Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Melepaskan Dendam


__ADS_3

Perubahan yang mendadak ini membuat semua orang menatap Aron dengan kaget.


Saat ini energi mereka semua sudah tertekan dan mereka semua sudah menjadi orang biasa, dan tamparan dari orang biasa tidak akan memiliki kekuatan sebesar itu.


“Aron, apakah kamu bosan hidup? Cepat berikan lukisan itu kepadaku…”


Wiwanto melangkah maju dan menatap Aron dengan marah.


“Kamu kira kamu siapa? Lukisan ini milikku, saya tidak akan memberikannya kepada siapapun, kalau hebat, datang dan ambil sendiri, bukankah kamu seorang Great Grand Master tingkat puncak? Bukankah kamu sangat hebat? Ayo datang dan ambil!”


Aron memprovokasi Wiwanto.


Semua orang menatap Aron dan mengira dia sudah gila, berani memprovokasi Wiwanto seperti ini.


“Kamu cari mati…”


Raut wajah Wiwanto menjadi dingin dan mengarahkan tamparannya ke arah Aron.


Meskipun energinya ditekan tapi tamparan Wiwanto memiliki kekuatan yang sangat besar.


Aron menatap Wiwanto yang menerjang ke arahnya dan dia sudah tidak suka dengan orang ini sejak awal, dia meraih kerah baju Wiwanto dan mengangkat Wiwanto dengan santai.


Saat ini Wiwanto seperti seekor anak ayam yang meronta-ronta di tangan Aron.


“Aron, lepaskan saya, kalau tidak saya akan membuat hidupmu lebih buruk daripada kematian…”


Wiwanto berteriak marah, saat ini Wiwanto sudah dipermalukan!

__ADS_1


“Sudah sampai saat seperti ini kamu masih berani mengancamku…”


Aron berkata lalu mengayunkan tangannya dan menampar wajah Wiwanto.


Piak piak piak…


Setelah beberapa tamparan sekaligus, wajah Wiwanto membengkak dan mulutnya membengkak besar.


Melihat Aron berani memukuli Wiwanto seperti itu, semua orang menganga karena kaget tapi tidak ada yang berani ikut campur.


Sekarang mereka akhirnya menyadari kalau mantra sihir ini tidak menekan kekuatan Aron, itu sebabnya adegan seperti ini terjadi.


Kalau begitu, sekarang di tempat ini, Aron adalah langit, dia adalah kaisar, dan tidak ada yang berani memprovokasinya.


“Coba saja mengancamku lagi…”


Wiwanto membuka mulutnya tapi tidak mengatakan apapun, dia hanya bisa menundukkan kepalanya dengan pasrah.


Kalau terus berlanjut, dia bisa ditampari sampai mati oleh Aron.


Melihat Wiwanto sudah kehilangan kesombongannya, Aron melemparkan Wiwanto ke samping seperti melempar seekor anjing mati.


August melihat adegan di depannya dan raut wajahnya berubah menjadi sangat jelek, tadi dia bahkan ingin memaki Aron, tapi sekarang dia hanya bisa menutup mulutnya dengan rapat dan tidak berani memprovokasi Aron lagi.


Meskipun August menutup mulutnya dan tidak memprovokasi Aron, tapi Aron tidak berniat melepaskannya begitu saja, dan berjalan ke arah August.


Dia menjambak rambut August lalu menariknya ke samping.

__ADS_1


“Aron, saya…saya sudah memberikan lukisan itu kepadamu, saya tidak akan berebut denganmu lagi, kenapa kamu masih mencariku?”


Tubuh August sedikit gemetar dan bertanya dengan bingung.


“Sialan, saya tidak suka melihatmu, kenapa?”


Aron menendang dada August dengan keras, lalu menghantamkan kepala August ke dinding batu.


Tidak lama kemudian, wajah August dipenuhi dengan darah dan wajahnya sudah menjadi bengkok.


Semua orang melihat itu dan tidak berani menghentikannya, raut wajah Wiwanto sangat muram tapi dia tidak berani ikut campur.


Dua orang Great Grand Master dari Keluarga King hanya bisa berputar-putar dengan cemas, mereka tidak berani maju dan hanya bisa menatap Teflon.


Teflon tidak menunjukkan ekspresi apapun tapi dalam hatinya dia sudah merasa sangat bahagia di atas penderitaan August.


​Dia sendiri juga sudah tidak senang pada August, kalau ada kesempatan Teflon juga ingin menghajar August seperti ini.


August sudah berada di ujung tanduk tapi Aron sama sekali tidak berniat berhenti.


Tidak ada yang tahu, sebenarnya dendam apa yang membuat Aron menghajar August dengan begitu ganas saat ini.


Aron melakukannya karena dia mengingat ibunya, yang masih menderita di kediaman Keluarga King, dan dia tidak bisa mengendalikan dirinya.


“Aron, sudahlah, kalau kamu benar-benar membunuh August, jalanmu kedepannya akan sulit.”


Saat ini, Lion maju dan membujuk Aron.

__ADS_1


​Arom tersenyum kecut, walau dia tidak membunuh August, sebenarnya Keluarga King juga tidak akan melepaskannya, tapi sekarang Aron tidak boleh membunuh August, karena dia ingin menunggu kesempatan untuk menggunakan nyawa August dan ditukar dengan kebebasan ibunya.


__ADS_2