Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Pengembangan BLS 1


__ADS_3

tak lama para direksi BLS pun datang, vian mempersilahkan mereka duduk.


" assalamualaikum, selamat siang bapak dan ibu semuanya. Mohon maaf saya mengganggu waktu bekerjanya." kata vian


" waalaikumsalam, enggak masalah pak, terimakasih sudah datang ke kantor." kata pak manopo dirut BLS


" ada beberapa yang ingin saya sampaikan, yang pertama saya melihat kinerja BLS selama ini stagnan saja tidak ada pekembangan usaha yang berarti, kedua saya harapkan direksi mengevaluasi kinerja manajemen, direktur mengevaluaai kinerja manajer dan menejer juga melaporkan kinerja staf stafnya, saya hatap dalam 1 minggu ini saya mendapatkan laporannya, ketiga tolong sesegera mungkin membuka cabang di surabaya dan beberapa daerah lainnya sesuai dari usulan dan analisis tim R&D, karena dari beberapa daerah yang saya datangi mereka menginginkan kehadiran kita disana contohnya kota B, kabupaten P di daerah D. Keempat peningkatan sumberdaya di tim pemasaran tetutama dibidang digital. Karena era sekarang sudah serba digital sampai penjualan produk produk pun melalui platform jual beli online, jadi para pendamping para debitur pun bisa mengajarkan kepada para debitur tersebut untuk melakukan penjualan secara online. Bagaimana kita bisa memberikan pendampingan kalau kita saja tidak mengerti, belajar masalah e-commerce dan lain lain." kata vian


" baik pak semuanya akan kami kerjakan sesuai usulan tim R&D dan pemasaran perusahaan, untuk masalah peningkatan kemampuan sumber daya kita sudah lakukan pak dengan mengadakan pelatihan dan kita pun membuka lowongan pekerjaan." kata pak manopo


" BLS jangan terus menerus mengandalkan omzet dari perusahaan group Livi saja karena kalau itu terus terjadi tidak akan bagus untuk perkembangan usaha BLS itu sendiri, coba kalau omzet perusahaan group livi lainnya menurun dampaknya akan terasa juga untuk BLS, setidaknya omzet dari luar perusahaan perusahaan group livi bisa menutup operasional perusahaan BLS, jadi omzet dari perusahaan group livi menjadi tambahan bukan menjadi andalan utama untuk menutup operasional perusahaan, kalau seperti itu dibiarkan buat apa ada kalian disini yang hanya menggerogoti pendapatan usaha lainnya," kata vian


" baik pak, kita akan laksanakan." kata pak manopo


" saya bisa bilang seperti itu karena saya bisa lihat dari laporan usaha lainnya juga, misalnya saja LNI omzet turun, omzet BLS pun ikut turun, itu kan sama saja usaha saya yang lain menghidupi kalian semua disini, tanpa kalian kerja keras pun kalian tetap akan berjalan, kalau terus seperti ini enggak bagus, saya diam bukan berarti saya tidak tau, saya ingin melihat bagaimana kinerja teman teman direksi untuk mengembangkannya, saya sudah bilang ke isteri, saya akan mulai mundur dari beberapa perusahaan termasuk BLS untuk terlibat langsung dalam perkembangan usahanya, eh malahan seperti ini, kalau dalam kurun waktu maximal 3 bulan ke depan tidak ada pekembangan usaha dari hasil di luar perusahaan group livi saya akan melakukan pengurangan karyawan, kalau pun enggak saya akan menyuruh perusahaan perusahaan lainnya untuk segera melunasi pembiayaan dari BLS, dan pindah ke tempat lain, tolong bu murti ingatkan saya, kalau perusahaan ini bukan bagian group livi saya hari ini juga akan melakukan itu, tapi saya masih bisa mentolelir ini. Kalian harusnya tau itu, tapi kenapa enggak bergerak, kalian sudah merasa nyaman tanpa bekerja pun omzet akan berjalan seiring omzet perusahaan livi lainnya betkembang, coba dong keluar dari zona nyaman itu, kalau penghasilan BLS besar kalian juga kan bisa menikmatinya. Atau kalian sudah puas bahkan karena disini enggak kerja kalian malahan bekerja di tempat lainnya untuk mendapatkan tambahan, enggak masalah buat saya kalian punya kerjaan di tempat lain tapi kalian harus tau kalian disini direksi yang digaji untuk meningkatkan pekembangan usaha BLS," kata vian

__ADS_1


semuanya pada diam, tak lama lily, astrid dan dilla datang kesana karena diberitahu shinta masih mengadakan meeting. Mereka bengong melihat suaminya yang sedang bicara dengan emosi seperti itu.


" kalau kalian disini merasa gajinya kurang, fasilitas yang diberikan perusahaan tidak bisa menutupi gaya hidup kalian, dari awal saya tidak pernah memaksa kalian untuk kerja terus disini, silahkan saja kalian ajukan pengunduran diri kalau memang merasa seperti itu. Kalau terus seperti ini disini itu hanya perlu 1 orang bagian keuangan, 1 orang bagian akunting, 1 orang bagian pemasaran, enggak usah ada ratusan orang, dengan 3 orang tersebut sudah bisa jalan ini BLS, saya tinggal menyuruh perusahaan perusahaan livi lainnya saja yang bekerja enggak perlu lagi ada tim R&D segala, saya tinggal buat perusahaan baru saja. Saya diam selama ini tuh karena saya masih menghargai kinerja kalian selama ini, tapi kok kalian jadinya keenakan, saya pergi keluar kota mencari debitur debitur baru, kalian disini enak enakan, pokoknya tidak akan ada lagi teloransi yang akan saya berikan jika dalam waktu 3 bulan tidak ada perubahan mohon maaf saya katakan saya akan melakukan pengurangan karyawan atau saya akan melakukan penutupan kerjasama dari perusahaan perusahaan livi lainnya. Saya bisa saja membuat perusahaan perbankan baru. tolong sampaikan ke karyawan lainnya. Terimakasih atas waktunya, mohon maaf kalau ada kata kata yang tidak mengenakan, ini harus saya lakukan supaya saya juga bisa memberikan keadilan untuk karyawan lain di perusahaan livi lainnya. Jangan sampai mereka menjadi sapi perah kalian. Terimakasih." kata vian


vian pun pergi ke ruangan dia dan lily. Lily, astrid dan dilla serta shinta pun mengikuti vian masuk ke ruangan.


Beberapa menit terjadi keheningan di dalam ruangan tersebut.


" kok kalian datang kesini, ada apa." kata vian


" enggak ada, iya sudah kita ke restoran aja sekarang." kata vian. Tak lama murti datang kesana, tadinya mau menawarkan minum dan makan apa kepada vian dan yang lainnya.


" enggak mur terimakasih, saya dan ibu akan pergi makan di luar, tolong kamu laporkan apa yang terjadi setelah ini ya." kata vian


" baik pak," jawab murti. Setelah pamitan vian dan yang lainnya pergi dari kantor BLS. Vian menyuruh pak dede untuk pulang aja, jadi dia numpang bersama lily, astrid, dilla dan shinta pergi ke restoran. Di kantor BLS dewan direksi mengumpulkan manajemen dan karyawannya, pak manopo memberikan arahan kepada mereka dan memberitahukan perihal yang tadi disampaikan vian. murti pun memberitahukan hal tersebut kepada vian

__ADS_1


Di restoran vian memesan es lemon tea dan sop buntut, sambil menunggu pesanan datang vian pergi merokok terlebih dahulu. Setelah pesanan datang vian kembali ke meja lalu menyantap makan siang bersama isteri isterinya. Selesai makan vian pergi merokok kembali.


" papah habis dari sini mau kemana." kata lily


" pulang aja, memang mamah mau kemana dulu, mau belanja." kata vian


" iya, kita pengen jalan jalan aja pah, kita kan jarang jarang jalan berlima seperti ini." kata lily


" iya sudah kalau memang kalian mau jalan jalan dulu." kata vian


" papah enggak apa apa kita jalan jalan dulu." kata lily memastikan


" iya enggak apa apa yang penting kalian suka aja." kata vian


" terimakasih ya pah." kata mereka

__ADS_1


setelah semuanya selesai makan dan membayar, vian dan para isterinya pun pergi ke mall.


__ADS_2