
Tepat saat Aron sedang menerobos di dalam gua, Kota Dama yang berada ribuan kilometer jauhnya.
Satrio, kepala keluarga Keluarga Himawan sudah keluar dari pengasingan.
Setelah keluar dari pengasingan, Satrio melihat Keluarga Hikawan yang hancur berantakan dan sekujur tubuhnya dipenuhi dengan kemarahan.
“Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Apa yang terjadi?”
Satrio berteriak marah.
Di samping, Robi yang ditutupi dengan kain hitam berjalan mendekati Satrio dengan hati-hati : “Ayah, semua ini ulah Aron, dia menghancurkan Keluarga Himawan dan saya hampir mati di tangannya.”
Suara Robi terdengar penuh dengan kesuraman.
Satrio mengernyitkan keningnya dan menatap Robi yang ada di hadapannya, dia selalu merasa putranya sendiri sudah berubah.
“Siang bolong seperti ini, apa yang kamu lakukan?”
Satrio menarik kain hitam penutup wajah Robi dan seketika tercengang.
Dia menyadari separuh wajah Robi sudah berubah bentuk, seperti menjadi tengkorak dan pemandangan itu amat menakutkan.
Semua luka di tubuh Robi sudah pulih, hanya luka di wajahnya yang belum pulih.
Dan satu kakinya juga sudah pincang.
Melihat penampilan putranya yang manusia namun tidak seperti manusia, hantu juga tidak seperti hantu, Satrio hampir menjadi gila.
“Adon? Saya tidak peduli walau dia melarikan diri ke ujung dunia, saya pasti akan membunuhnya…”
“Pergi cari tahu, segera cari tahu di mana keberadaan Aron itu?”
__ADS_1
Satrio berteriak marah, aura menakutkan di tubuhnya melesat ke angkasa, dan semua burung yang lewat terguncang oleh aura itu.
...****************...
Wilayah Selatan, Istana Lotus Merah!
Aron tidak tahu tentang Satria yang sudah keluar dari pengasingan dan tidak tahu kalau Satria sedang menyelidikinya, dia terus berkultivasi di dalam gua.
Saat hari kesembilan, Aron tetap tidak dapat menerobos, dan saat ini Aron sudah berhenti berkultivasi dan keluar dari gua!
“Sepertinya tidak bisa terus menerobos seperti ini, masih membutuhkan kesempatan untuk melakukannya!”
Aron hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Kak Aron…”
Melihat Aron berjalan keluar dari gua, Aila segera berteriak memanggilnya.
“Aila, apa yang kamu lakukan di sini?”
“Benar, sudah datang…”
Aila mengangguk.
Raut wajah Aron sedikit berubah saat mendengarnya : “Cepat bawa saya ke sana, bagaimana keadaan kakakmu?”
Aila melihat ekspresi gugup Aron seketika tersenyum.
“Kak Aron, apakah kamu menyukai kakakku?”
Aila bertanya sambil tersenyum.
__ADS_1
Aron tercengang : “Kenapa kamu berkata seperti itu?”
“Lihatlah betapa gugupnya dirimu, kakakku baik-baik saja, tidak perlu khawatir.”
“Orang dari Istana Hewan Surgawi memang sudah datang, tapi hanya satu orang yang datang, dan mengatakan ingin mengundangmu pergi ke Istana Hewan Surgawi.”
Kata Aila.
“Mengundangku ke Istana Hewan Surgawi?”
Aron sedikit bingung, dia tidak mempunyai hubungan dengan Istana Hewan Surgawi, untuk apa Istana Hewan Surgawi mengundangnya ke sana?
“Ayo, Tetua Gavin dari Istana Hewan Surgawi sedang menunggumu!”
Aila menarik Aron menuju ke aula utama Istana Lotus Merah.
“Kak Aron, kakakku adalah baginda, dia tidak bisa menikah denganmu, aturan di Istana Lotus Merah kami pemimpin istana tidak boleh menikah.”
“Tapi dia bisa menjadi kekasihmu, say rasa kakakku juga menyukaimu, dan kamu begitu peduli padanya, ke depannya kamu bisa tinggal di Istana Lotus Merah!”
“Dan menjadi tidak terpisahkan dengan kakakku, betapa bagusnya itu, sedangkan kami semua yang ada di sini merupakan gadis cantik, bukankah itu adalah hal yang paling disukai oleh kalian para pria?”
Aila berkata pada Aron sambil menyeringai jahat.
“Masih muda sudah berbicara sembarangan? Saya akan memberitahukan kepada kakakmu dan lihat bagaimana dia memberi pelajaran kepadamu!”
Aron menepuk kepala Aila dengan ringan.
Istana Lotus Merah memang merupakan tempat impian bagi semua pria, namun Aron tidak akan menetap di sini, masih banyak hal yang harus dia lakukan.
Tidak lama kemudian, Aron mengikuti Aila tiba di aula utama, dan melihat Bella yang sedang mengobrol dengan seorang pria paruh baya.
__ADS_1
Melihat Aron datang, Bella bergegas bangkit berdiri dan berkata : “Tuan Aron, ini adalah Tetua Gavin dari Istana Hewan Surgawi, dia datang secara khusus untuk mengundangmu.”