
“Bagaimana mungkin saya membohongi Tuan Muda Robi, kalau Tuan Muda Robi pergi ke sana lalu menemukan saya membohongimu, maka kamu bisa langsung menamparku sampai mati…”
Paman Martin segera menggelengkan kepalanya.
Hal ini membuat Robi tergerak, satu jam latihan di dalam menara sama dengan satu hari latihan di luar menara, hal seperti ini belum pernah dia dengar sebelumnya dan Raden tidak pernah menceritakan hal ini kepadanya.
Sepertinya, Raden masih memiliki beberapa keraguan padanya, dan tidak memberitahukan semua rahasianya kepada dia.
“Baik, saya akan mempercayaimu kali ini…”
Robi mengangguk dan membawa bawahannya mengikuti Paman Martin kembali ke manor Keluarga Jota!
Tidak lama kemudian, beberapa orang itu tiba dan disambut oleh pemandangan mengejutkan di depan mereka.
Perkebunan dengan luas ribuan hektar itu sudah menjadi reruntuhan, tidak ada lagi bangunan yang masih utuh dan lubang besar ada di mana-mana.
Di sisi paling utara dari manor ini, sebuah menara menjulang tinggi dan aura kuno terpancar dari menara tua itu.
“Kepala keluarga…”
Paman Martin melihat tumpukan abu tulang manusia yang ada di tanah dan segera merasakan itu adalah Raden!
Karena dia sudah ikut bersama dengan Raden selama bertahun-tahun, walau berubah menjadi abu dia masih tetap dapat mengenalinya!
“Sepertinya kita datang terlambat, Aron sudah membunuh kepala keluarga kalian dan kabur…
__ADS_1
Robi berkata dan sepasang matanya tidak berhenti menatap Menara Setan.
Saat melihat Menara Setan itu untuk pertama kalinya, Robi sudah tertarik pada aura kuno yang dipancarkan oleh Menara Setan!
“Tuan Muda Robi, kamu harus membalaskan dendam kepala keluarga kami…”
Paman Martin berlinang air mata, tidak akan ada yang menyangka tadi dia kabur dan meninggalkan Raden begitu saja tanpa keraguan sedikit pun.
“Tenang saja, saya akan terlebih dulu membuktikan apakah perkataanmu benar atau tidak.”
Robi berkata sambil berjalan masuk ke dalam Menara Setan itu.
Di dalam menara, aura yang kuat terus menyerang ke dalam tubuh Robi, dan membuat darah Robi bergejolak!
Setelah merasa satu jam berlalu, Robi merasa tubuhnya dipenuhi dengan kekuatan!
“Hahaha, ini benar-benar menara pusaka, Raden ini memiliki barang bagus tapi dia sembunyikan untuk dirinya sendiri…”
Robi berjalan keluar dari menara dan menemukan hari sudah gelap.
Robi tercengang dan bertanya kepada bawahannya : “Berapa lama saya berada di dalam?”
“Tuan Muda, kamu sudah berada di dalam selama satu hari!
Kata bawahan itu
__ADS_1
“Satu hari?” Robi terkejut, dia tidak menyangka hal itu ternyata benar.
Pantas saja tubuhnya dipenuhi dengan tenaga, ternyata dia sudah berlatih selama seharian, bukan satu jam, tapi jelas-jelas dia merasa waktu berjalan dengan sangat cepat dan waktu di dalam menara sangat singkat.
“Tuan Muda Robi, saya sama sekali tidak membohongimu, melihat kepala keluarga kami sudah meninggal, Menara Setan ini juga tidak perlu diaktifkan lagi, dia sudah aktif dengan sendirinya.”
Paman Martin berkata.
“Hahaha…hahaha…”
Robi tertawa terbahak-bahak sambil mendongakkan kepalanya, tatapan matanya dipenuhi dengan kegilaan!
“Kamu melakukannya dengan baik, karena Warden sudah mati, dan tempat ini sudah menjadi tanah tak bertuan, maka saya akan memberimu investasi, kamu bangun kembali tempat ini dan mulai sekarang tempat ini akan menjadi milik Keluarga Harman…”
Robi berkata pada Paman Martin.
Paman Martin yang mendengarnya segera berlutut dan bersujud sambil berterima kasih : “Saya bersedia mengabdi untuk Tuan Muda Robi…”
“Kalian, berjaga di luar, saya mau mengasingkan diri, saya percaya tidak perlu waktu lama, saya sudah bisa mencapai ranah Great Grand Master puncak, dan bahkan setengah jalan menuju ranah Master Guru, saat saya menerobos ranah Master Guru, saya akan menjadi satu-satunya generasi muda di Kota Dama yang berhasil menjadi Master Guru dan August tidak ada apa-apanya…”
Robi berkata dengan penuh kegembiraan dan kegarangan, dia sedang membayangkan tidak lama dari sekarang, dia akan menduduki puncak dari generasi muda di Kota Dama, menikmati pujian yang datang dari segala penjuru.
Tidak lama kemudian, Robi mulai mengasingkan diri, sebuah aura menyelimuti tubuh Robi dan sebuah cahaya merah muncul di kening Robi…
__ADS_1