Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Terjebak Dalam Ilusi


__ADS_3

Tempat yang begitu menakjubkan, tersembunyi entah selama berapa tahun dan belum pernah ditemukan oleh manusia, Aron tidak tahu apakah mereka termasuk beruntung atau tidak.


“Ayo, kita lihat ke sana.” Kenari berkata dengan sedikit tidak sabar.


Tidak lama kemudian mereka berdua tiba di tempat yang mirip dengan sebuah altar.


Hanya terlihat di depan altar ini terdapat sebuah tablet batu raksasa, di atasnya terukir sebuah kalimat, “Saya, yang selalu berdiri di atas gundukan pedang…”


Hanya satu kalimat ini yang berada di depan pintu masuk, seolah-olah memang sengaja diukir agar orang yang datang setelahnya bisa membacanya.


Aron berdiri di depan tablet batu itu sambil menatap satu kalimat itu dan pandangannya perlahan-lahan kehilangan fokusnya.


Aura pedang menyapu tulisan di tablet batu ini, ini merupakan ukiran tangan langsung dari pemilik makam dengan dua jarinya, dalam satu tarikan nafas!


Beberapa kata ini, mengungkapkan pemahaman mendalam tentang teknik pedang dari pemiliknya! Orang biasa sama sekali tidak akan bisa mengetahuinya!


Tepat di depan tablet batu ini, Aron menghentikan langkahnya dan tidak bergerak, dia hanya memiringkan kepalanya dan menatap tablet batu itu dengan ekspresi bingung.


Aron dapat merasakan aura pedang yang terpancar dari dalam tablet batu ini.


​Kenari menatap Aron yang tiba-tiba memandang tablet batu itu dan berkata : “Ada apa? Apakah kamu melihat sesuatu?”


Namun Aron seolah-olah tidak mendengar perkataan Kenari, dia tetap tidak bergerak sama sekali!

__ADS_1


Kenari mengernyitkan keningnya dan mengulurkan tangannya hendak mendorong Aron, dia takut Aron dikendalikan oleh sesuatu.


Apa pun bisa terjadi di tempat ini, kekuatan mental Aron tidak terlalu kuat dan mungkin pikirannya dikendalikan!


Tapi tangan Kenari berhenti tepat setelah dia mengulurkan tangannya.


Dia melihat bahwa Aron seolah telah kesurupan, tatapan matanya sangat kusam hingga pupil matanya sudah membesar, seluruh matanya menjadi berwarna putih dan dia terlihat sangat menakutkan.


Saat ini, seluruh kesadaran spiritual Aron sudah tertarik masuk ke dalam tablet batu itu, Aron juga menyadari ketidakwajaran ini dan berusaha membebaskan diri dari ikatan spiritual ini, namun tidak peduli sekuat apa dia berusaha, tidak ada gunanya.


Hanya terlihat tubuh Aron yang gemetaran dan keringat dingin bercucuran dari keningnya.


Raut wajah Kenari berubah menjadi sangat jelek, dia bergegas mengeluarkan sebuah jimat lalu menggigit jarinya dan menggambar sesuatu di atas kertas jimat itu.


“Di mana ini? Di mana ini?”


Aron berteriak dengan putus asa namun tidak ada orang yang menjawabnya.


Aron melihat dunia yang kelabu di depannya dan dia sendiri berdiri di atas sebuah batu besar.


Saat dunia di depannya menjadi lebih jelas, Aron terkejut menemukan bahwa di depannya ada mayat di mana-mana!


Terlihat jutaan mayat serta aura darah yang memenuhi langit, energi spiritual yang menakutkan beterbangan di mana-mana, Aron mencoba untuk menyerap energi spiritual itu ke dalam tubuhnya namun tidak peduli sekuat apa dia menggunakan Seni Konsentrasi Jiwa, tetap saja tidak berhasil.

__ADS_1


Perlahan-lahan sebuah sosok muncul dan tidak lama kemudian sosok itu berhenti di depan Aron, berlumuran dengan darah sambil memegang pedang panjang, sepasang matanya menatap Aron dengan tatapan penuh niat membunuh!


“Siapa kamu? Siapa kamu?”


Aron menatap orang di hadapannya dan bertanya dua kali.


Namun orang itu sama sekali tidak menjawab, seolah-olah dia tidak bisa melihat Aron.


Orang itu meletakkan pedangnya di balik punggungnya lalu berbalik dan menatap medan perang di mana jutaan mayat itu bergelimpangan!


Cahaya matahari terbenam membentangkan siluet dari sosok ini.


Aron menyadari ada rasa kesepian dan kesedihan yang tak berujung pada pendekar pedang ini!


Tiba-tiba pendekar pedang ini bergerak, saat dia bergerak sembilan bayangan besar muncul di belakangnya dalam satu tarikan nafas, seketika itu juga mereka bangkit dari tanah dan tampak identik dengan tubuh aslinya.


Dengan sembilan bayangan dan satu tubuh asli, langsung membentuk formasi pembunuhan dalam sekejap! Aura yang tragis seketika melesat ke langit!


Pendekar pedang bergerak perlahan-lahan, pedang di tangannya mulai menari-nari.


Sembilan bayangan di belakangnya juga mengikuti pergerakannya.


Pedang di tangan mereka masing-masing penuh dengan pergerakan yang berirama, pupil mata Aron membesar dan dia menatap adegan ini dengan kagum.

__ADS_1



__ADS_2