
setibanya di hotel vian menyimpan barang belanjaan tadi lalu pergi kekamar mandi bersih bersih setelah itu duduk di kursi.
" kalian mau makan lagi gak." kata vian sambil menyalakan rokok
" iya sih mas aku lapar tadi gak makan." kata astrid lalu duduk di samping vian setelah menyimpan barang bawaannya
" sama aku juga mas." kata dilla dan dia pun duduk di samping vian.
" mas makasih ya untuk semuanya, aku bahagia udah jadi istri mas." kata astrid lalu.memberikan ciuman di pipi dan bibir vian
" aku gak nyangka aku udah jadi istri mas, aku bahagia banget." kata dilla lalu mendaratkan ciuman di pipi dan bibir vian
" jadi udah boleh ya mas buka segel mahkota kalian." kata vian
" sebelum ini juga aku kan udah mau menyerahkannya ke mas, mas nya aja gak mau." kata astrid
" iya padahal udah dikasih. memang bakalan kuat hadapi kita berdua." kata dilla menggoda
" harus kuat dong, iya udah kita makan dulu aja yu." ajak vian, mengajak mereka pergi ke restoran, sesampai di restoran vian memesan sop buntut dan jus, astrid dan dilla memesan nasi goreng dan jus. setelah selesai makan mereka kembali ke kamar.
sampai di kamar vian berganti pakaian setelah itu membuka jendela dan minum kopi kemasan lalu menyalakan rokok.
" kalian harus benar benar menjalankan usaha dengan benar ya, terutama masalah keuangan dengan pihak bank, karena akan mempengaruhi mas juga." kata vian
"iya mas, kalau ada urusan itu kita akan komunikasikan dengan mas terlebih dahulu." kata dilla, dilla yang sudah memakai pakaian tidur duduk di sebelah vian dan memeluknya.
" kaya mimpi, sekarang aku udah jadi istri mas. aku bahagia banget." lanjut dilla, vian pun memeluk dilla, tak lama astrid pun menghampiri mereka dan duduk di sebelah lainnya dan memeluk vian. vian merangkul mereka sehingga mereka merapat ketubuhnya.
" mas bobo yu udah malam nih. sekarangkan udah jadi ibadah" ajak astrid menggoda
__ADS_1
" iya mas bobo yu." kata dilla manja
" mas cape banget, pada pegel badan." goda vian,
astrid dan dilla pun memijit punggung dan kaki vian, vian menyalakan rokok lagi.
" jangan banyak ngerokok mas, mas harus jaga kesehatan, sekarang istri mas bukan hanya mba lho." kata astrid
" iya sayang, makasih ya." kata vian dan menarik astrid ke pelukannya, vian mematikan rokoknya lalu mencium kening astrid, lalu mereka berciuman bibir, tangan vian pun beraksi tak sekaku kemarin kemarin, belaian tangan vian membuat astrid menggelora. dilla yang melihat itu langsung mecium pipi vian dan tangannya mengelus badan vian dia pun bergairah lalu menciumin leher vian. vian mengajak mereka pergi ke kasur.
dilla mengambil jatahnya mencium bibir vian, permainan bibir dan ludah pun dilakukan tangan vian memainkan fungsinya meremas bukit kembar dilla. astrid mengambil peran di pusaka vian dia sudah menanggalkan pakaian tidurnya.
" mas diatas dulu ya, aku kan baru buka segel sekarang." kata astrid, astrid pun membuka penutup bukitnya dan mahkotanya. vian pun membuka pakaiannya dibantu dilla, dan dilla pun membuka pakaiannya sendiri. vian sudah siap membuka segel astrid, vian menyuruh astrid memakai alas lagi
" pelan pelan ya mas." kata astrid. vian memasukan pusakanya pelan pelan ke mahkota astrid, dan akhirnya segel astrid terbuka
" mas sakit." kata astrid sambil menggigit bibir bawahnya, vian mendiamkan pusakanya terlebih dahulu, dirasa cukup vian memainkannya lagi.
" mas.. pelan pelan ya." kata dilla, vian memasukan perlahan pusakanya pelan pelan, dan akhirnya segel mahkota dilla juga terbuka.
" mas sakiiit, perih." kata dilla. vian juga sama membiarkan pusakanya di dalam.mahkota dilla, lalu memainkannya dengan pelan pelan, tak lama dilla pun mengejang dengan menggigit bibir bawahnya. vian mencabut pusaknya lalu mulai memainkannya kebali di mahkota astrid, astrid sekarang sudah tidak begitu merasakan sakit, mengimbangi permainan vian.
" mas aku pengen pipis lagi.." kata astrid dan vian mempercepat permainannya, dan akhirnya mereka berdua mencapai puncaknya vian menanamkan benih di rahim astrid, vian menindih tubuh astrid lalu mencium keningnya.
" makasih ya sayang." kata vian lalu mencium kening dilla, vian memeluk mereka berdua
" aku bahagia mas bisa menyerahkan mahkota aku ke mas." kata astrid
" aku bahagia banget bisa memberikan mahkota aku ke mas." kata dilla
__ADS_1
" terimakasih ya sayang sayang mas." kata vian. lalu berdiri dan pergi ke kamar mandi bersih bersih. lalu dia memanaskan air dan membuat kopi lalu duduk di kursi.
sedangkan astrid dan dilla masih meringis lalu mereka pergi ke kamar mandi, mereka menjerit karena sakit saat pipis. setelah dari kamar mandi mereka kembali ke samping vian dengan hanya memakai pakaian tidur yang transparan tanpa memakai pakaian dalamnya.
" maaf mas ya, sakit soalnya." kata astrid
" iya mas sakit, maaf ya." kata dilla, mereka pun memeluk vian
"maafin mas ya, kalau udah nyakitin kalian." kata vian
" gak apa apa mas, aku bahagia kok." kata astrid
" mas jangan buru buru pulang ya, aku masih pengen sama mas." kata dilla
" iya mas usahakan pulang lusa ya." kata vian
" makasih ya mas, kita kan masih pengantin baru." kata astrid
" aku baru sekali." kata dilla, lalu mencium vian dengan gairahnyadan duduk di pangkuan vian. pusaka vuan pun sudah mulai siap tempur, astrid membuka celana vian, dilla pun mengarahkan pusaka vian ke mahkotanya, dengan meringis dia mulai memainkan perannya.
" mas aku ingin pipis." kata dilla lalu badan dia pun menegang dan ambruk di pelukan vian. setelah membiarkan beberapa menit vian memindahkan dilla lalu menarik astrid. permainan di bulit kembar astrid pun dilakukan, sehingga gairah astrid melonjak, dia pun mengarahkan pusaka vian ke mahkotanya. astrid masih meringis tapi tetap dia melakukannya, karena mahkotanya sudah biasa dia pun sudah mulai aktif menggoyangkan pinggulnya, 10 menit kemudian astrid menegang dan ambruk. karena ini babak ke dua buat vian jadi masih bergairah. vian membopong dilla ke atas kasur, lalu memainkan pusakanya di mahkota dilla.
" mas aku ingiin keluar.." kata dilla
" tahan ya sayang. sebentar mas juga." kata vian lalu mempercepat permainannya. dilla yang sudah gak tahan lalu dia menegang kembali disusul oleh vian dengan menanam benih di rahim dilla.
" makasih ya sayang." kata vian lalu mengecup kening dilla. astrid yang masih lemas dia hanya menyenderkan tubuhnya di kursi.. vian melepas pelukan di dilla lalu menghampiri astrid dan membopong dia ke kasur.
" makasih ya sayang." kata vian lalu.mencium kening astrid
__ADS_1
vian pun menjalankan kehidupan baru dengan kedua gadis itu.