Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Rencana Gedung Livi Group


__ADS_3

Vian melihat bahwa kamar tamu sudah mulai pengerjaan interior, mess untuk perempuan lantai 1 pun sama sudah dilakukan pengerjaan interior. Lantainya sudah pakai parket jadi tidak pakai keramik, sedangkan untuk kamar tamu pakai karpet. Tak lama lily datang menemui vian karena dia juga ingin melihat pembangunan tersebut.


" pah cepet ya pembangunannya." kata lily


" iya sayank, mudah mudahan sebelum pergi umroh ini sudah bisa dipakai." kata vian


" aamiin, besok ke acara reuni papah jam berapa." kata lily


" papah mau ketemu orang dari travel dulu baru berangkat ke acara reuni, acara reuni jam 10an." kata vian


" ketemu dengan orang travel jam berapa?" tanya lily


" jam 9an." kata vian


" enggak mepet waktunya kan lumayan jauh bisa 30 sampai 40 menit apalagi kalau macet." kata lily


" papah udah minta putra untuk koordinasi sama patwal. Lagian enggak tepat waktu juga enggak apa apa cuma acara ketemuan aja." kata vian


" papah mau pakai baju apa." kata lily


" santai aja, tapi sopan." kata vian


" handphone baru papah di kamar ya," kata lily


" handphone baru mamah mana." kata vian


" ada di kamar. Besok aa sama de qinar mau dibawa atau gimana." kata lily


" kayanya enggak usah deh ya, soalnya mobilnya enggak cukup," kata vian


" iya sih, kasian juga, terus besok mau bawa apa pah." kata lily


" bawa paket produk LCI aja, sekalian promosi." kata vian


" papah tuh ya bisa aja cari startnya, mau berapa paket biar pagi disiapkan." kata lily


" 20 paket kayanya cukup, sekalian kasih buat guru sama isterinya endris, sisanya biar jadi doorprize." kata vian


" kalau enggak besok sekalian aja pah ke tempat wisata, disanakan ada tempat wisata biar ajak jalan jalan keluarga gimana." kata lily


" boleh juga, berarti pakai minibus dong." kata vian


" iya, pasti ika dan bella sama teman temannya mau pada ikut, rumah bapak sama ibu disana bisa jadi tempat istirahat dulu nunggu kita di acara reuni papah." kata lily


" boleh juga tuh." kata vian


tak lama pak bambang sama ibu sisil datang kesana.

__ADS_1


" enggak sangka saya, pak vian jago masak, saya sampai nambah, terimakasih ya." kata pak bambang


" siap pak, sama sama." kata vian


" wah berduaan aja nih, ngobrolin apa sih." kata ibu sisil


" besok reuni SMAnya vian bu, disanakan ada tempat wisata salju gitu, sekalian aja kita jalan jalan ajak keluarga." kata lily


" kalau gitu saya boleh ikut kan." kata ibu sisil


" kalau ibu ikut bapak sama siapa di rumah." kata pak bambang


" kalau mau ikut aja. Sekalian kita liburan pak." kata ibu sisil


" iya pak, ikut aja biar rame. kita naik minibus kok." kata lily


" iya kalau boleh boleh juga tuh." kata pak bambang


" iya udah mamah bicara sama yang lain. Terus pesan tiket masuk wahananya." kata vian. Lily pun pergi masuk


" kalau begitu kami permisi pulang pak, udah kenyang tinggal istirahat." kata pak bambang


" iya pak, silahkan." kata vian. Vian pun mengantar pak bambang pulang, lalu vian memanggil haris.


" pak haris, apa besok sudah koordinasi sama polsek untuk patwal." kata vian


" besok kamu sama putra ikut ya, soalnya sekalian jalan jalan ke tempat wisata." kata vian


" baik pak," kata haris. Vian pun menyalakan rokoknya lagi lalu menelepon pak dede.


" pak de maaf ganggu istirahatnya, besok pake minibus ya, soalnya sekalian mau liburan keluarga ke tempat wisata disana." kata vian


" siap pak, berarti saya besok pagi sekalian bawa minibus." kata pak dede. Setelah telepon pak dede vian pun duduk di teras depan, setelah habis rokoknya dia pun masuk ke rumah.


" aa besok mau ke acara reuni SMA, kata lily mau istirahat di rumah dulu." kata ibu ningsih


" iya bu, katanya sekalian ajak keluarga jalan jalan karena udah lama, aa ke acara reuni, yang lain istirahat dulu di rumah." kata vian


" bapak sama ema mau ikut, katanya mau nostalgia." kata ibu ningsih


" iya udah enggak apa apa." kata vian


" a, ika, bella dan teman teman ikut ya, mau liburan." kata ika


" iya, boleh. Tapi enggak apa apa ya di minibusnya desak desakan." kata vian


" enggak masalah mas, kata kak ika dekat kok." kata bella

__ADS_1


" iya udah kalian istirahat sana." kata vian. Vian pun pamit ke ibunya untuk istirahat ke kamar.


" pah semuanya mau pada ikut gimana." kata lily


" iya udah enggak apa apa, kalau memang penuh banget besok kita naik mobil kita aja, yang lain biar naik minibus." kata vian


" oke kalau begitu, ini pah handphone udah sekalian sama kartunya nomor kita beda belakangnya aja papah 110, aku 111, astrid 112, dilla 113, ibu sisil 222, bagus kan." kata lily


" iya bagus. Terimakasih ya sayank." kata vian


" pah pasport di brangkas ya, yang dikirim nadhine sama pak gubernur L juga disana." kata astrid, vian juga mengambil pasport di tasnya lalu memasukan ke brangkas


" itu pasport siapa pah. Yang nenek, bi rina sama suaminya, disana juga." kata lily


" opik, pak gubernur D, sama pak bupati." kata vian


" terus uang untuk umroh udah dibayar," kata lily


" udah papah kasih DP, besok papah transfer lagi." kata vian. Vian mengambil handphone lalu menelepon shinta


" malam shin, maaf ganggu istirahatnya, mau tanya pasport diatributor LNI dan tim LNI disiapa ya." kata vian


" malam pak, enggak apa apa saya juga belum istirahat masih ngobrol sama ibu. Kemarin saya dapat pesan dari ibu cindy sudah di kumpulkan dan di simpan di laci meja saya pak." kata shinta


" besok kamu ambil dan bawa ke rumah saya ya, jam 9an saya tunggu di rumah." kata vian


" baik pak, besok saya ke rumah bapak." kata shinta. Vian pun menutup telepon.


" papah kasian shinta, orang libur suruh kerja." kata lily


" besok kan mau diserahkan ke travel, kemarin kemarin papah lupa." kata vian


" bagus juga ya kinerja shinta, dia pekerja keras untuk jadi tulang punggung keluarga." kata lily


" makanya papah tarik dia dari LNI ke Livi Group, nanti papah akan bangun yang di Kavling no 1 itu jadi Gedung Livi Group, ada buat rapat dan kantor juga, jadi papah enggak harus datangin ke perusahaan satu satu kalau enggak urgent, rapat direksi bisa di pindah kesini." kata vian


" papah curang kantornya dekat rumah." kata lily


" jadi LCI juga kalau mau pakai rapat bisa disitu, kalau yang dari luar kota bisa nginap di mess." kata vian


" hebat lah suami mamah, ternyata sudah memikirkan kesana panatas aja bikin mess banyak gitu." kata lily


" papah juga waktu terbatas mah, kalau harus keluar kota terus kapan bisa kumpul sama anak anak." kata vian


" terus isteri isterinya sudah enggak dibutuhkan lagi nih." kata lily


" iya kalau papah disini otomatis kalian juga disini kan." kata vian

__ADS_1


" udah malam kita istirahat ya." kata vian, lalu dia tiduran di kasur. Lily langsung menyerbu vian, pemanasan pun dimulai, vian walaupun lelah dia tetap melayani para isterinya itu. Setelah bergulat dan mereka telah mencapai puncaknya, vian, lily, astrid dan dilla pun berpelukan lalu mereka tidur.


__ADS_2