
Kerumunan itu menatap Tuan Gino dan tidak berani bernafas.
Rael perlahan-lahan bangkit berdiri dan membelah pintu jeruji di depannya dengan satu tamparan dan mengeluarkan Lion.
Saat melihat Rael, Lion langsung menangis tersedu-sedu.
Selama beberapa waktu ini dia sudah sangat menderita!
Saat ini Aron menatap Empat Tetua Iblis yang digantung di udara seperti binatang, dan kemarahan seketika membara di matanya.
Sepasang tangan Aron mencengkeram pintu jeruji di depannya.
Lalu sebuah api biru samar mulai menyala.
Jeruji besi yang keras itu perlahan-lahan meleleh.
Sepasang mata Aron memerah, dia menggertakkan giginya dan menggunakan sedikit kekuatan spiritualnya yang tersisa di tubuhnya.
Saat pintu terbuka, Aron langsung memuntahkan seteguk darah!
“Tuan Aron…”
Empat Tetua Iblis melihat Aron yang memuntahkan darah berteriak kaget.
Eddyt berusaha maju untuk memapah Aron tapi Aron menghentikannya.
Aron menyeret tubuhnya yang penuh luka dan menyelamatkan Empat Tetua Iblis yang terikat.
__ADS_1
Setelah terbebas dari ikatan, kekuatan Empat Tetua Iblis langsung pulih.
Amon melangkah maju dan memapah Aron, tatapannya penuh rasa bersalah : “Tuan Aron, maaf…”
Aron menatap dua lubang berdarah di kedua pundak Empat Tetua Iblis dan tatapannya dipenuhi dengan rasa bersalah.
Mereka mengalami penderitaan seperti ini karena melindungi dirinya.
Amon menyadari rasa bersalah di tatapan mata Aron dan segera berkata : “Tuan Aron, luka kecil di tubuh kami ini tidak ada apa-apanya, justru keadaanmu sekarang yang terlalu lemah!”
“Tuan Aron, kami berempat sudah pernah mengalami banyak hal, luka seperti ini tidak ada apa-apanya!”
Salomo berkata sambil tersenyum lebar.
“Ayo kita pergi!”
Saat melewati Robi, Aron tiba-tiba menghentikan langkah kakinya dan menatap Robi dengan tatapan tajam : “Ingat, dalam waktu sepuluh hari, saya akan melenyapkan kalian, Keluarga Himawan…”
Setelah selesai berkata Aron menatap para keluarga dan klan bela diri yang berada di belakang Robi: “Dan kalian semua yang termasuk dalam Keluarga Himawan, akan mati…”
Robi menyipitkan matanya dan menatap Aron dengan erat, dia tidak mengatakan apa pun, dan akhirnya menatap Tuan Gino : “Tuan Gino, bukankah Aron terlalu tidak memberi muka kepadamu dengan mengancamku di hadapanmu seperti ini?
“Aron, kalau kamu berani membuat onar di Kota Dama, jangan salahkan saya mengurungmu di penjara langit…”
Tuan Gino berkata dengan raut wajah serius.
Aron tidak mengatakan apa pun, dia berbalik lalu berjalan keluar dari penjara bawah ttanah.
__ADS_1
Rael juga membawa Lion keluar.
Saat meninggalkan Keluarga Himawan, tatapan mata Rael penuh dengan keganasan dan keinginan membunuh.
Kali ini, Keluarga Dayo dan Keluarga Himawan akan terlibat dalam dendam kesumat.
“Sebaiknya kamu meninggalkan Kota Dama untuk sementara waktu, saya tidak bisa selalu melindungimu setiap saat.”
“Jika saya tidak muncul tepat waktu, kamu pasti sudah menjadi mayat sekarang.”
“Kekuatanmu memang hebat tapi tidak mencapai titik di mana kamu bisa menantang begitu banyak keluarga dan klan bela diri!”
Setelah meninggalkan Keluarga Himawan, Tuan Gino berkata pada Aron.
Aron tidak mengatakan apa pun, sepasang matanya masih penuh dengan niat membunuh, sepertinya kalau tidak melenyapkan Keluarga Himawan, dia tidak akan meninggalkan Kota Dama.
Melihat sikap Aron seperti itu, Tuan Gino menggelengkan kepalanya lalu pergi.
Aron dan Empat Tetua Iblis kembali ke Lembah Iblis.
Dan Aron meminta Khu untuk memindahkan seluruh pasukan Lembah Tanpa Bayangan ke Lembah Iblis.
Banyak korban jiwa berjatuhan dalam pertempuran sengit di Lembah Iblis kali ini.
Aron memutuskan untuk membangun kembali Lembah Iblis, selain itu Lembah Tanpa Bayangan juga rentan diserang oleh keluarga dan klan bela diri lainnya yang bercampur aduk di Kota Dama!
Memindahkan Lembah Tanpa Bayangan ke Lembah Iblis yang berada jauh juga merupakan keunggulan secara geografis dan jauh lebih aman.
__ADS_1
Tidak ada salahnya menggabungkan Lembah Tanpa Bayangan serta Lembah Iblis yang merupakan salah satu cabang dari Kuil Naga Langit menjadi satu.