Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Zona Nyaman


__ADS_3

Disisi ibu ibu pun mereka mengobrol, saling tukar pendapat mengenai produk kosmetik terkadang membahas kehidupan rumah tangga lily, astrid dan dilla, terutama ibu Zahra dan ibu Athia yang baru mengenalnya.


" saya jadi pengen tau ibu lily, ibu astrid dan ibu dilla tinggal satu rumah, apa beda kamar atau gimana." kata ibu Athia


" kami tinggal 1 rumah dan 1 kamar, tidur di kasur yang sama pula." kata lily


" terus kalau melakukan itu gimana.?" Kata ibu Athia


" iya sama sama bu." kata lily dengan malu malu


" maaf nih, kok ibu bisa se akrab ini sih." kata ibu zahra


" awalnya saya mau jambak jambak nih mereka, tapi setelah saya mendapatkan penjelasan dari mereka saya sadar dan daripada vian berbuat macam macam dengan perempuan yang gak benar itu juga akan jadi masalah, setelah saya ngobrol dengan mereka saya nyaman." kata lily


" memang sebelumnya pak vian gak cerita gitu bu bahwa dia mau nikah." kata ibu zahra


" gak bu, ketahuannya pas saya lihat pesan astrid waktu itu saya buka hanphone vian. Dan akhirnya sebelum vian ulangtahun pulang dari surabaya saya lihat handphonenya lagi ada photo mereka sedang menikah. Saya telepon astrid dan dilla suruh ke jakarta untuk ngasih kejutan ulangtahun vian. Dan yang lebih parahnya si aa itu langsung nempel sama mereka dan manggil mamah lagi." kata lily


" berarti memang ibu astrid dan ibu dilla memang orang baik." kata ibu Athia


" baik apanya bu, buktinya dia ambil suami orang." kata lily becanda


" oh mbak belum ikhlas bener nih nerima kita." kata astrid dan dilla


" aa mamah astrid dan mamah dilla dimarahi sama mamah lily." adu astrid


" mamah gak boleh marah ya, mamah astrid dan mamah dilla kan lagi hamil." kata devan


" jadi kalau mamah astrid dan mamah dilla gak hamil boleh mamah marahin." kata lily


" sama aja gak boleh mah nanti mamah tua loh." kata devan


" aa gak sayang lagi sama mamah ya." kata lily


" aa sayang semuanya, udah dong mah jangan ganggu aa, aa lagi main nih." kata devan


" aa makan dulu ya, aa belum makan loh." kata lily


" iya aa sayang, makan dulu ya ajak teman temannya makan juga." kata astrid


" iya mah, sebentar ya." kata devan, setelah itu devan, akbar dan azka datang untuk makan


" aa mau sosis bakar aja mah." kata devan


" aku juga." kata akbar dan azka

__ADS_1


" oh ibu astrid sama ibu dilla sedang hamil, selamat ya bu." kata ibu athia


" terimakasih bu." kata astrid dan dilla


Disaat itu pula ibu sisil menyerahkan paket kosmetik kepada ibu zahra, ibu athia dan ibu siska untuk mereka coba pakai.


" terus arti LAD's apa bu." kata ibu athia sambil melihat kotak kosmetik


" itu singkatan kita Lily, Astrid dan Dilla bu." jawab lily


" S nya nama saya." kata ibu sisil


" saya juga bisa gabung dong ya kan hurup depan saya S juga." kata ibu siska


" boleh bu, silahkan aja." jawab lily


" pak, ibu mau gabung di Perusahaan LAD's ya." kata ibu siska


" iya boleh bu, asal jangan minta rumah tetanggaan sama pak vian aja ya." kata pak bupati


" pak vian ini benar asli dari daerah sini." kata pak gubernur


" saya kampung pak, dari kecamatan C, masih jauh dari sini." kata vian


" siap pak, menunggu perintah saja, saya tunggu informasi mengenai potensi daerahnya, dan apabila ada informasi mengenai guru dan dosen saya membutuhkannya untuk mengajar di sekolah dan kampus." kata vian


" siap pak, nanti saya akan koordinasikan dengan dinas dinas terkait." kata pak gubernur


" Bu, ayo kita pulang sudah malam nih." ajak pak gubernur


" nanti pak, saya masih mau ngobrol nih." jawab Bu Athia


" tumben biasanya kamu suka mjnta cepat cepat pulang." kata pak gubernur


" sudah nginap saja disini, masih ada kamar kok." kata vian


" iya pak menginap aja ya... Masih Asyiik nih ngobrol sama makanannya enak enak." kata ibu athia


" iya sudah terserah ibu aja." kata pak gubernur


" ibu athia kan pakai kerudung, boleh dong di coba produk SPI kita, kasih masukannya." kata silvy


" ini anak ibu sisil usaha juga." kata ibu athia


" iya bu lagi belajar usaha sama ika dan bella, padahal baru sekali ngobrol eh dia mau ikutan, padahal dia itu pengen kerja di luar." kata ibu sisil

__ADS_1


" bagus dong bu kalau dia mau memulai bisnis, itu juga akan membuka lapangan pekerjaan baru." kata ibu Athia


" iya bu, jadi bapaknya setuju, karena dulu di kasih tau, dia malahan cuek dan kekeh ingin bekerja di luar. eh pas kemarin pulang, bertemu keluarga pak vian langsung tertarik." kata ibu Sisil


Vian menyuruh lily mengatur kamar untuk pak gubernur dan pak bupati.


" iya pah, tapi papah jangan tidur di kamar dulu ya, biar ibu tidur di kamar kita sama aa." kata lily


" gampang papah bisa tidur dimana aja." kata vian. Mereka mengobrol tanpa kedengaran yang lain.


Setelah itu lily memberitahukan kepada ibu Athia dan ibu Siska kalau mau istirahat di kamar mana.


" waduh kita jadi merepotkan pak vian nih." kata pak gubernur


" gak apa apa kok pak, saya malahan senang bisa berkumpul seperti ini, jarang jarangkan bisa ngobrol santai dengan pejabat. Tapi mohon maaf ya kalau fasilitasnya tidak seperti hotel." kata vian


" gak apa apa pak, lagian kita bisa ngobrol sampai malam, ini suasananya enak banget." kata pak gubernur


" kalau di rumah perlu pakai AC, disini pakai AC alam, sangat menenangkan." kata pak gubernur


" itu anak saya sampai gak berhenti main." lanjut pak gubernur


" kalau bapak mau kopi ada, itu dari kopi perkebunan daerah sini kalau mau pakai gula merah juga ada dari hasil petani kampung asal saya." kata vian


" boleh di coba tuh pak." jawab pak bambang


" kalau begini taraf hidup petani di provinsi ini bisa berubah dengan kehadiran perusahaan LA ini." kata pak gubernur


" betul pak, tapi kita juga harus bisa mencegah dampaknya dari para tengkulak karena mereka pasti akan merasa terancam usahanya." kata vian


" betul itu, untung pak vian mengingatkan jadi nanti saya berkoordinasi dengan pihak kapolda untuk mengatasi masalah ini." kata pak gubernur


" pak sudiono dan pak siswandi nanti harus bisa menjaga daerah ini dari gangguan itu, pasti akan ada ancaman ke pihak perusahaan LA." lanjut pak gubernur


" siap laksanakan pak." kata pak sudiono dan pak siswandi


" rencana pak vian apa setelah tau potensi dari daerah di provinsi ini." kata pak gubernur


" kita akan kirimkan tim untuk melakukan penyuluhan dan pendampingan, kita juga akan mengatur pola tanam dan bibit, itu semua harus bersinergi dengan dinas terkait." kata vian


" saya setuju tuh pak, saya jadi dapat wawasan nih. Ini bisa meningkatkan kinerja untuk dinas dinas tersebut." kata pak gubernur


" kita bertahap saja pak, jangan sampai kita juga terburu buru mengganggu zona nyaman para pegawai di dinas dinas tersebut. Kita harus merangsang mereka bahwa dengan melakukan ini pendapatan mereka juga bisa bertambah asalkan kinerjanya bagus dan dapat dirasakan oleh masyarakat." kata vian


" itu yang harus dirubah supaya mereka tidak terlena dengan zona nyaman mereka." kata pak gubernur.

__ADS_1


__ADS_2