
Perkataan Aron membuat raut wajah Arthur menjadi sangat jelek dan wajahnya menjadi pucat karena kesal!
“Aron, kamu tidak perlu berpura-pura, meskipun satu serangan itu tidak membunuhmu tapi saya tidak percaya kamu masih bisa menahan serangan kedua…”
Arthur berkata sambil memegang senjata ajaib di tangannya dan hendak menyerang Aron lagi!
Namun di saat ini, raut wajah Aron tiba-tiba berubah, dia menatap ke belakang Arthur dengan ekspresi serius : “Tuan Gino, kenapa kamu datang?”
Perkataan Aron membuat Arthur tercengang dan tanpa sadar menoleh untuk melihat.
Namun saat Arthur menoleh, Aron sudah memegang Gelang Semesta dan melemparkannya ke udara, sebuah lubang hitam seketika muncul!
“Arthur, kalian Aliansi Seni Bela Diri hanya perlu menunggu, cepat atau lambat saya pasti akan kembali…”
Aron berkata lalu tubuhnya langsung menghilang ke dalam lubang hitam itu.
Arthur yang menyadari dirinya tertipu seketika berteriak bagaikan guntur : “Sialan, dasar tidak tahu malu, berani membohongiku…”
“Cepat kejar, temukan dia, senjata teleportasi ini tidak bisa berteleportasi terlalu jauh, jika ada berita tentang Aron langsung laporkan…”
Arthur berteriak dan orang-orang dari Aliansi Seni Bela Diri itu segera berpencar untuk mencarinya.
__ADS_1
Arthur kemudian mengarahkan pandangannya pada Naveen, sejak tadi Naveen hanya berdiri dan tidak bergerak, sama sekali tidak menyerang dan sekarang tampaknya dia juga tidak berniat turun tangan untuk mencari Aron.
“Kepala Keluarga Keluarga King, jangan lupa Keluarga King juga merupakan anggota dari Aliansi Seni Bela Diri, dan anakmu August juga dipukuli hingga terluka oleh Aron, lantas kamu tidak ingin membunuh Aron?”
Arthur menatap Naveen dan bertanya dengan tidak puas.
“Ketua Arthur, hanya seorang Aron, dengan adanya Ketua Arthur yang turun tangan saja sudah cukup, dia tidak akan bisa kabur, untuk apa saya juga ikut, saya masih ada urusan di rumah, saya pamit dulu…”
Naveen berkata lalu berbalik pergi.
Arthur melihat sikap yang ditujukan oleh Naveen dan hampir mati jengkel, namun dia samar-samar merasakan bahwa Naveen dan Aron sepertinya punya hubungan.
Setelah melewati Gelang Semesta, Aron segera melarikan diri keluar dari Kota Dama, dia berniat untuk pergi ke Istana Lotus, dan menjelajahi rahasia gua di Istana Lotus, lalu mengasingkan diri untuk meningkatkan kekuatannya.
Semakin tinggi ranahnya, Aron menyadari bahwa energi spiritual yang dia butuhkan semakin banyak, dan untuk meningkatkan kekuatannya juga semakin lambat dan semakin sulit.
Untung saja nyawa Nuri tidak terancam, dan Aron masih mempunyai waktu untuk meningkatkan kekuatannya.
Aron meninggalkan Kota Dama dan menuju ke wilayah Selatan, sementara Aliansi Seni Bela Diri mencari tanda-tanda keberadaan Aron secara ekstensif namun tidak berhasil!
Arthur tahu, jika dia tidak bisa menemukan Aron dan membiarkan Aron kabur, maka yang akan mengalami kesialan adalah dirinya.
__ADS_1
Para petinggi di Aliansi Seni Bela Diri lalu orang yang disebut sebagai Mahakuasa itu tidak akan membiarkannya.
“Dasar sampah, dasar kalian semua sampah…”
Wajah Arthur memerah karena marah dan dia berteriak sekuat tenaga.
Setelah melampiaskan kemarahannya, Arthur tahu walau dia marah, dia tetap harus menemukan Aron secepat mungkin lalu membunuhnya, kalau tidak dia tidak akan bisa mempertahankan nyawanya sendiri.
Setelah mengeluarkan token penanda dari sakunya, Arthur melihat sekilas lalu menyimpannya kembali, lalu berjalan keluar dari Aliansi Seni Bela Diri dan pergi ke daerah kumuh di pinggiran Kota Dama!
Tempat ini merupakan tempat tinggal para buruh, rumah-rumah bertingkat rendah memenuhi daerah ini, lingkungannya juga buruk dan ada bau tidak sedap di mana-mana.
Jalanan penuh dengan para pedagang, saat melihat Arthur yang berpakaian rapi, mereka semua menyapa Arthur.
Hanya saja Arthur menunjukkan ekspresi dingin, dia tidak melirik mereka sama sekali dan langsung berjalan ke ujung gang!
Hanya ada satu rumah bobrok di sana, rumah bobrok itu bahkan sudah sulit untuk menahan hujan dan angin.
Namun di dalam rumah bobrok ini terlihat seorang pria tua yang kotor, sedang merokok dan beristirahat dengan mata yang sedikit terpejam!
Di dalam kamar itu ada sebuah meja, dengan beberapa buku dan koin tembaga di atasnya.
__ADS_1