Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Doakan yang terbaik


__ADS_3

Vian dan pak Bambang membiarkan para istrinya sibuk akan kegiatan barunya itu. vian mengajak pak bambang ngopi di luar pabrik


" terimakasih pak, saya belum lihat istri saya sesenang seperti hari ini, kebahagiaannya dan senyumannya gak dia buat buat." kata paj bambang


" alhamdulillah pak kalau istri bapak memang menyukai usaha ini." kata vian


" pantas aja dia selalu meminta bertemu dengan ibu lily," kata pak bambang


" terkadang istri juga perlu teman untuk berkeluh kesah, dan sekarang lily dengan adanya astrid dan dilla, jadi ada teman ngobrol." kata vian


" bapak juga enak kan." kata pak bambang sambil ketawa


" kalau itu sih jangan dibicarakan pak, tapi mereka tuh suka membuat rencana yang buat saya geleng geleng kepala, contohnya kemarin dilla ulang tahun, ketiganya harus dibelikn hadiah, jadi pusing juga pak, makanya saya harus banyak mendapat pemasukan nih." kata vian


" iya juga, kalau gak yang lain cemburu. iya sudah kita jadikan bangun pabriknya," kata pak bambang


" iya pak saya sudah membuat tim untuk menganalisa dan merencanakan pembangunan pabrik ini, karena dari pabrik ini akan menimbulkan pencemaran kalau pengelolaan limbah tidak ditangani dengan benar. saya tidak ingin itu terjadi." kata vian


" saya setuju pak, penangan masalah itu harus diperhatikan benar benar." kata pak bambang


" kenapa saya membuat pabrik di KBB karena dari hasil limbah bisa untuk pakan ternak dan pupuk juga, jadi cocok karena disana PT. LA sudah ada peternakan dan lahan pertanian." kata vian, lalu vian menyalakan rokoknya.


" dimana saja gak masalah pak, dan yang harus di perhatikan expedisinya, waktu perjalanan dari perkebunan sampai ke pabrik, berapa luas gudang penyimpanan bahan baku yang harus disiapkan selama pengiriman belum datang." kata pak bambang


" selain disana saya juga ada pabrik di karawang, masalahnya harga lahan disana sudah tinggi, tapi nanti saya akan suruh tim untuk menghitungnya dan mempelajari kelibihan dan kekurangannya." kata vian


" benar benar pengusaha yang tidak asal asalan." kata pak bambang


" ngomong ngomong kapan bapak akan kembali ke jakarta." kata vian


" siang ini saya ngisi acara seminar dan pertemuan partai, besok saya ada kunjungan di daerah surabaya ini, jadi hari ini saya punya alasan untuk datang kesini." kata pak bambang


karena sudah siang vian dan pak bambang masuk ke kantor, disana Lily, astrid, dilla dan ibu sisil sedang berdiskusi bersama tim produksi dan marketing.


" sudah selesai rapatnya." kata vian memotong pembicaraan mereka yang sudah merapihkan alat tulis mereka


" baru selesai pah. kenapa." tanya lily


" ini sudah siang, mau makan dimana." jawab vian


" iya sudah kita cari rumah makan dekat sini, soalnya nanti kita mau diskusi lagi pah." kata lily


" siap bu direktur. iya udah kita berangkat sekarang" kata vian

__ADS_1


mereka pun pergi ke rumah makan, ibu sisil ikut ke mobil pak bambang.


" iya pak, kok bapak bisa ada disini." kata ibu sisil


" memang gak boleh," kata pak bambang


" iya boleh, bukannya bapak ada rapat." kata ibu sisil


" bapak di tugaskan untuk mengisi acara seminar di hotel M, dan besok ada kunjungan di daerah ini juga." kata pak bambang


" aku gak harus ikut kan." kata ibu sisil


" kenapa ibu gak mau bapak ajak." kata pak bambang


" ibu kan sekarang udah ada kerjaan juga, dan ibu senang bisa bergaul sama ibu lily, ibu astrid dan ibu dilla, asyiik jadi ibu gak bosen." kata ibu sisil


" syukur kalau ibu senang." kata pak bambang


mereka pun sampai di rumah makan, sambil menunggu makanan mereka mengobrol terkadang meminta pendapat vian untuk produk yang akan diluncurkan LCI ini. makanan pun tiba, mereka pun makan siang dengan lahap. selesai makan pak bambang pamit untuk mengisi acara seminar.


" saya pamit ya, mau mengisi acara seminar dulu, nanti ketemu lagi dan nitip istri." kata pak bambang


" nanti kita berkabar saja." kata vian


" pak yudi ayo kita cari peralatan rumah baru." kata vian


" baik pak." kata pak wahyudi, mereka pun pergi dari pabrik ke toko yang menjual peralatan rumah. vian menyuruh pak wahyudi untuk ke toko yang dulu vian, astrid dan dilla kunjungi.


" bapak juga mau beli keperluan buat di rumah ya." kata pak wahyudi, karena toko yang dikunjungi toko yang menjual barang barang bagus


" gak lah, sekarangkan mau beli buat kebutuhan pak yudi." kata vian


" wah pak ini tempatnya aja bagus, pasti barangnya mahal, di tempat yang biasa aja." kata pak wahyudi


" gak usah difikirin yang penting kamu nanti nyaman, apalagi mau ada ibu kamu." kata vian. vian pun memilihkan kasur, sofa, lemari pakaian, rak tv. vian pun menyuruh mengantarkan ke perumahan griya m, blok C No.7. vian meminta supaya dikirim sekarang. setelah membayar vian mengajak ke tempat elektronik, vian membeli TV, Kulkas, dan mesin cuci dan menyuruh mengirmkannya ke perumahan pak yudi, lalu ke toko yang menjual peralatan dapur.


" pak yudi nanti kekurangannya bapak belanja sendiri aja ya." kata vian


" iya pak ini aja sudah cukup." kata pak wahyudi


" iya sudah kita ke rumah kamu aja dulu, kan mau ada barang datang." kata vian


" baik pak" kata pak wahyudi dan langsung membawa mobil ke rumahnya. sebelum masuk komplek perumahan vian meminta berhenti dulu di supermarket untuk membeli minuman dan rokok. setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan ke rumah pak wahyudi

__ADS_1


" pak yudi bawa kan kunci rumahnya." kata vian


" bawa pak ada di tas saya di bagasi." kata pak wahyudi


sampai di rumah pak wahyudi dan vian turun, pak wahyudi mengambil kunci di tasnya dan membuka rumah tersebut.


" bagus juga rumahnya pak." kata vian


" alhamdulillah, terimakasih banyak pak." kata pak wahyudi


" iya pak ternyata belum ada lampunya, bapak beli dulu di dekat supermarket tadi ada." kata vian lalu menyerahkan uang. pak yudi pun pergi membeli lampu. vian duduk di teras membuka minuman lalu menyalakan rokoknya.


tak lama datang yang kirim barang dari toko meubel dan elektronik, vian menyuruh untuk mengangkutnya ke dalam rumah, para pekerja itu pun merakit lemari dan tempat tidur, dan rak tv. yang dari toko elektronik setelah memasukan kulkas, tv, dan mesin cuci pamit, vian pun memberikan uang kepada mereka.


pak wahyudi pun datang dengan membawa lampu untuk di rumahnya itu lalu memasangnya. orang yang mengantar dari toko meubel pun selesai, mereka pun pamit, vian juga memberikan uang kepada mereka. pak yudi menurunkan perabotan dapur dari mobil, vian pun membantunya mengangkut barang barang tersebut.


" udah pak gak usah, biar sama saya aja." kata pak wahyudi merasa gak enak.


" udah gak apa apa pak, sekalian olahraga." kata vian


setelah selesai pak wahyudi mempersilahkan vian untuk duduk di sofa. pak wahyudi menelepon isrinya melalui video call.


" bu lihat rumah kita." kata pak wahyudi, lalu dia pergi ke depan rumah, ke kamar tidur, kamar mandi memperlihatkan kepada istrinya


" itu benaran pak rumah kita." kata bu nita istri pak wahyudi


" iya bu pak vian membelikannya buat kita, ini semua baru dibelikan juga, jadi kita tinggal pindah saja bu." kata pak wahyudi


" Ya Allah terimakasih, ibu senang banget pak." kata bu nita dia langsung sujud syukur, pak wahyudi juga dia sujud syukur.


" disini ada pak vian juga bu." kata pak wahyudi lalu menyerahkan handphonenya ke vian


" Hallo bu, apa kabarnya." kata vian


" alhamdulillah baik pak, pak terimakasih banyak atas segalanya, saya gak tau harus bilang apa dan dengan cara apa membalas kebaikan bapak dan keluarga." kata bu nita


" Doakan saya dan keluarga yang terbaik itu sudah lebih dari cukup." kata vian


" itu pasti pak, saya selalu doakan bapak dan keluarga." kata bu nita


" yang terpenting ibu dan pak wahyudi senang, jaga dan rawat rumah ya." kata vian


" iya pak, terimakasih banyak." kata bu nita

__ADS_1


vian menyerahkan handphone ke pak wahyudi kembali, lalu pergi keluar karena gak mau ganggu pak wahyudi yang sedang teleponan.


__ADS_2