
vian menyuruh pak win memanggil mas pram dan mengambil jagung. tak lama mas pram datang lalu dia membuat bara api untuk membakar jagung, pengunjung yang hadir pun melihat proses bakar jagung tersebut.
" mas itu jagung bisa dipesan gak, saya pengen coba, sepertinya enak." kata pengunjung
" boleh mas, karena ini percobaan jadi gratis." kata vian
" wah saya juga mau coba dong mas." kata pengunjung lainnya
" sabar ya mas," kata pram
" baik mas terimakasih, kalau begitu saya pesen kopi deh mas." kata pengunjung.
" pak win tolong lihatin cara membakarnya ya." kata vian
" baik mas." kata vian
" mas ini sudah matang, mau mas makan duluan." kata pram
" kasih aja dulu ke pengunjung." kata vian
pram pun membawa jagung ke para pengunjung untuk mencobanya dan dia bilang "ini original kedepannya ada rasa pedas, keju, dan cokelat."
" wah enak mas, saya suka. pasti akan ada terus kan." kata pengunjung
" insyaAllah mas." jawab pram
" asyik nih, malam malam makan jagung bakar enak lagi, terus adain ya mas." kata pengunjung
" otak kamu ya, bener bener." kata pak bowo
" suami siapa dulu." kata lily
" nanti juga pastiin bahwa jagung yang ada adalah jagung manis jangan asal, terus di toko buah juga jual yang mentahnya. pastiin ke bapak untuk mencari jagung manis, dan harus dicoba dulu sama kita." kata vian
" baik mas." jawab dilla
pram pergi kebelakang untuk membuat saus cabe, keju, dan cokelat lalu membawa ke depan dan mengoleskananya ke jagung yang sudah matang lalu di kasih ke lily, astrid, dan dilla untuk di coba.
" wah enak banget mas, saya bisa ketagihan ini." kata lily
" iya nih enak." kata astrid
" mantaaap deh mas pram." kata dilla
" wah boleh dong kita coba mas." kata pengunjung wanita
" iya mas, aku ngiler lihat mbak mbaknya makan." kata pengunjung wanita lainnya.
" boleh tapi upload di sosial medianya ya dan tag akun Dilas cafe kasih komentar juga dan makanan lainnya juga." kata astrid
" siap mbak, harganya gak mahal kan." kata pengunjung wanita itu
" kisaran harga 10 ribu sampai 20 ribuan mbak." kata vian
" jangan lupa ya follow dan komentar akun Dilas Cafe, kalian juga bisa jadi member Dilas Cafe keuntungannya dapat diacount 10%." kata astrid
" nanti aku follow deh mba." kata pengunjung
__ADS_1
pram pun memebrikan jagung bakar ke pengunjung wanita tadi, pengunjung tadi mencobanya
" wah bener nih enak banget." kata pengunjung wanita
" iya nih dengan harga segitu luar biasa nikmat." kata pengunjung wanita lainnya.
" Dilas cafe top deh. makanannya enak gak mahal lagi, pas lah dikantong mahasiswa." kata pengunjung mahasiswa
" makasih mas, rekomendasikan ke teman temannya ya." kata dilla
" siap mbak." kata pengunjung itu
" pah bawa ke rumah ya jagungnya sebagian." kata lily
" iya boleh sayank." kata vian lalu meminta plastik ke pak win, vian pun membaqa jagung dan arang lalu dimasukan ke mobil tak lupa meminta saus tadi ke pram dan memasukan alat pembakarannya.
vian dan yang lain pamit lalu pergi pulang ke rumah, sampai di rumah vian menyuruh pak dede dan yang lainnya untuk membakar jagung di dekat gazebo belakang.
" wah mbak di sosial media rame nih mengenai dilas cafe, terutama jagung bakar, emang udah bikin menunya." kata bella
" tadi mas vian coba, eh pengunjung pada mesen." kata astrid
" nah kalian juga coba ya, ini saus resep mas pram." kata vian
" iya aku harus coba, ini di akun dilas cafe katanya mereka pengen mencobanya." kata bella
" pak dede ada kiriman ke surabaya gak dari LA," kata vian
" hari ini gak ada pak, gimana kalau dari temoatnya pak wahyudi." kata pak dede
" saya tanyakan pak ke orang disana, besok di bayar disini ya pak." kata pak wahyudi
" iya, bisa juga saya transfer sebagian." kata vian
" baik pak saya telepon dulu." kata pak wahyudi lalu dia menelepon orang di kampungnya.
" besok bapak juga bisa mulai cari cari informasi supplier terutama jagung manis, bapak harus pastiin bahwa itu jagung manis buat di bakar." kata vian ke pak wanto
" iya nak, ini juga bapak sudah tanya tanya ke teman." kata pak wanto
" pak dede besok antar dulu kami ke pabrik, sama jalan jalan cari oleh oleh lalu balik kesini. malam pak dede, pak wahyudi, haris dan putra balik ke jakarta pakai minibus. saya lusa siang baru pulang naik pesawat, kalau kalaian sudah sampai suruh siapa yang jemput ke bandara, kalau gak juga biar edi yang jemput." kata vian
" baik pak." jawab mereka
" kok buru buru banget sih mas." kata astrid
" mas udah ditanyain sama pak daryat dan tim pendahulu operasional sekolah, terus raka dan tim Livi group untuk bahas rumah sakit, terus janjian sama marketing ruko untuk kantor LAD's sama SPI, minggu depan mas harus ngisi acara di KBB ada undangan pak bupati untuk penyuluhan ke dinas dan petani mungkin beberapa hari." kata vian
" gimana tuh kaya pejabat aja kan, suami kita ini." kata lily
" kalau sudah deal ruko kalian sama bella harus ke jakarta, bisa bisa minggu depan." kata vian
" untuk apa mas, masih cape nih." kata astrid, dilla, dan bella
" iya tandatangan pembentukan perusahaan lah." kata vian
" terus cafe gimana." kata dilla
__ADS_1
" kasih aja tanggung jawab ke dea, cari satu orang buat pelayan toko dan pelayan cafe." kata vian
" setelah tandatangan pendirian perusahaan kalian harus bulak balik surabaya jakarta, bikin tim operasional, pengawas pabrik, bahkan kalau memang besok sudah tandatangan jual beli pabrik kalian harus awasi, buat tim marketing, keuangan." kata vian
" mamah juga harus bolak balik dong." kata lily
" itu kalian atur aja sendiri masa harus papah juga turun tangan. atau gak usah jadi beli pabriknya." kata vian
" jangan gitu pah, prospek pah. aku kan gak bisa bolak balik karena ada de qinar, jadi papah aja ya atau astrid sama dilla." kata lily
" kita juga ada dede bayi disini." kata astrid
" sama nih mba gimana dong." kata dilla
" beneran kalian lagi hamil." kata lily
" belum di cek sih mba." kata astrid dan dilla
" kalau gitu kita serahkan ke yang bikin anaknya." kata lily
" kamu ya ly ada aja alasan." kata bu retno
" ari dan bimo sambil sekolah kalian belajar sesui hobby kalian, photo produk, design kemasan, ya." kata vian
" iya mas, tapi bimo belum punya kamera yang bagus." kata bimo
" sama mas ari juga gak ada laptop buat design." kata ari
" kalian kaaih aja spesifikasi barangnya kasih ke mbak kalian, oh iya bell besok teman kamu bisa di ajak ngobrol gak." kata vian
" iya mas nanti aku cari speaifikasinya nanti di kasih mbak." jawab ari dan bimo
" perlu berapa orang mas." kata bella
" kamu punya teman dekat berapa orang, yang mau kerja berapa orang, mas perlu buat di resort, LAD's, Dilas, SPI. sama yang mau di ajak ke KUA." kata vian
" kok ke KUA pah." kata lily masih bingung
" kamu bisa aja vian mainin kata kata, emang kamu mau ly devan punya mamah baru lagi." kata bu retno
" oh... awas aja ya nanti gak kita kasih." kata lily, astrid dan dilla
" iya udah berarti jadi yang ke KUA lagi." kata vian
" iya gak, nanyi kita kasih deh." jawab mereka
" di lihat lihat kalian tuh mirip." kata bu ningsih
" iya ya bu, kalian kaya anak kembar." kata bu retno
" ini siapa yang mau jagung bakarnya, mau rasa apa." kata pak dede
" om de, aa mau rasa keju, makasih, aa pusing lihat mamah sama papah ribut terus." kata devan
" siap aa, ini jagungnya. yang lain kasih rasa sendiri ya." kata pak dede
mereka terus mengobrol sambil makan jagung, vian meminta dibuatkan kopi lalu menyalakan rokoknya.
__ADS_1