
Vian keluar dari ruang tindakan dengan tangan masih di perban supaya gerakannya tidak menganggu luka.
" gimana pah sudah baikan." tanya lily
" sudah, ini tinggal menghilangkan biusnya saja" jawab vian supaya menghilangkan kekhawatiran istrinya
" papah mau makan apa. tadi belum makan." kata lily
" mamah juga belum makan kan, kalo gitu kita restoran C aja, gimana.?" jawab vian
" iya kita kesana aja." jawab lily
vian dan lily pun pergi ke restoran, di perjalanan vian menerima telepon dari pak daryat.
" siang pak maaf menggangĂ gu." kata pak daryat
" iya pak gak apa apa, saya lagi diperjalanan kok. ada informasi apa pak" jawab vian
" kapan baiknya ya untuk peresmian LIVI Residence, soalnya minggu depan sudah ditempati." kata pak daryat
" ya sudah besok kan akhir pekan, undang aparat pemerintahan setempat." jawab vian
__ADS_1
" baik pak kalo begitu saya akan mempersiapkannya, saya juga minggu depan mau ke KBb ketemu sama pak opik." kata pak daryat
" oooo, gimana informasi dari opik itu, apa lahan itu bisa kita beli." jawab vian
" iya pak lahan itu bisa kita beli luasnya 3 hektar, harga ditawarkan 3,3 milyar, makanya saya mau melihat lokasinya, kalo bagus akan saya bayar sekalian. saya juga akan bawa tim legal memastikan tanah tersebut tidak ada masalah." jawab pak daryat
" ya sudah atur saja sama bapak, kalo bisa kamu nego ke 3 milyar" kata vian
setelah itu telepon di tutup.
" telepon dari siapa pah." tanya lily
" dari pak daryat, dia menanyakan peresmian LIVI Residence dan dia minggu depan mau ke KBB lihat lokasi tanah buat perumahan disana." jawab vian.
" papah bisa makan sendiri. atau perlu disuapin." kata lily
" masih bisa mah, tapi papah gak bisa bergerak bebas aja khawatir jahitannya lepas lagi." jawab vian, makanan pun telah dihidangkan, seperti biasa vian pesan sup buntut. hampir 30 menit mereka ada disana setelah itu mereka pergi pulang. di rumah masih pada beres beres habis acara. " gimana aa lukanya, apa kata dokter." kat bu ningsih
" gak apa apa bu, ini udah dijahit." jawab vian
" o iya pak bu, besok ada acara peresmian LIVI Residence, bapak ibu mau ikut." lanjut vian
__ADS_1
" iya dong ikut." jawab orang tua mereka.
" tapi kamu kan harus istirahat vian." kata pak bowo
" iya sih pak, tapi gimana lagian pak daryat mau undang aparat pemerintah disana. masa vian gak datang." jawab vian, vian juga telepon pak dede supaya membawa bus untuk diperlihatkan ke karyawan yang akan mempergunakan fasilitas itu. dan pak dede supaya mengantar vian dan keluarga pakai minibus, vian juga meminta murti dan shinta untuk memberitahukan kepada karyawan yang membeli perumahan untuk hadir. sedangkan lily tidak bisa berbuat apa apa untuk menghalangi suaminya yang harus istirahat tapi malah bekerja.
vian yang mengerti akan hal itu langsung mengajak sang istri dan pamitan ke orang tuanya untuk ke kamar.
" yank, papah tau mamah mengkhawatirkan papah, papah juga pengen istirahat tapi gimana papah harus menyelesaikan kerjaan." kata vian sambil meluk lily dan memberikan kecupan di kening istrinya. vian pun mengajak lily untuk mandi bareng. dikamar mandi vian dan lily bercumbu menghangatkan susana hati lily. lily pun menikmati pergulatan itu dan meraih puncak kehangatan bersama. selesai mandi vian dan lily mengobrol di kamar menunggu magrib, lily sudah kelihat gak cemberut lagi. setelah sholat berjamaah mereka turun ke bawah.
di ruang makan sudah berkumpul keluarga yang lainnya termasuk neneknya lily, kakek dan nenek vian. mereka pun makan malam bersama. selesai makan viam dan lily pamit untuk istirahat, setelah berbincang di atas kasur liky dan vian pun tertidur.
keesokan paginya setelah sarapan terlebih dahulu vian dan keluarganya termasuk nenek lily dan kakek nenk vian ikut dalam rombongan pergi ke acara peresmian LIVI Residence, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam mereka sampai di lokasi perumahan, minibus yang mereka tumpangi langsung parkir di area villa, devan langsung pergi ke kandang thunder. bus untuk antar jemput karyawan juga sudah standbye disana. serta karyawan dan keluarganya yang membeli rumah di perumahan tersebut juga sedang memasukan barang barang bawaan dari kontrakan mereka ke rumahnya masing masing.
vian ditemani haris dan putra pergi menemui pak daryat di kantor pemasaran, vian menanyakan progres L-Pro kedepannya termasuk yang di KBB. jam 10an rombongan walikota tiba di lokasi, vian dan pak daryat menyambut mereka, vian pun mengobrol dengan pak walikota. acara Peresmian LIVI Residence dibuka. vian memberikan kata sambutan
" bismillah, terimakasih kepada bapak walikota B dan jajaran yang sudah menyempatkan waktu untuk hadir di acara peresmian ini, terimakaaih kelada bapak ibu yang telah hadir di acara ini. saya sangat bahagia karena akhirnya proyek pembangunan perumahan ini selesai dan sudah siap untuk dihuni oleh sebagian besar dihuni oleh karyawan dari LIVI Group, ini adalah janji yang sudah saya tepati. saya berharap dengan, adanya perumahan ini dan area komesil lainnya bisa membawa dampak positif buat daerah ini, mudah mudahan kedepannya di area ini akan dibangun sekolah taman kanak kanak, SD, SMP, SMU, bahkan planing saya perguruan tinggi ada disini. demikian terimakasih." sambutan vian, dan pembawa acara memeprsilahkan bapak walikota untuk memberikan sambutan dan meresmikan perumahan livi residence.
" assalamualaikum, selamat pagi semuanya, semoga kita semua dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah SWT, terimakasih kepada pak vian selaku pemimpin livi group dan jajarannya, para aparat pemerintahan setempat. seperti yang telah tadi dengar dari pak vian mengjatapkan bahwa dengan keberadaan perumahan ini bisa membawa dampak positif, dengan adanya area klmersil dan lingkungan perumahan yang ada saya rasa akan membantu pelaku UMKM daerah sini menjadi maju, saya lihat dengan planing palning kedepannya daerah ini akan maju. tak akan panjang lebar dengan ini saya selaku walikota menyatakan bahwa Perumahan Livi Residence saya resmikan." sambutan walikota. walikota pun menuju monumen untuk menandatanganinya.
setelah peresmian itu vian dan walikota mengobrol membahas rencana rencananya di kota ini, vian pun berharap dukungan dari pemerintahan setempat. setelah itu walikota dan yang lainnya menyanyap makanan yang audah disediakan, lalu pamit karena ada acara ditempat lain. vian pun mengajak keluarganya kembali ke villa, sampai di villa vian pergi ke gazebo dekat danau, dan ia meminta dibuatkan kopi, sambil menikmati suasana vian merokok dan menikmati kopi. sedangkan devan semenjak datang dia terus bermain sama thunder. waktu dzuhur vian dan yang lain sholat di mesjid, setalah sholat vian mengajak keluarganya pergi makan, selesai makan vian dan keluarga pergi pulang
__ADS_1
Jam 2 mereka sampai di rumah, vian dan lily langsung ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian