
Selesai makan dan istirahat mereka pun melanjutkan perjalanan ke pactory outlet, sampai disana para ibu yang lebih antusias.
" papah yang bayar ya." kata lily
" iya sayank, pakai aja kartu yang di mamah aja dulu masih ada saldonya kan." kata vian
" kalau enggak ada tinggal minta sama papah." kata lily
" suruh ibu dan paman serta bibi membeli juga, jangan lupa belikan buat deni." kata vian
" iya pah, terimakasih." kata shinta
" kalian juga ajak ibu dan bapak pilih jangan lupa belikan bella, ari dan bimo." kata vian
" iya pah." kata astrid dan dilla
" papah mau beli kaos ini enggak, buat nanti di pantai." kata lily
" boleh, gimana mamah aja," kata vian
mereka pun memilih baju dan yang lainnya, lily, astrid, dilla dan shinta pun memilih baju yang samaan
" mampir dulu ke rumah ya." kata pak gubernur D
" boleh saja pak, tapi mungkin enggak lama dan enggak tau yang lainnya." kata vian
" boleh pak gub, kita mampir sebentar sebelum melanjutkan perjalanan." kata pak menteri
" kapan lagi kita bisa berkunjung ke rumah pak gubernur." kata pak gubernur B
" soalnya ibu suka menanyakan pak vian dan keluarga aja, saya ingin memberikan kejutan untuk beliau, kata beliau pak vian ini orang yang amat baik, merangkul semuanya, apalagi beliau melihat waktu di mekkah bagaimana orang orang disana memperlakukan pak vian seperti tamu terhormat." kata pak gubernur D
Selesai belanja belanja mereka pun pergi ke rumah pak gubernur D, dari tempat belanja ke rumah pak gubernur hanya 37 menit perjalanan. Pak gubernur mempersilahkan mereka untuk masuk ke rumah, pak dede dan haris membantu menurunkan barang barang yang dibawa dari LA untuk pak gubernur
" assalamualaikum, bu, siapa nih yang datang ke rumah kita." kata pak gubernur
" waalaikumsalam, kalian sudah pulang,." kata ibunya pak gubernur, dia pun kaget dengan kedatangan vian dan keluarganya serta pak bambang, pak menteri, pak gubernur B. Vian dan yang lainnya pun bersalaman dengan ibunya pak gubernur
" kok kalian enggak bilang dulu sih, kalau tau kan ibu bisa masak kalau tau." kata ibunya pak gubernur
" jangan repot repot bu, kami baru saja makan, kami hanya ingin bersilaturahmi saja ke ibu." kata pak menteri
" iya bu, bagaimana kabarnya." kata vian
__ADS_1
" alhamdulillah nak, kalian juga sehat kan." kata ibunya pak gubernur
" alhamdulillah bu, kami sehat." kata vian
" kalau ibu tau kalian ketemuan, ibu pasti ikut," kata ibunyq pak gubernur
" kemarin kan saya sudah bilang mau ketemu pak vian." kata pak gubernur
" kapan kamu ngajak." kata ibunya pak gubernur
" terimakasih ya nak, kamu sudah memberikan pengalaman hidup kepada ibu, bagaimana kita bersosialisasi kepada sesama," kata ibunya pak gubernur
" saya yang berterimakasih, ibu telah memberikan contoh bagaimana kita menjalankan kehidupan ini." kata vian
" kamu bisa saja, jujur saja nak, sepulang dari umroh kemarin ibu mencontoh apa yang telah kamu lakukan, bagaimana memperlakukan orang, terutama saudara sendiri. Memuliakan tamu." kata ibunya pak gubernur
" itu hal yang semua orang juga lakukan bu, saya juga masih perlu banyak belajar." kata vian
" ibu lihat keluarga kalian tuh harmonis, sangat erat kekeluargaannya, pantas saja nirmala betah tinggal di rumah kamu." kata ibunya pak gubernur
" kalau ibu mau tinggal disana juga enggak masalah bu." kata vian
" iya bu, ayo tinggal disana aja sama kita, tapi maaf disana enggak bisa ngasih makan yang mewah mewah." kata lily
" rumah kami selalu terbuka buat ibu mau kapan saja silahkan datang." kata lily
" terimakasih banyak nak, kalian memang orang yang baik." kata ibunya pak gubernur
" suatu kehormatan buat kami untuk bisa menyambut ibu, tapi mohon maaf jika memang kami tidak biaa memberikan pelayanan yang terbaik untuk ibu." kata vian
" oh iya bu 2 hari lagi anak kami yang ke 2 akan ulang tahun yang pertama, mohon doa yang terbaik untuk dia, dan kami tunggu kehadiran dalam acara syukurannya nanti, sama minggu ini juga kita akan mengadakan family gathering perusahaan LA di pangandaran barangkali ibu mau ikut." kata lily
" insyaAllah kalau diajak kesana insyaAllah saya hadir dan sama kalau diajak ikut ke pangandaran ibu juga ikut, maklum kalau sudah tua bagaimana yang ngajak saja." kata ibunya pak gubernur
" kalau memang ibu mau dan enggak diajak saya jemput kesini, saya sudah tau ini." kata vian
" alhamdulillah terimakasih banyak nak, ibu bahagia mendengarnya." kata ibunya pak gubernur
" iya bu, kalau memang ibu mau nanti kita ke jakarta ke acara syukuran de qinar sama kalau mau ikut ke pangandaran juga kita pergi yang penting ibu bisa bajagia." kata pak gubernur
Setelah bersilaturahmi mereka pun pamitan pulang ke keluarganya pak gubernur D, di perjalanan vian dan lily membicarakan syukuran ulang tahun de qinar, konsep dan lainnya vian serahkan kepada lily.
" mamah atur aja ya persiapan ulangbtahun de qinar sepeeti apa." kata vian
__ADS_1
" iya pah nanti mamah cari konsep dan dekorasinya, nah ini bisa bisa anak kalian barengan merayakan ulang tahunnya nanti." kata lily
" iya mbak, tapi aku pengen pas lahiran mau ada papah ya." kata astrid
" aku juga sama mau ada papah disamping aku." kata dilla
" rasain emang enak, gimana tuh caranya nanti di tarik astrid dan ditarik dilla." kata lily
" nanti ranjang untuk melahirkannya berdekatan aja." kata vian
" kalian memang rencana sesar atau normal." tanya lily
" aku pengennya normal mbak, tapi lihat aja nanti." kata astrid
" sama aku juga mbak, pengennya sih normal." kata dilla
" enggak kebayang sih kalian melahirkan barengan normal," kata lily
" ya g penting ibu dan anaknya sehat dan selamat," kata vian
" aamiin." kata mereka
Jam 4.47 menit mereka pun sampai di rumah, pak menteri dan pak gubernur pun pamitan, setelah memindahkan barang bawaan dan oleh oleh mereka pun pergi pulang ke rumahnya. Vian dan para isterinya pun masuk ke kamar untuk mandi dan ganti pakaian. Lily pun browsing konsep ulang tahun untuk ulang tahun de qinar.
" pah konsepnya kaua gini aja ya, sederhana tapi kelihatan mewah loh." kata lily sambil menunjukan ke vian yang sudah beganti pakaian.
" iya sudah mamah atur aja yang bagus buat de qinar, supaya dia juga senang." kata vian
" kalau untuk undangannya siapa saja pah." kata lily
" teman teman kita saja dan tetangga sama anak anak panti asuhan saja." kata vian
" iya sudah kalau papah memang menyerahkannya ke mamah, mamah akan aturkan semuanya." kata lily
" buatkan video juga supaya ada kenang kenangan buat dia." kata vian
" suruh bella atau ari aja pah." kata astrid
" iya udah nanti ajak ngobrol mereka." kata vian
" oh iya pah besoknya bella dan besok itu ika ulang tahun loh." kata astrid
" nanti tanya aja mereka mau ulang tahun dimana." kata vian, vian pun pamitan pergi ke gazebo, disana dia membuat kopi lalu menyalakan rokoknya, vian pun mengecek laporan hatian dari perusahaan perusahaannya, vian mengecek sejauh mana progres pembangunan pabrik pengolahan air minum dan pabrik pengolahan makanan ringan, vian ingin supaya tahun ini kedua pabrik tersebut beroperasional.
__ADS_1