Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Pembunuh Bayaran


__ADS_3

“Tuan Aron, kita akan segera berlabuh saat hari terang, kamu belum tidur dengan baik selama beberapa hari ini, bagaimana kalau kamu tidur sebentar?”


Jekson berkata dengan perhatian.


Dua hari ini, Aron sama sekali tidak tidur, dia selalu berjaga di samping Lina dia takut jika dia tertidur maka akan terjadi sesuatu pada Lina!


“Saya tidak apa-apa, kamu tidurlah lalu jaga Paman Jhonatan dan Tuan Kurniawan, saya merasa Tuan Vision ini sedikit aneh!”


Aron berpesan kepada Jekson!


Mereka dan Vision tidak akrab bahkan bukan teman, hanya saja mereka berada di pelelangan dan membeli banyak barang di pelelangan!


Kalau Vision ingin membantu mereka, dan berteman dengan Indrawan dia bisa mengatur kapal yang kecil, perlu diketahui perjalanan pulang pergi dengan kapal pesiar seperti ini akan memakan biaya yang sangat besar.


Dan perjalanan pulang pergi itu sudah memakan waktu empat hari, para turis di pulau itu pasti akan gempar karena mereka yang bisa menaiki kapal pesiar mewah bukanlah orang biasa.


Sekarang Vision lebih memilih mengambil risiko untuk menyinggung perasaan para turis itu, dan menggunakan kapal pesiar mewah untuk mengantar mereka kembali, pasti ada yang mencurigakan!


Aron tidak percaya Vision memiliki niat baik.


“Iya, saya pasti akan mengawasinya!”


​Jekson mengangguk!


Setelah dua jam kemudian, hari sudah hampir terang dan sudah tidak jauh dari dermaga Kota Lamar, saat itu beberapa perahu motor cepat mendekati kapal pesiar, dan tujuh delapan orang menaiki tangga menuju kapal!

__ADS_1


Segera, orang-orang itu dibawa ke kamar Vision, dan beberapa orang di antara mereka ada empat orang yang terlihat sama persis, mereka adalah Empat Pendekar Gunung Tomang, empat orang itu adalah kembar empat!


“Bos, mereka sudah tiba…”


Pria yang mengenakan jas itu masuk ke kamar Vision dan berkata.


Vision sedang merapikan pakaiannya lalu mengibaskan tangannya : “Suruh mereka masuk!”


Segera, Empat Pendekar Gunung Tomang berjalan masuk!


Vision yang melihatnya bergegas berdiri dan menyambut!


Meskipun Empat Pendekar Gunung Tomang tidak terlalu tua, tapi kekuatan mereka sangat kuat, Vision berkali-kali mengandalkan mereka berempat untuk membunuh agar tidak perlu mengirimkan barang jualannya!


“Kalian berempat, silakan…”


“Bos Vision, apakah ada transaksi bagus lagi sampai memanggil kami empat bersaudara kemari?”


Kakak Pertama dari Empat Pendekar Gunung Tomang bertanya.


“Tentu saja, kalau tidak mana mungkin menggerakkan kalian tengah malam begini…”


Vision tersenyum ringan!


“Katakan saja, berapa bayaran kali ini, siapa yang harus dihadapi, kami berempat perlu memperhitungkannya sejenak!”

__ADS_1


Kakak Pertama langsung bertanya.


Vision melihat sekelilingnya dan pria yang mengenakan jas itu bergegas mengusir orang lainnya yang ada di dalam kamar!


“Sejujurnya, sekarang di kapalku ada beberapa orang yang merupakan turis dari Kota Surau, saya berniat meminta kalian berempat untuk bertindak, lalu membunuh mereka mengenai bayarannya kalian bisa memintanya!”


Vision langsung berkata.


“Beberapa turis?”


Kakak Pertama tercengang : “Kalau hanya beberapa turis, bukankan Bos Vision bisa menanganinya sendiri, kamu tidak perlu membiarkan kami berempat untuk mendapat keuntungan bukan?”


Mereka sangat memahami Vision, dia adalah orang yang bisa mengorbankan nyawanya demi uang, jika lawan mudah dihadapi, Vision tidak mungkin mau mengeluarkan uang untuk mengundang mereka.


“Beberapa orang itu ada dua di antaranya yang merupakan seniman bela diri, dan kekuatannya juga tidak rendah, jadi saya mengundang kalian kemari untuk berjaga-jaga!”


Vision menjelaskan.


“Oh, ternyata begitu, kalau pihak lawan memiliki dua seniman bela diri, kami juga tidak tahu bagaimana kekuatan mereka, jadi akan sulit untuk menegosiasikan harganya, namun paling rendah setidaknya 10 miliar…”


“Tidak masalah, asalkan kalian bisa membunuh mereka, dan melemparkan mereka semua ke laut, saya bisa memberi kalian 50 miliar…”


Tidak menunggu Kakak Pertama menyelesaikan perkataannya, Vision langsung angkat bicara!


Beberapa puluh miliar tidak ada apa-apanya dengan barang-barang antik berharga beberapa triliun itu!

__ADS_1



__ADS_2