergi dulu, kamu jangan pulang terlalu malam, karena di rumah masih ada dua wanita….”


Jekson bangkit berdiri dan pergi sementara Aron berjalan ke arah gadis itu dengan segelas anggur merah, dan langsung duduk.


“Kenapa kamu belum pergi? Apa kamu sengaja ingin menemaniku?”


Aron bertanya dengan bingung.

__ADS_1


Perkataan Aron membuat gadis itu tercengang dan tersenyum, memperlihatkan dua baris gigi putihnya dan senyumannya ini membuat orang kewalahan dan membuat jantung Aron berdebar untuk beberapa saat.


“Apakah ini caramu menggoda wanita?”


Tanya gadis itu.


“Menggoda siapa? Menggodamu?” Aron tercengang dan menyeringai : “Sudahilah, saya masih ingin hidup lebih lama, tidak berani menggodamu….”


​Setelah berkata Aron bangkit berdiri dan berkata : “Jangan gunakan pesonamu padaku, saya tidak akan terjerat!”


Aron langsung keluar dari bar dan gadis itu kaget lalu bergegas mengikutinya.


Aron berjalan ke depan bar dan gadis itu mengikutinya dari belakang.


“Kenapa kamu mengikutiku? Jangan berharap untuk pergi ke rumahku, pacarku sedang di rumah….”


“Kamu seorang pria dewasa, apa tega membiarkan seorang gadis di jalanan? Bagaimana kalau kita buka kamar….”


Gadis itu tampak kesa dan bertingkah manja terhadap Aron, dan aroma samar dari tubuhnya mengalir ke hidung Aron.


Mencium aroma tubuh gadis itu dan melihat sikapnya yang manja, mata Aron berbinar dan dia seperti kerasukan.


Melihat Aron seperti itu, gadis itu menyeringai dan matanya dipenuhi dengan rasa puas dan juga jijik.


Tapi tepat saat Aron berjalan ke arah gadis itu dengan bodohnya dan gadis itu hendak membawa Aron pergi, siapa sangka sepasang mata Aron langsung menjadi jernih, dan kemudian menampar kepala gadis itu : “Elen, saya sudah bilang, teknik pesonamu sudah tidak ada gunanya padaku, kalau Paman Danu tahu kamu menggunakan teknik pesonamu padaku, dia pasti akan memarahimu….”

__ADS_1


Setelah memukul kepala gadis itu Aron terlihat puas dan berbalik pergi.


“Elen, siapa Elen?”


Gadis itu tiba-tiba bertanya dengan bingung.


Aron tercengang, dia berbalik dan menatap gadis itu : “Kamu kan Elen, kenapa berpura-pura padaku? Jangan bilang kamu amnesia, saya tidak percaya pada omong kosongmu…”


Aron melirik malas gadis itu dan merasa gadis-gadis ini sangat pintar berpura-pura, sepertinya mereka sudah bisa menjadi artis.


Tapi saat Aron sedang merasa emosional, sosok gadis itu melintas dan cahaya dingin keluar dari tangannya dan terbang ke arah Aron.


Di saat bersamaan, sosok gadis itu bergerak dengan cepat dan menusukkan belati ke wajah Aron dengan kecepatan kilat!


Gadis itu sama sekali tidak berbelas kasihan.


“Matilah!!!”


Tatapan gadis itu sedingin es, dan hampir bisa ditebak darah Aron akan berceceran di tempat!


Aron yang melihat adegan ini, tiba-tiba rahangnya menganga: "Apa kamu sudah gila?"


Setelah berkata, tubuhnya tiba-tiba mengeluarkan kekuatan spiritual dengan gila-gilaan dan auranya tiba-tiba meledak.


Dengan sedikit gerakan di tangan kanannya, sebuah jarum perak terbang dengan ganas dan melawan belati itu dan menyebabkan bunyi gemerincing, dan memicu percikan api di malam yang gelap.

__ADS_1



__ADS_2