Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Ekspektasi


__ADS_3

Senin pagi vian dan shinta siap siap pergi, vian dan shinta sudah memakai pakaian rapi.


" papah mau kemana." kata devan


" papah mau pergi ke KBB sayang, kenapa aa mau ikut." kata vian


" iya, aa mau ketemu mocha dan mochi pah." kata devan


" minggu depan juga kesana." kata vian


" lain dong pah, aa kan maunua sekarang." kata devan


" iya udah, tapi aa jangan ogo dan rewel ya, nanti aa sama lilis di villa, papah ada rapat." kata vian


" siap bos." kata devan lalu pergi ganti baju dan nyiapin baju


" enggak apa apa pah aa ikut." jata lily


" iya enggak apa apa, nanti papah rapat dia main di villa aja." kata vian. Lily pun menyuruh lilis menyiapkan kebutuhan devan.


" maaf ya aa ganggu bulan madu kalian." kata lily


" iya enggak apa apa mbak." kata shinta. Setelah siap, mereka pamitan lalu pergi ke KBB, karena belum sarapan mereka pun berhenti di rest area, setelah sarapan mereka melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


" pak mau pakai Patwal." kata putra


" enggak usah lah, lagian enggak terburu buru juga." kata vian


Jam 10.17 menit mereka tiba di pabrik LA, vian mengantar dulu devan ke villa, setelah itu vian dan shinta pergi ke pabrik PBN. Vian pun melihat pabrik bersama pak andi dan direksi lainnya, mereka akan uci coba mesin untuk proses pengolahan minyak, setelah beberapa kali mesin pun sudah bisa beroperasi, vian pun meminta nanti hasilnya yang bagus dan biasa, setelah itu vian pergi ke pabrik mie instant, pabrik tepung dan penggilingan padi.


" nanti habis makan siang aja ya kita diskusinya, mudah mudahan setiap produk sudah ada jadi kita bisa hitung HPPnya ." kata vian


" baik pak." kata pak andi


" kalau enggak kita makan siang bareng yu, di restoran yang dekat kolam ikan terapung." ajak vian


" baik pak." kata mereka


" adsalamualaikum, selamat siang bapak ibu dewan direksi PT. PBN, terimakasih sudah meluangkan waktunya, semuanya mungkin sudah mengenal saya waktu masih di LA, perkenalkan juga ini ibu shinta dia isteri saya sekaligus yang menjadi sekretaris saya. Dalam kesempatan ini saya ingin memastikan operasional perusahaan ini, karena kemarin pak bambang selaku pemilik PT. PBN ini menanyakan kepada saya kapan akan dilakukan acara peresmian PBN ini, belaiu mengusulkan untuk dilakukan sabtu besok, jadi masih ada waktu untuk kita melakukan persiapan peresmian PBN ini, saya berharap semuanya sudah bisa beroperasi minggu ini semua lini produksi itu yang paling utamanya, acara peresmian hanya sebagai seremoni belaka, saya ingin mengetahui perencanaan kedepannya seperti apa baik dari keuangan, produksi dan pemasaran serta pendukung lainnya. untuk itu saya persilahkan untuk masing masing memberikan laporannya." kata vian


" untuk semuanya lini produksi insyaAllah pak minggu ini bisa berjalan." kata pak andi direktur utama PBN


" Untuk perizinan mudah mudahan minggu ini sudah keluar pak, untuk merk juga sudah di daftarkan dan itu sudah bisa kita pakai, sedangkan untuk karyawan sudah kita buka lowongan pekerjaan dan minggu ini akan kita lakukan test dan wawancara akan tetapi untuk operasional awal kita sudah bisa berjalan." kata ibu salsabila direktur HRD dan hukum


" untuk masalah pemasaran kita akan melalui jaringan pasar modern dan pasar tradisional sama kita juga akan melakukan canvasing ke grosir grosir. Untuk rencana penjualannya seperti ini" kata pak damar direktur Pemasaran melihatkan proyeksi penjualan melalui infokus


" untuk operasional audah bisa dilakukan kan, karena kita masih bisa mempekerjakan karyawan yang sebelumnya." kata pak saeful direktur operasional

__ADS_1


" untuk bahan baku sudah siap pak, jadi kita setelah uji coba ini, kalau di rasa dari tim kesehatan oke kita bisa jalan untuk operasional, untuk masalah packaging nunggu disignnya, untuk orang yang design ini belum ada." kata pak ginanjar direktur Produksi.


" untuk masalah design saya akan usahakan dari tim yang sudah ada di livi group. Mudah mudahan 2 hari jadi karena tinggal mengganti merk sebelumnya." kata vian, vian pun mengirimkan pesan ke sella supaya membantu membuatkan design kemasan untuk minyak goreng, mie, tepung terigu dan beras dengan merk berkah dan jaya


" kalian cari saja bahan baku yang cocok untuk kemasan tersebut jadi pas design sudah ada tinggal produksi." kata vian


" untuk neraca awal seperti ini pak, laba rugi, untuk harga jualnya seperti ini pak, ini baru kasarnya saja dan ini kita sudah diskusikan dengan tim lainnya termasuk harga yang beredar dipasaran saat ini, kalau tidak ada perubahan kisaran nett profitnya di 17% sampai 27%. Karena masing masing produk berbeda beda, jadi nantinya tergantung produk mana yang laku terjual. Jadi rata rata bisa nett profitnya di 22%." kata Ibu Riska dikektur keuangan dia pun menampilkan di infokus


" oke kalau begitu, jadi kita tinggal jalan saja, pada dasarnya saya setuju saja, nah sekarang untuk peresmian undang saja pak gubernur D, pak Bupati KBB dan dinas terkait serta aparat pemerintahan setempat. Nanti saya minta soft copy undangannya." kata vian


" kita belum ada logo perusahan juga ya, jadi belum ada stempel." kata pak andi


" iya sudah saya suruh tim untuk membuatnya." kata vian, dia pun meminta sella untuk membuat logo PBN, vian menyuruh supaya membagi dengan yang lainnya.


" nanti buat kop surat, stempel, papan nama perusahaan di pagar depan, jadi acara peresmian papan nama tersebut sebelumnya di tutup, pas peresmian baru di buka, siapkan tenda dan kursi untuk tamu dan karyawan, makanan ringan dan makanan berat, jadi buat 2 stand yang sama yang 1 buat para tamu dan yang 1 buat karyawan supaya karyawan tidak segan juga kalau mengambil makanan, makanannya harus disamakan, nanti uangnya saya kasih ke ibu riska, jangan jadi beban perusahaan, nanti ibu buat laporan biasa saja." kata vian, vian pun meminta rekening lalu mentransfernya.


" baik pak, sudah masuk, nanti saya akan buatkan laporannya." kata ibu riska


" buat aja group Direksi dan komisaris jadi kita bisa membahas disana kalau ada permasalahan, kalau ada yang mau disampaikan langsung kepada saya juga boleh jangan segan segan. Saya percaya bapak ibu ini adalah orang pilihan yang bisa memegang amanah, nanti setelah berjalan 6 bulan karyawan PBN ini boleh mengajukan pengambilan perumahan di Livi regency, bapak dan ibu kalau ingin memiliki rumah disana juga boleh, saya berharap kinerja bapak ibu jauh daripada ekspektasi saya, tolong ingatkan juga kalau saya ada janji yang lupa, kalau kinerja bapak dan ibu baik dan bisa membawa perusahaan ini lebih baik saya enggak akan melupakan kinerja bapak ibu tersebut. Untuk masalah gaji direksi saya rasa cukup, kita lihat perkembangan kedepannya, kalau bagus bapak ibu minta naik gaji juga kan enak ya, untuk karyawan saya harap paling minimal UMR dan nanti disesuaikan kalau perusahaan mengalami perkembangan." kata vian


" terimakasih banyak pak." kata mereka.


Rapat pun ditutup, vian dan shinta pun pamitan mau ke pabrik LA, karena devan disana takut bosen enggak ada temannya

__ADS_1


__ADS_2