
Vian mengobrol dengan pak adi, pak bowo dan pak wanto.
" besok ada acara apa a sama pak gubernur." kata pak adi
" peninjauan lahan pesawahan dan pemberdayaan petani, kalau aa mau cari pemasok gabah untuk pabrik penggilingan." kata vian
" kalau ada lahan pesawahan yang mau dijual beli aja vian." kata pak bowo
" iya pak, saya akan mencarinya sama buat lahan perumahan karyawan yang ada disana." kata vian
" memang disana banyak juga karyawannya nak." kata pak wanto
" kurang lebih 100 orang pak." kata vian
" banyak juga ya." kata pak wanto
vian minta izin mau telepon hendra menanyakan kondisi di pabrik karawang, dan memberitahukan dia bahwa besok mau kesana ada kemungkinan sama pak gubernur, vian juga menyuruh hendra mencari lahan pesawahan dan lahan untuk perumahan yang tidak begitu jauh dari pabrik tapi kalau enggak ada, jauh juga enggak masalah yang penting minimal 3 hektar hektar untuk lahan perumahan, kalau lahan pesawahan minimal 10 hektar. Setelah telepon hendra vian kembali ke gazebo menghisap rokoknya lagi.
" bapak mau kasih tim sekolahan mumpung ingat untuk membuat surat undangan." kata pak bowo, dia pun pangsung mengirim pesan di group. Mereka pun pergi ke mushola, setelah itu kembali ke gazebo, tak lama astrid dan dilla datang.
" pah, aku mau jagung bakar boleh ya." kata astrid
" iya nih pah aku juga mau." kata dilla
" iya udah tinggal bakar aja. Lily mana enghak kelihatan." kata vian lalu memanggil indra untuk membuat pembakaran jagung dan BBQ
" mbak lagi menidurkan de qinar tadi habis main sama aa." kata astrid
" a ika juga mau boleh ya." kata ika
" iya mas aku juga mau ya." kata bella
" iya udah tinggal bakar, kalian ini kenapa pangil aja semua barangkali mereka juga mau." kata vian
" kalau kaoskaki itu gimana udah jalan." lanjut vian
__ADS_1
" udah a, lusa mulai datang kesini." jawab ika
" HPPnya sudah ketahuan kan, jadi harga jualnya berapa." kata vian
" sudah pak, harga jual untuk yang polos antara 15 ribu sampai 20 ribu, motif 20 ribu sampai 35 ribu, itu sudah diperhitungkan discount untuk distributor, PPN juga." kata lusi. Tak lama lily datang bersama ibu sisil dan shinta, enggak berama lama pak bambang juga datang.
" pokoknya untuk patokan harga jual harus dari distributor karena mereka yang mendapatkan discount paling besar, agen dan reseller hanya mengikuti saja, sebenarnya kalau ingin dapat untung lebih besar, kalian harus besarin agen atau reseller tapi itu harus memperhatikan lokasi distributor juga jangan sampai kita ingin untung besar tapi mengabaikan para distributor kita." kata vian
" iya a, kalau ada agen atau reseller yang tanya ke kita langsung kita arahkan dulu ke distributor terdekat, tapi kita juga tetap follow up mereka, kalau mereka tetap ingin langsung kita tanya permasalahan kenapa sama distributor," kata ika
" bagus kalau begitu, tapi supaya kita juga memperhatikan distributor permasalahan yang disampaikan agen atau reseller itu disampaikan pula ke distributor bersangkutan dan itu sebagai bahan evaluasi kita, kalau memang masalah barang kita layani saja dan nanti masukan penjualan tersebut ke distributor dan beritahu mereka bahwa ada penjualan ke agen di daerah tersebut uangnya sudah langsung dipotongkan ke piutang jika ada tapi kalau enggak ada piutang akan dipotongkan ke pembelian distributor. hal itu yang akan menambah kepercayaan distributor kepada kita dan aa jamin mereka akan loyal walaupun hanya karena penjualan 10 ribu." kata vian
" iya a, nanti ika sampaikan ke tim penjualan dan keuangan." kata ika
" jangan pernah menganggap rendah hal kecil seperti itu, kalian bisa lihat seperti distributor LNI yang besar besarnya itu distributor yang aa kelola dari dulu waktu aa kerja di perusahaan S, perusahaan S aa tau kartunya seperti apa, makanya kalian yang maju di depan, aa dibalik layar aja, nanti aa coba hubungi distributor Kota B dulu dia besar tapi karena ada masalah sama isteri bos dan tidak pernah di follow up jadi dia membuat merk sendiri." kata vian
" kalau kalian enggak percaya tanya opik atau pak dede, gimana aa dulu melayani distributor distributor itu, aa setiap ketemu mereka bukan aa yang traktir mereka tapi malahan mereka yang traktir, kita jangan pernah ingin terlihat besar di mata orang dan jangan serakah juga sehingga mengabaikan orang lain, makanya kata orang sunda jangan ngarau ku siku, artinya mengambil atau membawa sesuatu melebihi kemampuan." lanjut vian
" kalian juga jangan sampai merendahkan orang dan jangan pernah menganggap kalian lebih pintar dari orang lain karena merasa diri kalian merasa pendidikan kalian lebih tinggi." kata pak bambang
" betul itu, keberhasilan kita pasti ada bantuan dari orang lain juga." kata pak bowo
" kalau perusahaan ingin maju dan berkembang besar maka jangan abaikan keberadaan tim," kata vian
" iya a, kita akan perkuat hubungan tim ini, oh iya a, ada karyawan SPI yang ingin punya rumah, apa bisa di livi residence." kata ika
" iya kalian akomodir aja, tanya ke L-Pro supaya tau stok rumahnya." kata vian
" iya udah kalau begitu, besok ika sampaikan ke mereka." kata ika
" oh iya karyawan SPI dan LCI ikutkan di asuransi BLS aja ya." kata vian
tak lama pak gubernur L datang kesana habis dari tempat saudaranya.
" wah rame aja nih, ada apa." kata pak gubernur
__ADS_1
" ngobrol ngobrol santai pak." kata vian
" terimakasih pak sudah memberikan fasiltas kepada kita nih." kata pak gubernur
" sama sama pak, yang terpenting bilang dan selagi kendaraan ada enggak jadi masalah." kata vian
" oh iya saya dan isteri besok mau pamit pulang, mau mempersiapkan perjalan umroh juga insyaAllah 2 hari sebelum berangkat saya sudah disini." kata pak gubernur
" kabar kabar saja supaya bisa atur penjemputan bapaknya. Oh iya bapak udah beli tiketnya belum untuk besok" kata vian
" belum pak, dek kamu mau ikut pulang enggak." kata pak gubernur
" enggak ah, aku disini aja, biar ibu aja yang siapin semuanya." kata febby
" terus vina dan fenny mau bareng enggak sekarang." kata pak gubernur
" minggu depan aja om pas febby mau berangkat umroh." kata fenny
" iya sudah kalau begitu, bapak sama ibu aja nih yang pulang." kata pak gubernur
" saya minta KTP bapak sama ibu aja biar saya belikan tiket pesawatnya." kata vian, setelah menerima KTP pak gubernur dan ibu nurul vian mengirimkan ke pak dede supaya membelikan tiket.
" jadi merepotkan pak vian aja nih." kata pak gubernur
" santai pak, orang pak vian ada travel juga kok." kata pak bambang
" terimakasih banyak nih pak vian dan keluarga semuanya, saya merasa memiliki keluarga baru, sudah menganggap kami keluarga juga. Saya juga akan merepotkan pak vian dan keluarga mau nitip anak anak." kata pak gubernur
" sama sama pak, biarkan saja disini pun banyak temannya." kata vian
" iya sampai sampai enggak mau pulang segala, tumben biasanya kalau ke rumah keluarga aja pengennya minta cepat pulang." kata pak gubernur
" mereka menemukan lingkungan yang cocok pak." kata pak bambang
" betul pak." kata pak gubernur
__ADS_1
Mereka pun menikmati jagung bakar dan daging BBQ sambil bersenda gurau.