
“Hm….” Aron mencibir : “Karena saya tidak buta makanya saya tidak tertipu olehmu, tadi kalian berdua mengatakan sudah mengaktifkan mantra, bukankah kalian hanya mengandalkan teknik sihir kalian sendiri untuk membutakan mata orang-orang, kamu kira tidak akan ada orang yang bisa melihat kalau itu bukan mantra yang ada di dalam Pa Kua?”
Perkataan Aron langsung menghantam luka Master Rahman dan Febri sekaligus, mereka berdua memang menggunakan teknik sihir mereka dan tidak mengaktifkan mantra apapun, hanya saja teknik sihir Febri lebih tinggi, dan tidak ada orang yang menyadarinya.
Dan untuk Master Rahman, sebenarnya ada orang yang menyadarinya tapi tidak mengatakannya secara langsung, setidaknya Febri tahu kalau Master Rahman sedang berbohong, tapi karena itu akan menguntungkannya, dia tidak perlu mengekspos Master Rahman bukan?
“Bocah, bicara sembarangan apa kamu? Lantas menurutmu tadi itu hanya teknik sihirku, dan semua orang yang ada disini buta dan hanya kamu yang bisa melihatnya?”
Febri berteriak dengan marah!
Perkataan Febri bagaikan malapetaka yang membuat semua orang merasa tidak senang dengan Aron!
Dan benar saja, begitu Febri selesai bicara, semua orang mulai memaki Aron!
“Dasar bajingan sialan, berani mengatakan kami buta? Siapa yang tidak melihat teknik sihir yang baru diluncurkan tadi?”
“Basri, dari mana kamu mengundang anak ini, apa maksudmu?”
“Guru sudah mempelajari sihir selama beberapa dekade, lantas pada akhirnya masih harus disebut buta?”
“Saya belum pernah bertemu dengan orang yang begitu berlagak, sepertinya dia belum pernah merasakan rasanya dipukul oleh masyarakat!”
…………..
Perlu diingat semua orang yang duduk di dalam sini adalah keluarga-keluarga besar di Kota Dama, banyak di antara mereka yang tidak kalah dibandingkan Keluarga Darmanto, oleh karena itu Basri tidak berani mengatakan apa pun saat dimaki oleh semua orang!
__ADS_1
Dia tidak bisa menjadi musuh dari seluruh konglomerat di Kota Dama bukan? Kekuatan Keluarga Darmanto belum cukup kuat untuk mendominasi seluruh Kota Dama!
Melihat semua orang mulai memaki Aron, raut wajah Guru Febr sedikit membaik, dan Boy bahkan tidak bisa berhenti tertawa.
“Bocah, kamu mengatakan kalau Guru Febri tidak mengaktifkan mantra di Pa Kua, apa bukti yang kamu miliki? Kamu tidak bisa hanya berbicara kan? Kamu harus menunjukkan kemampuanmu agar semua orang merasa puas, kalau kamu tidak punya kemampuan, selain membayar 2 triliun, hari ini jangan harap kamu bisa keluar dari Kota Dama….”
Tatapan mata Boyca dipenuhi dengan niat membunuh!
“Kamu ingin buktinya?” Aron menatap Boyca dengan main-main.
“Omong kosong, tidak punya bukti untuk membuktikan Pa Kua ini hanyalah sepotong kayu, maka kamu dianggap kalah, dan kamu hanya omong kosong….”
Boyca mendengus dingin!
“Kamu juga ingin saya menunjukkan buktinya?” Aron menatap Febri dan bertanya.
Perkataan Aron benar-benar membuat ragu sejenak, bahkan Oyong yang ada di sampingnya juga tidak bisa menahan rasa sesak!
Kalau Aron benar-benar punya kemampuan untuk membuktikan Pa Kua itu hanya sepotong kayu busuk, maka para keluarga konglomerat di Kota Dama mana mungkin melepaskan mereka begitu saja?
Melihat Febri ragu-ragu sejenak, semua orang tercengang dan mengalihkan tatapan mereka pada Febri!
“Kurangi omong kosong, kalau punya kemampuan tunjukkan saja, saya tentu tahu jelas dengan barang-barang yang sudah saya identifikasi!”
Febri melihat semua orang menatapnya dan raut wajahnya tenggelam lalu berkata pada Aron!
__ADS_1
“Bocah, apa kamu sudah dengar, kalau punya kemampuan tunjukkan saja, kalau hari ini kamu tidak bisa membuktikan pada kami, maka walau saya tidak mempersulitmu kamu kira orang lain akan membiarkanmu pergi?”
Boyca mencibir!
Aron tidak memperdulikan Boyca, dan mengeluarkan sebuah koin dari sakunya dan meletakkannya di atas meja : “Hadirin, kebetulan saya juga punya senjata ajaib di sini, dan saya akan memperlihatkan kepada kalian!”
Semua orang menatap Aron yang meletakkan sebuah koin biasa di atas meja, dan mereka langsung menegurnya : “Apa apaan ini, bukankah ini hanya sebuah koin?”
“Ini adalah senjata ajaib? Kalau ini adalah senjata ajaib, berarti saya punya ratusan senjata ajaib di rumah?”
“Kamu mengira kami ini bodoh ya? Sebuah tombak juga bisa menjadi senjata ajaib?”
Semua orang berteriak marah pada Aron!
Hanya saja Aron tidak memperdulikan mereka, dia menatap Guru Febri : “Guru Febri, apakah menurutmu yang saya keluarkan ini adalah senjata ajaib?”
Febri tidak tahu trik apa yang dimainkan oleh Aron, hanya saja itu memang sebuah koin biasa, bukan senjata ajaib!
“Ini hanya koin biasa mana mungkin itu senjata ajaib!”
Kata Febri.
“Sepertinya kalian semua tidak buta ya!” Aron mencibir : “Karena masih bisa melihat kalau ini hanyalah sebuah koin biasa!”
“Bocah bajingan apa yang kamu bicarakan?”
__ADS_1