Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Implementasi Pembelajaran di sekolah


__ADS_3

Pak menteri Pendidikan pun memberikan masukannya kepada para guru.


" Implementasi pembelajaran dalam bidang pendidikan, yaitu metode among sebagai sistem pendidikan yang didasarkan azas kemerdekaan. Cara mendidik yang diterapkan adalah menyokong atau memberi tuntunan siswa tumbuh dan berkembang atas kodratnya sendiri. Sistem among ini meletakkan pendidikan sebagai alat dan syarat agar siswa hidup sendiri dan berguna bagi masyarakat. Mendidik siswa agar menjadi manusia yang merdeka batinnya, merdeka pikirannya, dan merdeka tenaganya. Guru wajib mendidik murid agar dapat mencari sendiri pengetahuan itu dan memakainya guna amal keperluan umum. Pengetahuan yang baik dan bermanfaat akan digunakan untuk keperluan lahir batin dalam hidup bersama. Menurut pola pikir Ki Hadjar Dewantara, guru adalah abdi sang anak, abdi murid, bukan penguasa atas jiwa anak-anak. Implementasi dari filosofi Ki Hajar Dewantara tersebut perlu diwujudkan melalui aksi nyata yaitu menggunakan model pembelajaran project based learning melalui papan virtual Padlet. Aksi nyata yang dilakukan harapannya akan menjadi budaya kelas dan budaya sekolah. Aksi nyata tersebut akan dimulai dari kelas guru pengampu mata pelajaran. Penulis menyesuaikan pelaksanaan aksi nyata dalam masa pandemi covid-19, dan diimplementasikan secara daring dari rumah masing-masing siswa dalam pantauan orangtua/wali siswa. Setelah aksi nyata dilakukan, maka perlu merefleksi kegiatan serta ditindak lanjuti untuk melakukan perbaikan pada kegiatan berikutnya yang lebih lebih luas yaitu ruang lingkup sekolah.Tolok ukur aksi nyata ini adalah adanya perangkat merdeka belajar sesuai profil Pancasila gotong royong, merdeka belajar, berpusat pada siswa sehingga tampak ada perubahan budi pekerti siswa saat berinteraksi dengan siswa lain, guru, dan orangtua atau keluarga di rumah. Tentunya dukungan dari seluruh warga sekolah , terutama kepala sekolah, rekan guru sejawat, dan orangtua siswa sangat diperlukan agar aksi nyata dapat diimplementasikan. Upaya mewujudkan pembelajaran merdeka belajar, berpihak pada siswa dan sesuai profil pelajar Pancasila gotong royong yang mengacu filosofi Ki Hajar Dewantara dimulai dengan membuat rancangan pembelajaran daring. Hasil aksi nyata setelah pelaksanaan refleksi dan evaluasi bersama kepala sekolah dan teman sejawat adalah sebagai berikut. Guru mengetahui peta profil siswa terkait minat dan gaya belajar melalui survei. Diagnostik non-kognitif dalam bentuk survei di awal pembelajaran diberikan Guru pada siswa untuk mengetahui kesejahteraan psikologi dan emosional siswa, bagaimana minat dan gaya belajar siswa, dan kondisi siswa serta kondisi keluarga siswa.- Dengan mengetahui  kondisi awal siswa dan analisis survei, guru mulai membuat rancangan pembelajaran yang disesuaikan guna mengakomodasi perbedaan minat dan gaya belajar, serta permintaan proses pembelajaran yang siswa inginkan. " kata pak menteri pendidikan


" Peran guru sebagai pendidik dalam pembelajaran daring sangat penting dengan memanfaatkan aplikasi yang ada. Kreativitas guru selama pembelajaran daring menentukan proses pembelajaran agar siswa terjamin kemerdekaan selama proses pembelajarannya. Dalam pelaksanaan pembelajaran daring akan timbul suatu masalah apabila kreativitas guru rendah. Ada 4 keterampilan dalam mempelajari matematika, yaitu keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah, keterampilan berpikir kreatif dan inovatif, keterampilan berkomunikasi, dan keterampilan berkolaborasi. Selama pembelajaran daring, guru tidak dapat menfasilitasi siswa untuk berinteraksi dalam kelas guna memfasilitasi keempat keterampilan tersebut, namun guru dapat menggunakan teknologi agar siswa dapat belajar mengasah keterampilan walaupun dalam keterbatasan. Bermacam situs tersedia secara luas di internet untuk mendukung pembelajaran kelas kolaboratif. Salah satu aplikasi yang digunakan guru dalam pembelajaran adalah Padlet. Aplikasi ini berbentuk kanvas digital untuk menciptakan proyek kolaborasi secara sederhana dan mudah. Sistem kerjanya menyerupai papan vitual dalam bentuk kanvas digital. Guru dan siswa secara kolaboratif dapat mengisi papan kosong dengan berbagai hal, misal video, foto, record suara, tulisan, atau unggahan beberapa dokumen, tautan, serta konten lainnya. Padlet bagi siswa dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan matematika dan berinteraksi dengan guru seolah-olah mereka berada di kelas. Pengalaman belajar menggunakan Padlet mampu meningkatkan motivasi dan interaksi antar siswa dan guru serta empat keterampilan matematika. Kebebasan siswa dalam menyelesaikan tugas proyek dan menghasilkan karya Kebebasan siswa dalam menentukan cara belajarnya diakomodasi oleh guru melalui pembelajaran proyek dengan menggunakan aplikasi padlet. Dalam menyelesaikan tugas proyek, siswa diberi kebebasan membuat karya berupa video dengan memilih konsep sesuai pilihan kelompok masing-masing. Guru memberi beberapa pilihan tema, kemudian masing-masing kelompok memilih, mendiskusikan, berbagi peran, merancang desain, dan mengerjakan tugas proyek. Kolaborasi siswa dalam menyelesaikan tugas proyek yang menanamkan pendidikan karakter Gotong royong merupakan salah satu dari lima nilai karakter utama disamping religius, nasionalis, mandiri, dan integritas. Karakter gotong royong perlu dibangun dalam proses pembelajaran. Munculnya rasa gotong royong untuk menyelesaikan tugas proyek ditunjuknya adanya tahap pelaporan yang ditulis siswa, dan aksi video kebersamaan dari hasil karya yang telah dibuat oleh masing-masing kelompok. Guru harus bisa memberikan implementasi pembelajarannya kepada siswanya." kata pak gubernur B


" Merencanakan perbaikan untuk pelaksanaan yang akan datang dan evaluasi sangat penting dilakukan sebagai refleksi diri. Melalui refleksi, Guru dapat mereview pembelajaran yang telah dilakukan baik dari sisi kekuatan maupun kelemahannya. Kekuatan dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan kelemahannya diperbaiki untuk mencapai kualitas pembelajaran agar optimal. Rencana perbaikan di masa mendatang antara lain:


1.  mengembangkan pembelajaran serupa yang berfokus pada profil pelajar Pancasila yang lain;


2.  melakukan pengimbasan kepada rekan sejawat agar mendapat masukan demi perbaikan pembelajaran;


3.  berbagi praktik baik dengan mendesiminasikan kepada rekan guru di sekolah agar dapat berbagi hal baik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran selama PJJ;


4.  Menciptakan komunitas belajar produktif dan kolaborasi antar guru dalam melakukan inovasi dengan metode belajar daring (online) dengan saling membantu satu dengan yang lainnya.

__ADS_1


Dalam Kurikulum 2013 dituliskan bahwa ada banyak sekali metode pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas. Pemilihan metode mengajar itu tergantung pada penguasaan teknik dan materi yang akan disampaikan. Pada umunya metode yang 8 dalam proses belajar megajar antara lain ceramah, tanya jawab, pemberian tugas dan juga metode demonstrasi (praktek).




Metode Studi Kasus


Metode studi kasus atau case study  dapat digunakan dalam pembelajaran aktif. Metode ini memanfaatkan situasi atau kasus tertentu yang dapat memberikan siswa pembelajaran bermakna dan bermanfaat. Guru pintar dapat memberikan sebuah cerita tentang tema atau konsep yang akan akan dipelajari. Setelah itu, siswa dapat berdiskusi untuk melakukan analisa, sintesisa, dan evaluasi berdasarkan kasus atau masalah yang sedang dipelajari.




Dalam pembelajaran aktif, metode demonstrasi  juga sangat dianjurkan. Siswa diberikan kesempatakan untuk bersentuhan langsung dengan materi yang dipelajari kemudian mereka memeperagakannya di depan kelas. Metode pembelajaran ini dapat menunjukkan bagaimana siswa melakukan sesuatu yang kemudian diamati dan dibahas di depan kelas.

__ADS_1




Metode Discovery


Metode discovery mendorong siswa untuk menemukan sendiri pengetahuan atau konsep baru. Guru pintar harus memotivasi bagaimana siswa menyimpulkan sendiri konsep atau formula yang sedang dipelajari. Misalnya, Guru pintar meminta siswa mengamati berbagai bentuk pertulangan daun pada tumbuhan yang ada di sekitar rumah. Kemudian mereka dapat menyimpulkan ada berbagai jenis pertulangan daun pada tumbuhan.




Metode Jigsaw


Metode jigsaw ini menghendaki siswa untuk belajar dengan berkelompok. Guru pintar dapat mendorong siswa untuk kerjasama dalam kelompok. Setiap anggota kelompok mendapat tugas untuk memahami dan mendalami bagian tertentu dari tema yang dipelajari. Kemudian setiap anggota kelompok menggabungkannya hasil belajarnya sehingga terbentuk satu pemahaman yang utuh. Jenis metode pembelajaran ini membuat siswa belajar mendengar dan belajar satu sama lain. Ada beberapa metode lainnya yang akan saya sampaikan nanti." kata pak menteri pendidikan

__ADS_1




__ADS_2