
Pak Gubernur, pak Menteri, dan pak Bupati pun masuk ke dalam mau bersih bersih karena waktu sudah sore. Vian pun baru selesai dipijit, vian memberikan uang ke tukang pijit lalu pergi bersih bersih.
" papah dipijit ya, kenapa cape habis bertempur." kata liky menggoda
" iya badan papah terasa remuk, apalagi kerjaan kalian semalam." kata vian
" berarti nanti kita bisa bertempur lagi dong." kata lily sambil mengedipkan matanya
" ayo sekarang aja, kita sambil mandi." kata vian sambil menarik lily untuk masuk ke kamar mandi
" enggak ah... Jangan sekarang ada anak kecil tuh lihat kita nanti mereka mau lagi." kata lily
" biarin aja kalau mereka mau juga pasti ikutan." jawab vian
" papah mamah udah mandi tadi... Dingin tau." kata lily
" papah angetin, ayo ah." kata vian sambil memeluk lily, akhirnya lily pun pasrah dibawa ke kamar mandi, vian dan lily pun berendam air hangat di bathub sambil saling menyabuni dan akhirnya melakukan pertempuran, setelah selesai mereka pun bersih bersih dan berganti pakaian. Astrid dan dilla enggak bisa ikutan karena sedang menyusui de avin dan de alea, sedangkan shinta merasa cape. Mereka pun melaksanakan sholat magrib berjamaah, setelah itu pergi makan malam bersama.
" disini saya merasa lapar terus ya, bisa bisa nambah nih berat badan." kata pak menteri
" aku juga berasa berat badan naik nih." kata nazwa dan yang lainnya
" habis makanannya enak enak dan didukung cuaca yang dingin jadi makan terus." kata pak gubernur
" enggak apa apa, mumpung kita lagi sehat." kata vian
" iya sih, mumpung sehat, kalau sakit makan aja enggak bakalan enak, tapi yang udah dipijit kayanya seger bener nih." kata pak menteri
" alhamdulillah pak, saya merasa remuk aja badan." kata vian
" oh iya pak vian, nanti kata pak dedi mau ada warga yang ingin mengobrol, enggak apa apa kan disini." kata pak gubernur
" enggak masalah pak silahkan saja." kata vian
" sama pak vian juga ngobrolnya." kata pak gubernur
" nanti aja agak malam ya bakar bakarnya, ini masih kenyang perutnya." kata ika
" terserah lah kalian, mau shubuh juga enggak apa apa." kata vian
" jam segitu pastinya dingin banget om, lebih baik selimutan, bobo cantiik." kata anisa
" om minggu depan aku sama teman izin pulang, mau sidang skripsi, sama minda doanya aja dari semuanya." kata febby
" iya boleh, om juga mau ke surabaya kok minggu depan, bapak sama ibu kangen sama rumah katanya." kata vian
" ibu kan mau pamer cucu nak, kebetulan ada acara keluarga." kata ibu asti
" wah de avin mau dipamerkan sama neneknya." kata ibu sisil
" iya dong cucu pertama,." kata ibu asti
__ADS_1
" sama ibu juga, saudara dan tetangga katanya kangen, ibu juga mau pamer cucu pertama sekalian." kata ibu sri
" jangan jangan rame rame lagi nih ke surabayanya." kata pak gubernur
" itu pasti pak." kata lily
" oh iya om, kalau aku lulus kuliah masih bolehkan aku tinggal di rumah om." kata febby
" iya boleh, selagi kamu nyaman, enggak masalah dan tentunya orang tua kamu mengijinkan." kata vian
" aku juga boleh ya om." kata nirmala
" boleh dong silahkan aja, tapi apa bapak mengijinkan." kata vian
" kalau enggak diijinkan aku kabur aja." kata nirmala
" iya biar nenek temani kamu tinggal di rumah bak viannya ya." kata ibunya pak gubernur
" kamu gimana kuliahnya." kata vian
" aku bulan depan sidangnya om." kata nirmala
" lisa kapan." kata vian
" sama bulan depan juga om." kata lisa
" syukur kalau kalian enggak lupa akan kewajibannya, kalau silvi dan silvia." kata vian
" aku tinggal wisuda aja om," kata silvi
" nanti om juga akan minta kalian ngisi di sekolah livi ya, memberikan motivasi kepada para siswi dan mungkin bisa juga sharing di kampus livi, pokoknya semuanya harus belajar ngomong di forum," kata vian
" siap om laksanakan." jawab mereka
" masa kalah sama si aa devan, dia berani bicara di depan banyak orang tadi." kata pak menteri
" aa tadi bicara dipanggung, hebaat keponakan bi ika." kata ika
" iya dong aa berani... Hebaaat." kata devan
" beneran si aa tadi ngomong di panggung ly." kata bu retno
" iya bu... Tadi dia ngomong di panggung... Ini lily video." kata lily sambil meperlihatkan video yang direkamnya tadi
" beneran aa hebat... Berani banget cucu nenek." kata bu retno
" siapa dulu kakeknya." kata pak bowo
" kok bisa dia naik ke panggung." kata bu retno penasaran
" tadi lily becandain dia, aa berani enggak ngomong di panggung sana, dia jawab berani lalu maju sama pak gubernur." kata lily
__ADS_1
" tadi aja bi ika gemetaran a." kata ika
" makanya kalian harus dilatih dan dibiasakan." kata vian
" penerus pak vian nih." kata pak menteri
" jangan sampai kaya bapaknya aja, punya banyak isteri." kata lily
" memangnya aa udah jago ya berenang sama naik kudanya." kata pak gubernur
" udah dong om." jawab devan
" iya pak akbar juga di kursusin berenang ya kaya aa devan." kata bu siska
" ibu atur aja cari pelatih dan jadwalnya." kata pak bupati
" kalau aa latihannya dimana bu." kata bu siska
" di rumah bu 3 kali seminggu, lalu dia kursus bahasa inggris siangnya. Sore dia belajar iqro." kata lily
" kalau nulis sama membacanya gimana bu " kata ibu siska
" alhamdulillah udah lancar, walaupun masih cadel." kata lily
" kalau berkudanya latihan dimana." kata ibu siska
" kalau kita ke livi residence dan ke pabrik LA aja kalau berkuda. Tapi kata yang jaga si aa memang cepat banget nguasai teknik berkudanya." kata lily
" nanti akbar kalau mau berkuda pinjam kuda aa aja ya boleh." kata ibu siska
" boleh tante, tapi akbar jangan takut, kalau akbar takut nanti mocha sama mochinya galak." kata devan
"memang gitu katanya bu, kuda pun merasakan apa yang difikirkan penunggangnya." kata lily. Selesai makan vian pamitan ke gazebo depan sambil membawa teh tawar panas. Vian menyalakan rokoknya. Tak lama pak gubernur, pak menteri dan paka bupati sama pak adi, pak bowo serta pak wanto datang kesana. tak berselang lama pak camat, bapak kepala dinas dan pak kades juga datang kesana, Setelah isya topan datang kesana bersama warga, karena gazebo enggak cukup sebagian warga duduk di tikar di halaman gazebo.
" enak sekali villa pak, bisa dijadikan tempat kumpul kumpul." kata pak kepala dinas
" alhamdulillah pak, karena saya kan keluarga besar jadi harus menampung banyak orang, dan tempat ini menjadi tempat berkumpul para pejabat pemerintah, para menteri." jawab vian
" pak kepala belum pulang nih, enggak dicari sama isterinya." kata pak menteri
" enggak pak, lagian tadi kita adakan rapat di sekolah terua pak camat bilang nanti malam kita ke rumah pak vian silaturahmi jadi saya enggak pulang. Memangnya mau datang siapa lagi pak." kata kepala dinas
" tunggu saja. Oh iya yang sekolah di SMK yang baru dari kampung sini berapa orang pak." kata pak menteri
" ada 7 anak pak." kata topan
" itu memang segitu anak yang mau masuk SMK sederajat atau ada yang sekolah ke tempat lain, atau jangan jangan ada yang enggak melanjutkan sekolah." kata pak menteri
" memang segitu pak, yang lain masih sekolah dasar." kata topan
" jangan sampai ada nak yang sampai putus sekolah ya, kalau.memang terkendala biaya kan ada jalur tidak mampu, pak RT, Pak Lurah harus bisa melayaninya untuk mengurus surat keterangan itu." kata pak menteri
__ADS_1
" iya pak." kata topan dan pak kades
" jangan bikin saya malu, apalagi kedengar bahwa di kecamatan ini ada anak yang sampai putus sekolah gara gara biaya." kata pak menteri