Penguasa Pulau Naga

Penguasa Pulau Naga
Membongkar Rahasia Menara


__ADS_3

Meskipun Rein tidak punya dendam dengan Aron, tapi saat pertama kali bertemu Rein sudah menyerangnya seolah dia adalah Aron, jadi dua orang itu pasti pernah bermasalah.


Robi tidak tahu, Rein dan Aron tidak memiliki dendam, hanya saja Rein ingin mencari Aron untuk bertarung, hanya untuk menyombongkan diri!


Di saat Rein muncul di ruang tamu utama, Robi bergegas meletakkan cangkir tehnya dan bangkit berdiri.


“Tuan Muda Rein…”


Robi menyapa Rein dengan sangat sopan.


“Ternyata Tuan Muda Robi, entah apa yang membuat Tuan Muda Robi datang ke rumahku yang kecil ini? Sepertinya kamu juga terluka?”


Rein menatap Robi dengan ekspresi mengejek : “Di tanah tandus seperti Kota Letta, masih ada orang yang berani bersikap tidak sopan kepada Tuan Muda Robi?”


Robi tidak memasukkan ejekan Rein ke dalam hati seperti kata pepatah, seseorang harus menundukkan kepalanya saat berada di dalam posisi tidak menguntungkan.


“Tuan Muda Rein, bukankah kamu mencari Aron? Saya datang kemari untuk memberitahukan keberadaan Aron kepadamu.”


Robi berkata dengan ringan.


“Oh, kalau begitu luka di tubuhmu juga diakibatkan oleh Aron?”


“Namun saya tidak punya dendam pada Aron, tidak ada gunanya kamu memberitahukan keberadaannya kepadaku, saya juga tidak akan melawan Aron hanya karena kamu.”


“Bukankah kamu sangat hebat? Kenapa tidak pulang ke rumah untuk memanggil bawahanmu dan membalas dendam kepada Aron?”

__ADS_1


Rein mendekatkan wajahnya ke Robi dan terus mengejeknya.


Raut wajah Robi berubah, namun dia segera menenangkan dirinya dan berkata : “Tuan Muda Rein, kedatanganku kali ini bukan untuk meminta kamu membantuku melawan Aron.”


“Ada sebuah rahasia yang ingin saya beritahukan kepadamu, dan itu akan menjadi kabar yang sangat baik bagi Keluarga Galah.”


Rein yang mendengarnya menyipitkan matanya dan menatap Robi dengan erat : “Kamu ingin mengatakan, rahasia tentang menara yang ada di manor Keluarga Jota?”


Robi yang mendengarnya seketika tercengang, lalu berkata : “Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?”


“Hahaha, tadi saya masih belum yakin tapi sekarang saya sudah yakin, menara milik Keluarga Jota ternyata memang menyimpan rahasia.”


Melihat reaksi Robi, Rain tertawa terbahak-bahak.


Robi mengangguk.


Rein bertanya dengan penasaran.


Robi melihat sekelilingnya dan tidak mengatakan apa pun.


​Rein seketika mengerti dan memerintahkan : “Kalian semua, keluar…”


“Tuan Muda, hati-hati penipuan…”


Azuwa berbisik dan memperingatkan Rein.

__ADS_1


“Penipuan apanya, walau dia berada di kondisi primanya, dia juga bukan lawanku, apalagi sekarang dia sedang terluka, keluar kalian semua…”


Rein mengibaskan tangannya dengan tidak sabar.


Segera, di dalam ruang tamu hanya tersisa Rein dan Robi.


“Sekarang kamu sudah bisa berbicara.”


Rein bertanya dengan acuh tak acuh.


Robi menggertakkan giginya dan pada akhirnya menceritakan semua rahasia Menara Setan kepada Rein.


Mata Rein langsung berbinar saat mendengarnya.


“Tidak disangka, manor Keluarga Jota memiliki hal sebaik ini, pantas saya selama beberapa tahun ini kekuatan Raden bisa meningkat dengan cepat bahkan menduduki posisi Raja Alhas, ternyata karena menara itu.”


Rein menjilat bibirnya lalu berkata : “Tuan Muda Robi, terima kasih banyak sudah memberitahukan hal ini kepadaku, tenang saja, menara di manor Keluarga Jota akan menjadi milik Keluarga Galah, siapa pun tidak akan bisa menyentuhnya.”


“Dan tentu saja termasuk Keluarga Himawan, jika kamu ingin mengambil alih menara itu, maka kamu juga harus melihat apakah Keluarga Galah menyetujuinya atau tidak.”


Robinm tercengang lalu mengernyitkan keningnya : “Tuan Muda Rein, lantas kamu tidak mau melawan Aron itu?”


“Untuk apa saya melawannya? Asalkan dia keluar dari Kota Letta dengan patuh, untuk apa saya melawannya? Aron juga bukannya bisa merobohkan menara itu dan membawanya pergi?”


Rein tersenyum mengejek.

__ADS_1



__ADS_2