Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Keluarga Besar


__ADS_3

Jam 11 lewat mereka sampai di Pabrik LCI, vian dan pak wahyudi pergi ke kantin ingin memastikan intruksinya dikerjakan atau tidak. Sedang lily, astrid, dilla dan ibu sisil pergi ke kantor, devan, de qinar, lilis dan evi pun ikut bersama mereka.


Di kantin terlihat sedang ada renovasi tempat istirahat karyawan dan kursi serta meja untuk karyawan makan sudah tertata, meja untuk parasmanan pun sudah siap.


" bapak, mau minum kopi." kata ibu kantin


" iya bu boleh." kata vian


" sekalian saya juga bu." kata pak wahyudi


" gimana pak yudi enak rumahnya." kata vian


" enak banget pak, apalagi kasurnya empuk sampai saya hampir kesiangan untung istri telepon." kata pak wahyudi


" syukur kalau nyaman." kata vian, vian pjn menyalakan rokoknya


" oh iya bu gimana ada kendala gak." tanya vian


" alhamdulillah gak pak, tinggal melihat bagaimana situasi karyawan saat ambil makanan." jawab ibu kantin


" oh iya pak ini kopinya, dan ini rincian belanjaan kemarin." lanjut ibu kantin menherahlan kopi dan catatan belanjaan dan disitu ada uang sisanya.


" sudah ambil saja uang sisanya sekalian bayar ini kopi." kata vian


" terimakasih banyak pak." kata ibu kantin


" sama sama ibu, yang penting ibu juga harus jaga kesehatan." kata vian


" sekarang saya sudah bisa lebih santai pak karena tau jadwal harus menyiapkan makanan, paling sebentar lagi ngelayanin para karyawan. Habis itu saya bisa santai, karena nanti cuci piring dan gelas di bantu suami, kalau begitu saya mau siap siap pak karena sebentar lagi istirahat." kata ibu kantin


" iya bu silahkan." kata vian, tak lama dado datang kesana


" bapak disini, di kira saya di kantor." kata dado


" saya pengen ngopi pak." kata vian


tak lama karyawan pun pada datang, mereka pun menyapa vian dan mengucapkan terimakasih.


" wah kalau makanan kaya gini terus saya bisa bisa gemuk nih." kata salah satu karyawan


" iya nih, tambah betah aja kerja disini." kata karyawan lain


" ini setiap hari bu." kata karyawan


" iya, makanya kerjanya harus benar. udah dikasih seperti ini sama bos kalau kerja masih malas malasan keterlaluan." kata ibu kantin


" kita pasti semangat bu." kata karyawan tersebut


Tak lama devan datang bersama lilis. Dia pun berlari menuju vian. Para karyawan pun melihat anaknya bos itu.


" papah lagi apa disini." kata devan

__ADS_1


" papah lagi ngopi sayang, kok kesini." kata vian


" aa bosen pah di tempat mamah kerja." kata devan


" terus aa kesini mau apa." kata vian


" aa disuruh kesini sama mamah, kata mamah aa disuruh jagain papah biar gak lirik lirik mamah baru." kata devan polos. para karyawan yang ada pun tertawa mendengar kepolosan anak bosnya itu.


" itu anaknya bapak." kata ibu kantin


" iya bu ini anak pertama saya." kata vian


" seriusan pak istrinya 3." kata ibu kantin yang belum percaya vian memiliki 3 istri


" tanya aja sama anak saya. Aa punya berapa mamah." kata vian


" mamah lily, mamah astrid sama mamah dilla." kata devan


" tuh apa kata anak saya." kata vian


" o iya lis, kamu sama indra terus bilang juga sama evi siapin persyaratan buat bikin pasport ya. 2 bulan lagi kita umroh." lanjut vian


" oh iya pak." jawab lilis


" kamu mau tinggal di rumah saya terus agau mau cari rumah sendiri." kata vian


" pengennya sih biar enak, saya pengen punya rumah sendiri." kata lilis


" iya udah kamu cari rumah nanti saya belikan, tapi kamu akan terus kerja sama saya kan." kata vian


" iya udah kalau gitu nanti kamu sama indra cari dekat dekat rumah kaya pak dede sama pak edi." kata vian


" oh iya pak, terimakasih sebelumnya." kata lilis


" pak dado, bapak kan asli orang sini, kalau senggang cari tanah ya minimal 1 hektar." kata vian


" iya pak, nanti saya cari pak. Oh iya pak tanah sebelah ini juga katanya mau di jual luasnya hampir 2 hektar." kata dado


" mau dijual berapa." kata vian


" nanti saya tanyakan, memang untuk apa pak." kata dado


" saya mau buat perumahan, kalau gak buat bangun pabrik kalau memungkinkan." kata vian


" siap pak, perumahan aja pak biar saya bisa beli rumah disana, gak harus ngontrak terus." kata dado


" iya mudah mudahan aja ada rezeki dan jodohnya." kata vian


" aamiin, nanti saya tanyakan kalau ketemu penanggung jawabnya." kata dado


" kalau ada informasi langsung hubungi saya saja ya. Terimakasih." kata vian

__ADS_1


" baik pak." jawab dado


tak lama lily, astrid, dilla dan ibu sisil datang bersama pak rudi, de qinar sama evi pun mengikuti dari belakang


" aa gimana tugas dari mamah." kata lily


" aman mah, papah gak cari mamah baru tapi tapi papah cari....... Cari apa ya aa jafi lupa." kata devan


" ayo apa." kata lily


" cari tanah mah." kata devan


" tanah buat apa pah." kata lily


" buat perumahan, kalau gak buat kantor cabang BLS sama kalau memungkinkan buat pabrik." kata vian


" o iya pak maaf, saya dapat informasi katanya dari dinas ketenagakerjaan sama walikota ingin berjumpa sama bapak." kata pak rudi


" kapan waktunya." tanya vian


" katanya mengikuti jadwal bapak aja nanti mereka menyesuaikan." kata pak rudi


" hari ini saya harus kembali ke jakarta, soalnya malam mau kedatangan pak gubernur, mudah mudahan minggu depan bisa." kata vian


" kalau begitu saya nunggu kabar dari bapak saja ya." kata pak rudi


" begitu lebih baik, sampaikan permohonan maaf saya karena besok saya mau peresmiaan perusahaan SPI, lusa grand opening toko LAD's." kata vian.


" pah ayo ini udah siang loh, kita belum makan siang dan siap siap ke bandara." kata lily


" iya mah, papah juga udah kok." kata vian. Mereka pun pamit dan pergi ke rumah makan untuk makan siang.


Selesai makan siang mereka kembali ke rumah lalu siap siap ke bandara. Vian menyuruh dilla memesan 2 mobil taxi untuk ke bandara.


Jam setengah 1 mereka pergi ke bandara, 30 menit perjalanan mereka sampai di bandara, lalu check in dan masuk ke bandara, mereka pun membeli oleh oleh disana. tak lama pak bambang dan ajudannya pun datang setelah itu mereka ke tempat boarding pass.


tak berselang lama mereka naik ke pesawat, selama perjalanan vian dan pak bambang pun ngobrol sampai gak kerasa sudah sampai di jakarta.


" bapak jadi ke rumah saya gak." kata vian setelah sampai di bandara


" iya jadi pak, tapi saya belum telepon orang untuk jemput." kata pak bambang


" iya sudah kalau begitu sekalian saja sama saya, nanti bapak suruh sopir bapak jemput di rumah atau gak bapak menginap saja dulu." kata vian


" saya benar benar merepotkan bapak jadinya." kata pak bambang


" gak sama sekali pak," kata vian, vian pun menelepon pak dede supaya menjemputnya di lobby bandara.


Setelah memasukan barang barang ke bagasi oleh haris dan putra, mereka lanjut pulang ke rumah


" wah enak banget ini mobilnya." kata pak bambang

__ADS_1


" begini pak kalau keluarga besar jadi kalau rame rame pakai ini." kata vian


40 menit perjalanan mereka sampai di rumah, mereka pun masuk ke dalam rumah.


__ADS_2