Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Mencari Muka


__ADS_3

Pak gubernur L ikut gabung bersama pak adi dan pak bowo, vian pun meminta opik untuk membawa Speaker aktif, supaya memeriahkan suasana malam disana, tak lama haris datang bersama endris dan keluarganya. Vian pun menyuruh mereka untuk makan terlebih dahulu. Vian pun menyuruh haris dan yang lainnya makan malam.


" bro makan dulu, ajak isteri dan anak kamu." kata vian


" iya terimakasih." kata endris lalu.mengajak isteri dan anaknya makan


" bapak bapak, ayo kita makan." kata endris


" sudah pak, silahkan lanjut." jawab pak bambang dan yang lainnya


" bro makasih banyak ya, akhirnya saya bisa mengajak isteri, anak, ibu dan mertua saya pergi umroh, ibu sampai sujud sujud menciumi tas umroh." kata endris


" sama sama bro, kamu kaya sama siapa aja." kata vian


" iya pak, ibu sama bapak bilang kamu sangat beruntung punya teman yang baik, jangan sampai kita ini merusak hubungan baik ini." kata nadia


" saya juga beruntung punya teman kaya kalian, kita saling aja, silaturahmi harus terus terjalin." kata vian


" itu pasti pak, insyaAllah kita akan selalu menjalun silaturahmi dan saling mengingatkan." kata nadia


" om, devannya dimana," tanya febry


" lagi main sama azka dan akbar di dalam kayanya, kalau udah makan boleh kesana ya." kata vian


" iya kalian makan dulu." kata endris


" siap pak." kata febri dan devina


" kalau ibu ikut juga pak." kata nadia

__ADS_1


" ada disana lagi pada ngobrol, kesana aja." kata vian


Selesai makan nadia pamitan pergi ke villa bersama devina dan febry. Vian menyalakan rokoknya, vian pun mengobrol dengan endris


" pak saya besok harus ada rapat jam 10an, jadi saya mau pinjam mobil dan sopirnya pak vian bisa." kata pak gubernur B


" iya sudah sama pak edi aja." kata vian, lalu memanggil pak edi, memberitahukan bahwa pak gubernur akan pulang habis shubuh ke jakarta.


" terimakasih banyak pak, saya titip isteri dan anak saja ya." kata pak gubernur B


" tenang saja pak, ada isteri saya sama isteri pak bambang dan pak gubernur L." kata vian


" kalau begitu saya juga bareng aja sama pak gub. Soalnya ada rapat juga katanya ada delegasi dari luar." kata pak bambang


" suruh saja pak edi kalau memang bapak membutuhkannya nanti disana." kata vian


" bagaimana enaknya bapak saja." kata vian


Jam 9 vian menyuruh opik untuk membuat pembakaran jagung dan menyiapkan susu dan kopi. Para gadis menyalakan musik, mereka begitu gembira dengan suasana yang ada terutama febby dan nirmala


" saya baru melihat anak sebahagia itu, kalau memang menemukan lingkungan yang membuat dia bahagia enggak usah pergi ke mall dan wisata keluarga negeri, Bahagia itu sederhana yang penting hati nyaman." kata pak gubernur D


" betul pak, saya fikir anak saya sudah bahagia, tapi melihat sekarang dia ceria membuat saya tambah bahagia lagi, beruntung bisa mengenal pak vian." kata pak gubernur L


" mereka bukan butuh orangtuanya punya jabatan, kaya, yang penting suasana hati mereka cocok dan nyaman mereka ceria saja, saya pernah wisata keluar tapi mereka enggak seceria ini." kata pak gubernur L


" saya aja meminta anak anak intuk bisa meneruskan usaha, mereka enggak mau, mereka ingin mengembangkan karir di luar, eh pas dia pulang saya ajak ketemu dengan keluarga pak vian, mereka ingin cepat cepat pulang." kaya pak bambang


" kebetulan saja di rumah banyak seumuran jadi mereka cocok." kata vian

__ADS_1


" bapak sampai mau investasi membangun mess, pasti bapak tuh sudah memikirkan akan seperti ini kedepannya." kata pak gubernur L


" saya membangun mess itu karena sekarang saya memiliki keluarga besar dan kalau nanti ada rapat perusahaan bisa di gedung Livi dan yang jauh jauh bisa tidur disana." kata vian


" saya salut sama bapak sampai memikirkan karyawannya, saya tadi tanya ke karyawan bapak mereka bilang pak vian orang baik, mengerti kondisi mereka." kata pak gubernur L


" saya melakukan hal itu, karena saya pernah merasakan di posisi mereka pak, gimana kita bisa bekerja baik kalau kehidupan dia saja tidak baik, jadi bekerja karena kepaksa dan hanya menggugurkan kewajiban saja sebagai pekerja, tidak dari hati dan fikiran yang murni bekerja karena dalam fikiran mereka harus memikirkan hal lainnya." kata vian


" saya ingin banyak orang bersaksi nantinya atas kebaikan saya bukan keburukan saya, semoga itu bisa menambal dosa dosa saya." lanjut vian


" insyaAllah pak, bukti waktu kejadian kemarin semua karyawan bapak mendokan bapak begitu tulus." kata pak gubernur L


" saya saja sebagai pejabat publik mungkin enggak akan seperti itu diperlakukan pak." kata pak gubernur B


" yang penting kita melakukan sesuai hati nurani kita, kita tidak merugikan orang lain, biarkan saja orang mau menganggap kita seperti apa, kita tidak perlu mengjarapkan penilaian orang yang terpenting penilaian Allah, kalau hanya mengharap penilaian orang kita akan bekerja baik kalau ada orang saja." kata vian


" betul itu pak, ujung ujungnya cari muka ke atasan dan menjatuhkan teman dengan segala cara." kata pak gubernur D


" untuk itu saya sedang mencoba membuat suasana kantor itu supaya mereka bersaing dengan sehat, menunjukan dengan prestasi, memang sulit untuk merubah karakter itu tapi setidaknya saya sudah mencoba dengan berusaha membuat mereka nyaman dalam menjalankan kehidupan di keluarganya sehingga mereka akan nyaman juga dalam bekerja, saya suka bilang ke mereka silahkan kalian ribut di dalam ruangan rapat dalam mempertahankan pendapat sampai pukul meja tapi jangan sampai ada kekerasan fisik atau menggunakan kata kata kasar, tapi setelah itu keluar dari ruangan kejadian di ruang rapat tidak ada lagi jangan sampai kebawa perasaan, lihat para anggota dewan mereka ribut dalam ruangan rapat tapi setelah itu mereka ngopi bareng." kata vian


" sesuaikan gaya hidup dengan kemampuan, jangan sampai meninggikan gaya hidup dengan berbuat tidak baik apalagi sampai menjatuhkan teman, jaga jalinan silaturahmi dan eratkan kekeluargaan." lanjut vian


" saya setuju dengan pendapat bapak." kata pak bambang


" dulu saya suka dibilang sama bos bahwa gaya hidup saya tuh tinggi, saya bilang gaya hidup dimananya, apakah saya memiliki mobil gunta ganti 1 tahun sekali, apa saya pernah jalan jalan ke mall setiap hari, makan saya di restoran. Seperti itu penilaian orang terkadang tidak melihat kondisi sebenarnya dan mengambil kesimpulan se enaknya. Contohnya saja saya pernah dengar ngapain kita cape cape kerja toh yang akan menikmati hasilnya bos, saya langsung bilang ke mereka kalau sudah enggak mau bekerja disini silahkan keluar, atas dasar apa bilang seperti itu, kalian bekerja disini saya kasih gaji, wajar dong saya memperoleh keuntungan dari uang yang saya tanamkan, apa saya pernah menahan gaji kalian, apa ada perbuatan saya yang menyakiti kalian, jangan sampai mengambil kesimpulan gimana saya aja. Kalian bisa ambil keaimpulan seperti itu kalau memang kalian pernah lihat saya tiap tahun ganti mobil, jalan jalan keluar negeri, belanja tiap hari ke mall, kalau pun iya wajar saja saya melakukan hal itu yang jangan sampai saya gonta ganti mobil, jalan jalan, dari hasil saya memotong gaji kalian, tidak memberikan gaji yang layak, apalagi sampai menahan gaji, boleh kalian bilang saya memeras tenaga kalian." kata vian


" itu dia pak, orang orang tuh sering mengambil kesimpulan dengan cepat tanpa melihat fakta sebenarnya." kata pak gubernur B.


mereka mengobrol sambil menikmati jagung bakar dan minum susu panas.

__ADS_1


__ADS_2