
Para mahasiswa itu pun menjelaskan Alur kerja dari proyek tersebut.
" dari tubin ini kita saluran ke Accu untuk menamlung daya listriknya, dari accu kita pakai inverter untuk mengubah arus listriknya dari DC ke AC, dari turbin ini bisa menghasilkan arus listrik di 15.000 watt tapi saat ini masih 50% pak." kata doni menjelaskan
" untuk penyimpanan arus listriknya dimana." kata pak menteri pendidikan
" di bangunan itu pak, jadi bangunan itu pengaturannya, listrik dari sini sudah kita pakai untuk penerangan di villa, Aula dan kebutuhan penerangan di Pabrik dan kandang, dan di jalan raya sekitar pabrik LA sampai ke PBN. Untuk operasional pabrik seperti mesin masih mempergunakan aliran listrik dari PLN." kata doni
" hebat, teruskan karya kalian ini." kata pak menteri pendidikan
" terimakasih pak sudah mau meninjau proyek kami ini." kata doni
" sama sama." jawab pak menteri pendidikan, selesai dari sana vian dan yang lain kembali ke pabrik dan melihat proyek biogas. Pak menteri pun merasa takjub atas pekerjaan para mahasiswa berkenaan inovasi dan karya mereka.
" terimakasih pak sudah mau meninjau proyek kami." kata farhat mahasiswa yang mengerjakan proyek tersebut
" sama sama, lanjutkan karya kalian ini, saya tunggu karya kalian selanjutnya." kata pak menteri pendidikan
" siap pak, kita sih tergantung dari LA pak." kata farhat
" itu masalah gampang bosnya ada disini, yang terpenting kerja kaliannya." kata pak menteri pendidikan.
" mumpung saya ada disini kalau ada yang mau disampaikan ke saya bilang saja ke pak opik ya." kata vian
" baik pak, terimakasih." kata farhat.
Selesai menijau proyek mahasiswa, mereka kembali ke villa, pak gubernur dan pak bupati langsung mengambil pancingan, pak menteri hanya menonton dari saung.
" pak untuk makan malam mau apa." kata opik
" saya tanya isteri dulu ya." jawab vian, lalu memanggil lily
" mah untuk makan malam mau apa." tanya vian
" nasi liwet pah, enak kayanya, ada ikan asin, sambel sama lalapan." kata lily
__ADS_1
" apa enggak salah menu." kata vian
" sama aja, tapi beli aja menu lainnya." kata lily
" iya udah pik sesuai apa kata isteri sama beli menu lainnya juga supaya yang mau menu lain bisa makan." kata vian
" baik pak, sama nanti malam kan bapak juga ada acara di perumahan livi regency." kata opik
" iya pik ingatkan saya ya." kata vian
" baik pak. Kalau begitu saya permisi mau mesan makanan" jawab opik
" oke pik, terimakasih banyak, ini uangnya." kata vian, lalu menyuruh lily mengambil uang di tasnya dan memberikan kepada opik. karena sudah sore vian pun pergi untuk bersih bersih.
" papah nanti malam mau pakai pakaian apa." kata lily
" pakaian santai aja." jawab vian
" papah makan malam disini dulu kan, enggak keburu buru acara disananya." kata lily
" pah, itu ika tanya mereka kamarnya dimana." kata dilla
" dibangunan sana aja, disana masih ada kamar kosong kok, kuncinya ada di ruangan opik kayanya, suruh tunggu aja dulu." jawab vian dari kamar mandi.
" iya pah, mamah kasih tau ke ika." kata dilla. Selesai mandi vian pun menelepon opik menanyakan kunci kamar. Vian duduk di depan villanya sambil merokok. Tak lama opik pun datang
" maaf pak, tadi habis pesan makanan saya pulang dulu ke rumah." kata opik
" enggak apa apa pik, saya mau tanya aja, kalau ada di ruangan kamu kan saya bisa ambil sendiri. Kunci kqmarnya sudah kamu kasih ke ika." kata vian.
" barusan sudah saya kasih ke mba ika." kata opik
" terimakasih ya pik, iya udah kita ngobrol di saung sambil nunggu magrib." ajak vian. Vian pun membawa kopinya ke saung.
" gimana pik untuk masalah perkembangan produk baru, sudah sejauh mana." kata vian
__ADS_1
" sample sudah ada, nanti saya bawakan sama contoh kemasan yang waktu itu bapak bilang." kata opik
" pada dasarnya saya akan setuju saja bagaimana kemasan itu, yang terpenting eye catching sewaktu produk itu di pajang di display." kata vian
" iya pak." kata opik. devan dan akbar bersama lilis dan pengasuh akbar datang habis main kuda.
" papah aa senang banget bisa main sama mocha dan mochi." kata devan
" iya, lain kali jangan kelamaan ya mainnya, sekarang aa sama akbar mandi udah sore loh." kata vian
" iya pah." kata devan, lalu dia masuk ke villa
" oh iya pik, saya sampai kelupaan masalah gaji untuk karyawan yang mengurus mocha sama mochi." kata vian
" setiap bulan kita kasih pak dari perusahaan." kata opik
" untuk yang sudah enggak apa apa dari perusahaan, kedepannya potong saja dari gaji saya, kalau masih kurang kamu kabari saya aja, mocha dan mochi itu kan tidak ada hubungan dengan perusahaan, tapi kalau yqng mengurus villa ini masih ada korelasinya dengan perusahaan, tapi tetap yang bayar melalui perusahaan, jadi tetap diakui sebagai karyawan LA hak dan kewajibannya mengikuti peraturan perusahaan tapi untuk biaya gajinya dari saya.." kata vian
" baik pak kalau begitu, nanti saya koordinasikan dengan bagian keuangan." kata opik
" pik, ada permasalahan enggak di tingkat karyawan," tanya vian
" alhamdulillah enggak ada pak, untuk asuransi kesehatan karyawan kita ikutkan di program pemerintah, untuk jaminan hari tua sama kita ikutkan di asuransi ketenagakerjaan, dan untuk masalah pinjaman karyawan pun kita tidak lagi mengeluarkan, kita hanya merekomendasikan saja ke BLS, jadi urusan itu kita serahkan ke BLS kita hanya memotong kewajiban karyawan tersebut saja." kata opik
" bagus kalau begitu, jadi kita tidak di pusingkan lagi urusan pinjam meminjam karyawan, tapi kamu juga harus pantau karyawan yang mengajukan pinjam itu apalagi yang benar benar urgent jangan sampai BLS memperlambat pemberian pinjaman, dalam hal kasus khusus kalau memang BLS tidak segera memberikan pinjaman tolong perusahaan turun tangan dan kabari ke saya, contohnya kasus khusus, perlu untuk berobat baik karyawan atau keluarganya," kata vian
" iya pak." kata opik
" kenapa saya melakukan itu, bukan saya ingin dibilang baik akan tetapi dulu kita pernah merasakannya, kita pernah lah mengalami itu. apalagi karyawan tersebut sudah lama, kalau memang perlu kamu keluarkan dulu dari kamu nanti saya ganti atau kamu hubungi saya." kata vian
" iya betul pak, baik pak nanti akan saya pantau untuk hal itu dan saya akan intruksikan ke bagian HRD." kata opik
" memang kita bukan yayasan tapi perusahaan profit, tapi kita juga jangan sampai melupakan norma norma kemanusiaan, dan saya akan selalu ingatkan jangan sampai ada karyawan yang tidak makan karena enggak mampu membeli beras, anaknya sampai putus sekolah, tapi itu pun tetap kita harus melakukan survey ke keluarganya jangan sampai niat baik kita dimanfaatkan, misalnya enggak sanggup membeli beras dikarenakan karyawan itu suka main judi dan hal hal jelek lainnya, kalau itu terjadi kita langsung kasih ke keluarganya dan karyawan itu langsung kamu kasih surat peringatan melalui mekanisme peraturan perusahaan tentunya, hal hal itu pasti akan ada saja, saya kasih kamu kewenangan untuk itu, tapi tetap fungsi saya sebagai komisaris akan saya jalankan yaitu mengawasi kinerja dewan direksi." kata vian
" baik pak." kata opik.
__ADS_1
karena sudah magrib, vian mengajak semuanya untuk sholat magrib berjamaah di aula.