
Aron melirik Empat Pendekar Gunung Tomang dan berkata dengan ringan : “Pergilah, jangan sampai saya melihat kalian lagi…”
Empat Pendekar Gunung Tomang yang mendengar Aron melepaskan mereka segera menganggukkan kepalanya dan bergegas berlari ke luar.
Aron kembali berbaring, dia ingin melihat trik apa yang dimiliki oleh Vision setelah ini!
Sedangkan Empat Pendekar Gunung Tomang yang sudah melarikan diri saat ini dipenuhi dengan kemarahan!
Terutama adik ketiga, melihat kedua tangannya yang sudah patah dia menggertakkan giginya : “Vision bajingan, bukankah dia menyuruh kita untuk mengantar diri ke kematian? Tua bangka ini membuatku kehilangan dua tanganku, saya tidak akan membiarkannya…”
“Benar, kita tidak boleh membiarkan tua bangka itu, dia hampir membuat kita terbunuh…”
Adik kedua juga dipenuhi dengan keinginan membunuh.
Kakak pertama yang mendengarnya mengangguk : “Ayo, walau tidak membunuh si tua bangka itu, kita juga harus menghajarnya…”
Empat Pendekar Gunung Tomang berkata dan berjalan menuju ke kamar Vision dengan penuh kemarahan!
Vision saat ini sedang menyenandungkan sebuah lagu, menunggu kabar baik dari Empat Pendekar Gunung Tomang!
Pada saat itu, pintu kamar ditendang hingga terbuka dan Empat Pendekar Gunung Tomang berjalan masuk dengan galak!
Vision melihat Empat Pendekar Gunung Tomang yang sudah kembali begitu cepat sedikit tercengang, dia segera berdiri dan tertawa : “Tidak disangka kalian berempat bisa menyelesaikannya dengan begitu cepat?”
“Saya akan menyelesaikanmu, bajingan…”
Adik kedua dari Empat Pendekar Gunung Tomang memiliki temperamen yang berapi-api dan langsung menampar Vision.
__ADS_1
Vision juga merupakan seorang master, dia segera mundur dan menghindar.
“Apa yang kalian lakukan?”
Vision bertanya dengan raut wajah bingung.
“Melakukan apa? Kamu hampir membuat kami mati terbunuh, lihat tangan adik ketigaku…”
Kakak pertama Empat Pendekar Gunung Tomang juga sangat marah dan langsung menarik adik ketiga ke arahnya!
Saat Vision melihat tangan adik ketiga yang sudah patah, dia menjadi kebingungan.
“Ini…sebenarnya apa yang terjadi?”
Vision tidak mengerti, kenapa masalah bisa menjadi seperti ini.
“Apa yang terjadi?” Kakak pertama membelalak : “Orang yang kamu minta untuk kami bunuh adalah seorang Great Grand Master, seorang Great Grand Master…Sialan, dasar bajingan, kamu meminta kami pergi membunuh Great Grand Master bukankah itu sama saja dengan menyuruhku mengantar diri ke kematian?”
Vision yang mendengarnya seketika tertegun!
Great Grand Master?
Eksistensi yang bagaikan dewa di matanya, dia ternyata berniat membunuh seorang Great Grand Master, bukankah itu sama saja dengan cari mati?
Tapi Vision tidak merasa ada orang dari kerumunan itu yang memiliki kekuatan Great Grand Master, dua pria yang agak tua hanya orang biasa, lalu ada sepasang pria dan wanita, walau berlatih dari rahim ibunya, juga tidak mungkin bisa mencapai ranah Great Grand Master.
Yang paling memungkinkan adalah sepasang pria dan wanita paruh baya itu, tapi Vision tidak merasakan aura Great Grand Master dari tubuh Jekson dan Lyla,
__ADS_1
“Dari beberapa orang itu, siapa yang kekuatannya sudah mencapai ranah Great Grand Master?”
Vision bertanya dengan bingung.
“Bodoh, orang yang dimaksud tentu saja Tuan Aron, Tuan Aron, pria yang paling muda itu…”
Kakak pertama memaki.
“Aron, Tuan Aron?” Vision mengernyitkan keningnya dan seketika sepasang matanya membulat dan dia menarik nafas dingin : “Orang yang membunuh Ichiro Watanabe dalam kompetisi internasional?”
“Omong kosong, kalau bukan dia siapa lagi!”
Kakak pertama melotot pada Vision.
Kali ini, Vision benar-benar tercengang dan berdiri di tempat seolah-olah dia adalah patung.
“Saya…saya benar-benar tidak tahu dia adalah Tuan Aron…”
Saat ini Vision sudah merasa menyesal dalam hatinya.
Jika dia tahu Aron ada di dalam kerumunan itu, diberi seratus keberanian pun dia tidak akan berani melakukan hal ini, sebaliknya dia akan melayaninya dengan penuh hormat.
Piak!
Adik kedua langsung menampar Vision, dan kali ini Vision tidak menghindar!
“Kamu tidak tahu kau akan selesai, saya beritahu padamu, kami sudah memberitahukan faktanya, berani menyinggung Tuan Aron, kamu benar-benar meminjam nyali harimau, lagi pula, Tuan Aron adalah anggota Detasemen Perlindungan Hukum di Kota Dama, dia adalah orang yang berjasa, kamu tunggu saja untuk dilenyapkan…”
__ADS_1
Adik kedua meraung!