Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Membahas Rencana


__ADS_3

Setelah selesai mengobrol vian kembali ke villa dan mengajak lily, astrid dan dilla pulang ke villa di kampung dengan membawa jagung dan makanan lainnya. setelah pamitan vian dan istrinya pulang dengan dikawal patwal sebelumnya vian meminta supaya gak dikawal tapi kata mereka bahwa itu tugas yang diberikan pimpinan, vian pun tidak ingin mempersulit mereka. setelah menempuh perjalanan 1 jam setengah mereka sampai di villa. vian mempersilahkan para anggota patwal untuk istirahat dan makan, vian menyuruh haris untuk mengurus mereka. setelah itu vian pergi ke kamar untuk bersih bersih, Lily, Astrid dan dilla pun sama mereka sedang siap siap mau mandi.


" kenapa ngelihat papah kaya gitu." kata vian


" biasa aja kok, tapi...." kata lily menggantung ucapannya lalu dia mendekat dan mencium vian


" papah harus melayani kami." kata lily melanjutkan ucapannya. mereka ber 4 pun pergi masuk ke kamar mandi. walau cape vian tetap melayani dan memuaskan mereka ber 3. setelah mereka mencapai puncaknya mereka terus mandi dan berganti pakaian. lalu dia pergi ke gazebo, vian pun menyalakan rokoknya sambil melihat devan, ika, Bella, Lusi, Mitha, ari, dan bimo berenang. tak lama dilla pun datang membawa secangkir kopi dan duduk disebelah vian


" terimakasih ya sayang, kamu kenapa sakit, kok kelihatan lemas gitu." kata vian


" iya sama sama mas. gak apa apa, aku cuma kecapaian aja mas." jawab dilla


" kamu istirahat aja sana, nanti tambah sakit lagi." kata vian


" gak mas aku pengen disini sama mas." jawab dilla lalu dia merebahkan kepalanya ke bahu vian. tak lama lily dan astrid datang kesana.


" ika, bapak sama ibu pada kemana kok sepi." kata lily


" ke rumah kakek kak." jawab ika


" udah kalian berenangnya udah sore dingin." kata lily


" iya kak ini kita juga sudah mau selesai." jawab mereka


" aa juga udah sayang dingin." kata lily


" iya mah, aa mau udahan juga kok." kata devan lalu mereka pun bergegas keluar kolam renang dan bersih bersih. tak lama ika, bella, lusi dan mitha datang lagi ke gazebo


" aa, ada yang ingin kita diskusikan dan membahas rencana SPI." kata ika


" membahas rencana apa?" tanya vian


" Mengenai strategi pemasaran produk SPI a." kata ika. vian lalu mengambil spidol dan menulis di white board yang ada disana


" untuk masalah strategi pemasaran ada istilah 4P, Product, Place, Price, Promotion.." kata vian lalu menggambarkannya



" 4 prinsip ini untuk menentukan target pasar, apakah kelas atas, menengah atau bawah, misalnya untuk target pasar kelas atas, jelas produk harus berkualitas dengan bahan yang bagus juga tentunya, terus biasanya kalangan atas ini berbelanja di tempat apa, harganya juga jelas pasti akan tinggi karena menyesuaikan dengan bahan dan biasanya harga menentukan kualitas produk tersebut, bagaimana kita akan melakukan promosi melalui media apa, itu semua akan berkaitan." kata vian


" terus mas bagaimana supaya kita dapat untung besar di tengah persaingan." kata dilla


" untuk mendapatkan keuntungan bisa kita lakukan dengan beberapa cara :


__ADS_1


Dengan menaikan harga produk. tentunya produk tersebut harus memiliki inovasi baru supaya bisa diterima pasar. kalau itu masih belum bisa


Menekan Biaya, kurangi biaya biaya yang tidak berpengaruh signifikan terhadap produk tersebut, misalnya mengurangi bahan dan yang lainnya yang bisa merugikan konsumen


dengan menaikan omzet, kalau poin 1 dan 2 itu tidak bisa maka poin ke 3 ini yang harus dilakukan supaya usaha tidak merugi. jadi kalian harus terus berinovasi, misal di kerudung, bentuk kerudungnya sama saja, yapi kalian mainkan di warna, di motif, kalian cari motif apa yang sedang di gandrungi sekarang, pakai metode printing aja jadi setiap gambar bisa masuk ke kain." kata vian



" wah ada apa ini." kata pak bowo yang baru datang bersama pak adi dan pak wanto dari rumah kakeknya vian


" kita lagi dapat kuliah gratis pak." kata lily


" kita boleh ikutan gak nih." kata pak bowo


" boleh pak, mungkin ada masukan dari bapak." kata vian


" zaman sudah beda vian, dulu kita jualan secara konvensional aja, sekarang sudah online. kamu belajar dari mana vian, kamu kuliah lagi." kata pak bowo


" gak pak, saya baca dan mendengarkan aja kalau ngobrol sama pengusaha lain." kata vian


" gimana tadi acaranya sukses." kata pak bowo


" sukses pak buat kita jantungan dan kayanya jadi musuh bersama." kata lily


" iya, pas vian kenalin kita sebagai istrinya, semua mata peserta tertuju ke kita dan terjadi kehebohan disana." jawab lily.


" kayanya kita yang udah ambil mas vian dari mereka." kata astrid


" wah kalian benar benar harus hati hati dan jagain dia tuh." kata pak bowo sambil ketawa


" o iya pak ada peluang untuk usaha di sembako, mungkin bapak mau buat usaha baru." kata vian


" boleh tuh, tapi apa gak akan bersaing dengan LA." kata pak bowo


" gak masalah juga kalau bersaing, tapi usaha baru ini ambil target pasar tradisional aja pak. jadi supply ke pasar pasar tradisional dan grosiran." kata vian


" buat penggilingan padi sendiri, kalau bisa kita buat pabrik gula, pabrik minyak goreng, bahkan mungkin air minim dalam kemasan." kata vian


" itu peluang besar, harus direncanakan matang dan perlu modal besar juga." kata pak bowo


" nanti saya suruh opik untuk buat perencanaan dan analisanya pak." kata vian


obrolan pun selesai karena waktu sudah magrib, setelah sholat magrib vian dan keluarganya serta yang lainnya makan malam bersama, vian meminta semuanya untuk bisa ngobrol lagi di gazebo setelah selesai makan malam. selesai makan malam mereka pindah ke gazebo.


" ada apa sih vian, kayanya penting banget." kata bu retno

__ADS_1


" gak ada apa apa bu, saya pengen sama sama aja disini, kemungkinan besok sore kita sudah pulang ke jakarta, dan ada beberapa informasi yang ingin saya sampaikan." kata vian


" ada apa sih pah tumben." kata lily


" besok papah mau mengisi acara di kecamatan C, kalian semua mau ikut gak sekalian jalan jalan, karena kecamatan C ini dekat dengan Waduk dan ada tempat wisatanya." kata vian


" kalau begitu ikut dong." kata mereka serempak


" dill, mas boleh minta tolong gak buatkan kopi." kata vian


" iya mas, boleh." jawab dilla lalu pergi masuk


" saya minta bantuannya, lusa ulang tahun dilla, kita buat kejutan buat dia gimana." kata vian


" oh dilla ulang tahun, oke kita laksanakan beri dia kejutan, mamah telepon orang supaya dekor rumah dan yang lainnya termasuk makan serta kuenya" kata lily


" makasih ya sayank." kata vian


" iya papah sayank, pantesan dia sedikit gak semangat." kata lily


" iya aku juga lupa." kata astrid


tak lama dilla datang dengan membawa kopi lalu menyerahkannya kepada vian


" terimakasih ya sayang." kata vian


" iya mas sama sama." jawab dilla


" o iya pak yudi saya sudah ngobrol dengan pak dede, bahwa pak yudi akan saya pindahkan kerjanya bagaimana." kata vian


" pindah kemana pak," kata pak wahyudi


" saya pindahkan ke surabaya, mengurus L-Trans disana karena kedepannya frekuensi pengiriman barang dari sana akan meningkat baik dari Dillas maupun LAD's, gimana." kata vian


" saya terima dengan senang hati pak." jawab pak wahyudi


" iya sudah kalau begitu, nanti selain ngurus pengiriman pak yudi juga bantu masalah supply hasil pertanian dari daerah pak yudi itu kerjsama dengan pak wanto." kata vian


" baik pak, terimakasih." jawab pak wahyudi


" nanti saya akan cari buat kantor cabang L-Trans dekat Dillas Cafe, sekalian sama rumah buat kamu dan keluarga tinggal." kata vian


" terimakasih banuak pak, saya jadi lebih dekat ke kampung." kata pak wahyudi


obrolan pun terus belanjut dan bakar jagung pun di mulai.

__ADS_1


__ADS_2