Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Strategi Pemasaran


__ADS_3

Suasana kekeluargaan sangat terasa, mereka becanda, bernyanyi bersama sambil menikmati jagung bakar.


" besok yang membuat pasport berapa orang pak." kata pak bambang


" kurang lebih di 30 orang pak." jawab vian


" iya sudah, saya koordinasikan sama orang dari kantor imigrasi." kata pak bambang


" terimakasih banyak pak atas bantuannya." kata vian, lalu menyalakan rokoknya.


" kita itu sebenarnya mau dari beberapa bulan lalu membuatnya sebelum acara umroh ini, tapi ada aja acara." kata bu retno


" ini jalan terbaik yang Allah kasih buat kita." kata pak bambang


" aamiin." sahut mereka yang ada disana


" wah aku akan kangen suasana kaya gini." kata silvy


" dulu aja kamu, seperti enggak betah ada di rumah mau pulang terus kesana." kata ibu sisil


" dulu lain bu, sekarang kan rame. Aku dapat teman dan keluarga baru disini." kata silvy


Karrna sudah larut malam mereka pun bubar, vian mengantarkan pak bambang dan keluarganya pulang. Setelah mengantarkan pak bambang vian masuk ke kamarnya. Vian, lily, adtrid dan dilla pun tidur saling berpelukan di bawah selimut.


Seperti biasa vian bangun pagi, minum air putih lalu pergi ke kamar mandi mengambil wudhu lalu membangunkan lily, astrid dan dilla. Mereka sholat berjamaah. Selesai sholat Vian pamit ke mereka untuk pergi ke gazebo, sedangkan mereka istirahat kembali. sebelum ke gazebo vian melakukan olahraga ringan, setelah dirasa cukup baru dia pergi ke gazebo dan membuat kopi sambil menyalakan rokoknya, lalu vian membuka laporan di emailnya. Vian menyuruh pak dede membawa minibus supaya sekalian berangkat bersama


Jam 7 vian masuk ke rumah lalu sarapan bersama, setelah selesai sarapan mereka siap siap untuk pergi ke kantor imigrasi, jam 9an pak bambang datang bersama keluarganya, setelah itu mereka pun pergi ke kantor imigrasi.


Di kantor imigrasi satu persatu melakukan wawancara dan pemotretan, termasuk devan dan de qinar. Shinta dan ibunya serta tim LNI juga melakukan hal yang sama termasuk pak daryat, pak hendri, pak opik dan keluarganya. Vian memberikan uang biaya pembuatan ke staf yang di suruh pak bambang untuk menangani semuanya. Jam 12 kurang mereka semua sudah melakukan pemotretan. Vian mengajak keluarganya untuk pergi makan siang bersama terlebih dahulu. Selesai makan siang vian dan keluarganya kembali ke rumah. Vian pamit mau ke kantor LNI ingin membahas persiapan umroh.


Vian diantar pak dede, sedangkan isterinya pak dede ikut minibus yang dibawa karyawan L-Trans, jam 1 lewat 40 menit vian sampai di kantor LNI. Vian memanggil shinta dan menyuruhnya untuk mengumpulkan tim LNI. Vian menjelaskan ke tim LNI bahwa keberangkatan perjalanan umroh akan dilakukan akhir bulan depan, dan menyuruh tim LNI untuk mengumpulkan pasport yang akan berangkat terutama distributor paling lama awal bulan depan. vian berharap tim LNI untuk mempersiapkan perjalanan umroh ini dengan baik. Setelah selesai memberikan pengarahan dan diskusi vian pamit duluan, selebihnya vian menyerahkan ke tim untuk berdiskusi. Shinta pergi mengikuti vian ke kantin.


" kamu udah makan, kalau belum makan dulu dan tolong pesankan kopi." kata vian


" belum pak, baik saya pesankan." kata shinta

__ADS_1


vian duduk di kursi yang biasa dia duduki kalau ke LNI, vian mengajak pak dede gabung bersama. Vian menyalakan rokoknya tak lama shinta membawa kopi lalu menyerahkannya ke vian. Shinta pun duduk disana dan makanan yang dia pesan juga datang.


" pak saya makan ya, atau bapak ada yang mau dipesan lagi." kata shinta


" iya sudah makan dulu, nanti kamu sakit lagi." kata vian


" iya pak." jawab shinta


" kamu habiskan dulu makannya, kalau sudah saya tunggu di ruangan karena ada yang harus kamu tangani." kata vian lalu pergi ke ruangannya. Shinta pun buru buru menghabiskan makannya walaupun belum habis dia bergegas menuju ruangan vian.


Tok... Tok.... Tok..


" iya masuk." kata vian, shinta pun masuk lalu duduk di depan vian


" ada apa pak, apa yang bisa saya bantu." kata shinta


" nanti sama kamu terus tanyakan masalah pasport distributor karena akan dibuatkan visanya." kata vian


" baik pak." jawab shinta


" lagi dikerjakan pak, saya sudah suruh orang untuk merapihkan ruko termasuk cat ulang. Saya sudah koordinasi sama pak opik." kata shinta


" masih perlu apa," kata vian


" enggak ada sih pak, palingan saya sedang cari modal untuk modal awal beli produk lainnya." kata shinta


" berapa yang kamu butuhkan." kata vian


" kurang lebih 10 jutaan pak." kata shinta


" saya kan udah bilang kalau ada apa apa kamu bilang." kata vian


" saya enggak enak pak, kalau terus terusan minta dari bapak." kata shinta


" jadi kamu sudah enggak anggap saya lagi nih." kata vian

__ADS_1


" bukan begitu pak, saya enggak mau dianggap memanfaatkan bapak." kata shinta


" iya udah saya transfer ke kamu ya, tadi kamu naik apa ke kantor imigrasi." kata vian lalu vian mentransfer ke rekening shinta


" naik taxi pak sama ibu." kata shinta


" udah di transfer ya, kamu cek aja, pakai untuk beli barang yang akan di jual di toko ya." kata vian, shinta pun memeriksa rekeningnya.


" pak kok banyak banget sih, aku jadi enggak enak sama aa." kata shinta


" jangan di pakai semuanya, simpan buat cadangan modal dan keperluan kamu lainnya." kata vian


" iya a, makasih banyak." kata shinta


" saya mau ke surabaya sama bali tolong kamu perhatikan disini ya." kata vian


" aa berangkat sama siapa kesana." kata shinta


" ke surabaya bareng bella dan keluarga lainnya mau ngantar bikin pasport sama pembukaan pembangunan perumahan. Kalau ke Bali sendiri mau cek resort disana." kata vian


" aku ikut ya ke Bali, aku pengen jalan jalan kesana." kata shinta


" iya udah kamu bereskan aja dulu kerjaan disini sama toko, nanti kami nyusul ke balinya." kata vian


" boleh memangnya a aku kesana." kata shinta


" kalau kamu mau ayo aja." kata vian


" beneran a, asyiiik, nanti aa kabari aja kalau mau ke bali ya." kata shinta


" iya, nanti sebelumnya saya kabari kamu ya." kata vian


" iya a, makasih ya. aa, ibu bilang terimakasih banyak atas segalanya, tadinya ibu mau bilang tadi waktu di kantor imigrasi tapi karena banyak orang jadi enggak jadi deh." kata shinta


" salam aja ya sama ibu, saya mau pergi dulu ya." kata vian

__ADS_1


" baik aa, hati hati ya." kata shinta. lalu vian pergi ke ruko, sampai di ruko vian ke kantor LCI melihat laporan stok dan penjualan per produk untuk melakukan strategi pemasaran selanjutnya. Karena kalau melihat secara kumulatif tidak akan terlihat produk mana yang laku dan harus di produksi, dan bagaimana cara menangani produk yang lama terjualnya.


__ADS_2