
Sore hari vian dan lily sudah di rumah, vian dan lily langsung ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian. vian menerima pesan dari ibunya bahwa ia akan pulang sore ini. " pah pesan dari siapa?" tanya lily
" dari ibu yank, katanya sore ini mereka pulang," jawab vian
" papah mau makan malam apa?, mamah mau sop buntut, papah mau juga gak?" tanya lily
" iya boleh mah, papah juga pengen yang kuah kuah. papah ke gazebo dulu ya sambil nunggu magrib," kata vian. lalu dia pergi ke gazebo
di gazebo vian membuat kopi. sambil merokok vian membuka email melalui handphonenya membaca laporan. tak lama datang pak bowo menghampirinya.
" bapak mau dibuatkan teh atau kopi." kata vian
" boleh. kopi aja" jawab pak bowo
vian pun membuatkan kopi buat mertuanya itu. mereka pun mengobrol
" vian kamu tau gak kapan bapak mu pulang, sepi nih." kata pak bowo
" mereka sedang diperjalanan pak pulang kesini." jawab vian
" alhamdulillah jadi rame lagi rumah. dulu bapak tidak pernah merasakan kesepian seperti ini, walaupun satu rumah tapi kita asyik dengan kehidupan masing masing. dan bapak tidak pernah mersakan kebahagiaan seperti ini. terimakasih ya vian." kata pak bowo
" sama sama pak, seperti yang pernah saya sampaikan, vian bukan ingin pamer memiliki rumah gede kaya gini, ini semua hanya untuk supaya kita bisa kumpul, saya pernah merasakan tidur berhimpitan di kontrakan. melihat keluarga bahagia sudah cukup buat saya." jawab vian.
karena sudah masuk waktu magrib vian dan pak bowo pun pergi ke musholla, setelah melaksanakan sholat meraka pergi ke ruang makan. disana sudah ada bu retno, ibunya, dan lily. tak lama devan datang
" pah, mah, aa ingin di sunat." kata devan
" apa aa, aa mau di sunat." jawab vian sambil heran kenapa anaknya mau di sunat
" aa kenapa ingin disunat." kata lily
" biar sehat dan bersih biar nazis gak nempel kata di film katun." jawab devan
lily pun meminta tablet yang di pegang devan untuk mengecek film apa yang dia tonton. pantesan aa mau disunat karena nonton ini.
__ADS_1
" bolehkan aa di sunat, pah, mah." tanya devan
" iya tentu boleh aa, kapan aa mau disunatnya." kata vian
" besok ya pah." jawab devan
" gimana ini pah." tanya lily
" ya sudah kamu telepon dr. silvi untuk mendaftar devan di sunat besok." jawab vian
lily pun menelepon dr. silvi, dan menayakan apakah besok devan bisa di sunat. dr silvi pun memberikan jadwal sunat devan, jam 7 pagi sudah ada di rumah sakit.
" ya udah aa istirahat sekarang. besok pagi aa akan disunat." kata lily
" asyiiik, aa besok disunat..." jawab devan dengan gembira lalu dia pergi ke kamarnya.
" kok kalian langsung menyetujuinya sih." kata bu retno
" mumpung dia yang minta bu, kalo disengajakan kadang susah." jawab vian
" iya mumpung dia yang mau, bapa setuju, lagian kan metode sunat sekarang suah modern." kata pak bowo menyetujui.
" besok kita harus ngadain syukuran, habis ashar ya." kata pak bowo
" ya sudah, ibu mau undang teman teman ibu ah udah lama gak kumpul." kata bi retno
" pah boleh ya mamah undang teman teman mamah udah lama gak ketemu." kata lily
" iya ah kita juga mau ngundang tetangga rumah, sama teman teman bapak sama ibu." kata pal adi
" papah gak undang teman teman papah, rekan bisnis kita." kata lily
" iya papah akan undang mereka, siapkan saja kalo begitu cattering dan yang lainnya." jawab vian
" kita gak undang anak anak panti asuhan." tanya pak bowo
__ADS_1
" untuk kali gak dulu, nanti kirim aja makanan kesana." jawab vian
lily langsung telepon cattering untuk memesan makanan, minuman dan yang lainnya. pak bowo telepon tukang tenda dan dekor. lalu mereka mengirimkan undangan.
jam 11 malam mereka baru masuk ke kamar masing masing, anak yang mau di sunat dan yang bikin acara mendadak itu sudah dari tadi tertidur.
pagi harinya dari tenda dan dekorasi sudah datang, vian dan lily sudah siap siap membawa devan ke rumah sakit, devan yang sudah mandi dan berganti pakain di gendong vian ke bawah menuju kakek dan neneknya. setelah siap semua mereka pun berangkat ke rumah sakit.
di rumah sakit devan kelihatan tenang, dia pun diperiksa sama dokter dan pemeriksaan selesai devan siap untuk di sunat. dalam proses sunat itu dia diajak mengobrol sama dokter sehingga dia tidak merasakan proses sunat itu. keluar dari ruangan sunat devan sungguh gembira karena diberikan mainan sama dokter.
" gimana aa udah disunatnya?" tanya lily melihat anaknya keluar
" sudah dong mah, ini aa dikasih mainan sama dokter." jawab vian
" hebat anak bapak ibu srdikit pun dia gak takut. kami berharap agar bapak ibu menjaga dia jangan terlalu aktif dulu." kata dokter menjelaskan.
habis melakukan pembayaran mereka pilangnke rumah.
" aa mau di kasih hadiah apa sama kakek dan nenek " kata pak bowo
" apa aja kek, nek, terimakasih." jawab devan
" iya aa, mau hadiah apa dari kakek nenek." kata pak adi dan bu ningsih
" gak usah kek nek, terimakasih, tapi kalo kakek nenek mau kasih aa hadiah, aa mau kasih hadiahnya ke teman teman di panti asuluhan itu." kata devan
" iya kalo begitu nanti kita berbagi dengan mereka." jawab nenek kakeknya, mereka merasa terharu akan keinginan anak kecil itu. mereka bangga..
sampai di rumah persiapan acara syukuran sunatan devan sudah rampung, karena khawatir lupa vian mengajak devan untuk pergi ke panti asuhan sehabis dzuhur, sebelumnya vian telepon pak dede untjk membeli sembako dan nasi box. selain itu vian juga memasukan uang ke dalam amplop yang nantinya akan dibagikan devan ke teman temannya di panti asuhan
sehabis dzuhur vian dan keluarga berangkat kesana, vian dan keluarga membagikan nasi box dan memberikan sembako ke panti asuhan tersebut. vian bilang ke ketua panti supaya anak anak panti berbaris karena devan mau berbagi.
" teman teman terimakasih ya, aa hari ini habis di sunat mohon doanya." kata devan lalu dia memberikan amplop ke anak anak panti itu. selesai dari sana mereka kembali ke rumah karena sebentar lagi akan para tamu akan datang.
jam 2 teman teman orang tua dan mertua vian sudah pada datang mereka pun memberikan kado kepada devan dan memberikan selamat bentuk baru katanya.
__ADS_1
efek obat sudah berkurang devan merasakan perih dia pun menangis karena takut sewaktu mau buang air kecil.
acara pun berlangsung sampai jam 5 sore, para tamu sudah pulang tapi masih ada juga yang berkunjung dan mengobrol karena acara tersebut juga menjadi ajang temu kangen.