
vian dan lily mandi bersama di pagi hari, lalu mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah. vian pergi ke taman olah raga sebentar lalu membuat kopi di gazebo sambil merokok, vian membuka HPnya ada pesan masuk dari murti, shinta, cindy, astrid dan pak dede, vian membalas satu per satu.
" pak maaf mengingatkan saja untuk besok bapak ada agenda rapat di BLS." kata murti
" iya murti terimakasih, maaf saya baru bisa balas, saya hari ini gak bisa kesana tapi di gantikan sama ibu." jawab vian
" maaf ganggu pak, saya sudah reservasi buat tanggal 7 ruang meeting sama 20 kamar." kata shinta
" kamu koordinasikan saja sama bu andriyani dan bu cindy ya." jawab vian
" pak saya sudah koordinasi sama pak anam, besok bapak jadi ke surabaya." kata cindy
" iya saya jadi. dan saya kemarin sudah koordinasi juga sama beliau. terimakasih." jawab vian
" pak ini tiket sudah dipesankan dan printoutnya juga sudah di cetak." kata pak dede
" maaf pak de baru di balas, anter ke rumah ya, sama pak dede antar saya ke bandaranya." jawab vian
" siap pak, pesawat bapak jam 11, sekarang saya meluncur ke rumah." jawab pak dede
" mas lagi apa, aku kangen ih pengen dipeluk mas. o iya ibu sudah di rumah." kata astrid
" syukur kalo begitu. kamu ke bali kapan." kata vian. tak lama astrid membalas vian
" mas kemana aja sih. ko baru dibalas. besok siang aku berangkatnya." kata astrid
" kemarin ngurusin kerjaan sampai malam jadi gak buka buka handphone." jawab vian
" mas lagi apa." kata astrid
" habis olah raga, ini lagi istirahat. sebentar lagi siap siap mau ke bandara." kata vian
" mau pergi kemana ko gak bilang sih." kata astrid
" mau tajiah istri distributor surabaya meninggal kemarin." kata vian
" jadi mas mau ke surabaya." kata astrid
" iya, pesawat jam 11 dari jakarta." kata vian
" aku jemput ya mas belum ada yang jemputkan." kata astrid
" oke. saya tunggu di bandara ya." jawab vian
" iya mas. hati hati di jalan ya mas." kata astrid.
seperti biasa vian pun menghapus chat dari astrid, tak lama devan datang dan ngajak main.
" aa papah mau pergi dulu ya, papah temenin aa main sebentar gak apa apa." kata vian
" baik pah." jawab devan
setelah bermain sama devan vian pergi ke rumah untuk bersih bersih dan ganti baju.
" papah dari mana sih, katanya mau pergi." kata lily
" papah tadi olahraga dan main sebentar sama aa." jawab vian
" pesawat jam berapa memangnya." kata lily
" jam 11 kata pak dede, jadi gak harus buru buru juga." jawab vian
__ADS_1
" kabari ya kalo sudah sampai. mamah juga jam 9an pergi ke kantor BLSnya." kata lily
" iya sayank, makasih ya," kata vian lalu memeluk dan mencium kening dan ******* bibir lily.
" udah ah pah nanti keterusan, papah telat nanti, semalam kan udah dikasih bekalnya, iya udah kita sarapan dulu." kata lily.
mereka pun pergi sarapan. vian membawa tas gendong aja. setelah sarapan vian pamit kekeluarganya. setelah itu pergi ke bandara di antar pak dede. pak dede menyerahkan print out tiket pergi pulang. kalo hotel nanti vian yang akan cari. jam setengah sepuluh vian baru sampai bandara, lalu vian pamit ke pak dede dan langsung check in pesawat. setelah itu vian menunggu di ruang tunggu.
" mah, papah udah sampai di bandara sekarang lagi nunggu." kata vian
" iya pah, mamah juga sebentar lagi sampai kantor BLS, terus nanti papah udah ada yang jemput atau bagaimana." kata lily
" papah naik taxi aja mah. mamah jangan kecapean ya. jangan lupa makan." kata vian
" iya, papah juga ya. hati hati ya. mamah sayank papah." kata lily
" papah juga sayank mamah, papah siap siap mau masuk pesawat ya." jawab vian
" iya pah, kabari kalau sudah sampai." kata lily
" iya sayank." jawab vian
vian melihat ada pesan masuk dari astrid
" mas udah naik pesawat." kata astrid
" belum. ini lagi jalan ke pesawat." jawab vian
" iya sudah, kabari kalo sudah mendarat ya." kata astrid
" iya." jawab vian
" yank papah udah sampai di surabaya ya." kata vian, baru di balas beberapa menit kemudian
" iya pah, maaf mamah baru selesai makan." jawab lily
" oh ya sudah kalo mamah udah makan, gimana rapatnya." kata vian
" alhamdulillah, tim BLS langsung mencari produsen atau distributornya pah. papah udah makan." kata lily
" ini baru sampai bandara, papah cari taxi dulu ya, nanti baru cari makan." jawab vian
setelah itu vian melihat ada pesan masuk dari astrid
" mas dimana, aku tunggu di pintu kedatangan ya." kata astrid
" iya, saya menuju kesana sekarang." jawab vian, vian pun berjalan ke arah pintu ke datangan. disana terlihat astrid sedang menunggunya.
" mas, selamat datang di surabaya." kata astrid
" terimakasih, maaf nunggu." jawab vian
" gak apa apa mas, o iya mau kemana sekarang." kata astrid
" cari tempat makan aja dulu, saya pengen makan." jawab vian
" mas mau makan apa." kata astrid
" terserah kamu aja, saya gak tau dimana tempat makan enak disini." jawab vian
mereka pun pergi ke tempat parkiran, astrid sendiri yang yang mengemudi, astrid membawa vian ke sebuah restoran, 40 menit perjalanan menuju restoran vian dan astrid sampai di restoran tersebut. vian langsung memesan makanan. vian memberitahukan ke pak anam bahwa dia sudah sampai disurabaya. setelah makan baru datang ke rumah pak anam. sambil makan vian dan astrid ngobrol.
__ADS_1
" mas kok gak bilang dari awal mau ke sini." kata astrid
" saya baru tau istri teman meninghal kemarin pas rapat." jawab vian
" oh gitu, mas nginep dimana. habis ini kemana" kata astrid
" saya belum cari, nanti aja. ke rumah teman dulu, kan tujuannya juga kesana." jawab vian
" aku boleh ikut kan mas." kata astrid
" iya boleh dong." jawab vian
selesai makan vian dan astrid jalan ke rumah pak anam, 30 menit perjalanan mereka sampai di rumah pak anam.
" terimakasih pak sudah berkunjung kesini lagi." kata pak anam
" sama sama pak, saya ikut berbelasungkawa ya pak." kata vian sambil memberikan sedikit oleh oleh
" terimakasih pak, mohon maafkan kalo ada kesalahan ibu pak." kata pak anam, belaiu berusaha menahan kesedihannya
" pas anak anak bilang saya kaget banget, ibu sakit apa pak, kok gak ada kabar sebelumnya." kata vian
" saya juga baru tau pak, ibu gak mau merepotkan, dia rasakan sendiri gak bilang sama saya juga." jawab pak anam
" ibu sekarang sudah tidak merasakan sakit lagi. salam juga dari istri tadinya mau ikut, tapi masih ada bayi jadi gak ikut." kata vian
" gak apa apa pak, terimakasih atas perhatiannya." jawab pak anam
" o iya tanggal 7 besok bapak bisa hadir kan." kata vian
" insyaAllah pak, sekalian pengen mengajak anak anak jalan jalan." jawab pak anam
" iya sudah nanti jangan beli tiket pulang dulu dan pesan hotel. bapak dan anak anak bisa tidur di tempat saya, nanti bisa naik kuda sama anak saya." kata vian sambil ngomong ke anaknya pak anam " mau kan naik kuda."
" iya om, terimakasih." kata anaknya pak anam
" jadi sekarang siapa yang jalanin usaha sementara." kata vian
" saya dibantu adik pak." jawab pak anam
" terus bagaimana perkembangan usahanya, apa yang bisa kami bantu." kata vian
" o iya waktu itu ibu cindy bilang bahwa bapak ada tempat usaha disini." kata pak anam
" ini yang punyanya pak." kata vian menunjuk astrid
" bukan punya saya pak, punya orang tua." kata astrid
" waktu itu saya pernah survey kesana saya tertarik, kalo boleh saya sewa 1 tahun dulu." kata pak anam
" boleh pak, nanti saya kasih nomor adik saya, atau bisa melalui pak vian." kata astrid
" iya boleh pak nanti saya negokan, sama mungkin disana selain prodik LNI bisa juga produk LA frozen food dan minuman." kata vian
" boleh tuh pak, nanti saya lihat produknya." kata pak anam
" nanti kalo bapak berkenan dan ada waktu bisa berkunjung ke peternakan dan pabriknya pak." jawab vian
" boleh pak, nanti aja sekalian ya pas acara distributor gathering." kata pak anam
" iya pak boleh." jawab vian
__ADS_1