Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Penerimaan Calon Guru


__ADS_3

Vian melihat pembangunan sekolah TK sudah siap untuk operasional, mereka lanjut pergi ke pembangunan sekolah lainnya, vian melihat asrama putra dan putri untuk tingkat SMP, SMU, SMK, lalu melihat ke ruang belajar mengajar serta fasilitas lainnya, dengan melihat kurun waktu 2 sampai 3 bulan lagi bisa beroperasi, vian menyarankan kepada tim sekolah untuk mencari guru di setiap tingkatan dan memproses perizinan untuk operasional, setelah itu mencari siswa dan siswi yang mau belajar disana untuk angkatan pertama. Vian juga menyampaikan bawa minggu depan sekolah livi akan diresmikan, vian meminta shinta untuk membuat surat undangan untuk pak bambang, pak gubernur D, Pak Gubernur B, Pak walikota, kepala dinas pendidikan kota B dan menteri pendidikan.


Vian pun menunjukan lokasi untuk prasasti peresmian sekolah tersebut dekat kantor yayasan.


" gedung yayasan sudah jadi pak tinggal pengecatan area luar saja." kata pak daryat


" iya sudah kalau begitu, saya minta pak daryat juga yang membeli meubelnya untuk dikantor ini, sama untuk keperluan di sekolah." kata vian


" baik pak, saya akan hubungi langganan L-Pro." jawab pak daryat


" bapak buatkan saja pengajuannya untuk keperluan semuanya, nanti di bantu tim ya. nanti saya kirimkan uangnya ke rekening biasa ya." kata vian


" baik pak." kata bayu dan yang lainnya


" baik pak, kita mengobrolnya di kantor L-Pro saja supaya enak pak, kalau memang mau di pakai untuk sementara yayasan juga enggak masalah." kata pak daryat


" boleh, karena hari ini juga kita akan mengadakan wawancara untuk guru." kata vian, mereka pun kembali ke kantor L-Pro yang berada di dekat mesjid livi residence


" sebelumnya saya minta maaf karena saya tidak fokus di sekolah, saya mengucapkan terimakasih kepada ani, anne, selli, bayu, dan beni yang sudah bekerja keras. Kita sudah melihat kondisi sekolah dan alhamdulillah semuanya sudah bisa dipakai untuk memulai menerima siswa angkatan pertama tahun ajaran ini walaupun belum 100%, tapi secara keseluruhan bangunan sudah bisa dipakai." kata vian


" sama sama pak vian, toh kita juga memang digaji untuk hal ini." kata bayu


" untuk masalah gaji guru, dosen dan staf lainnya sudah kami buatkan perbandingannya pak dari sekolah negeri dan swasta." kata Ani lalu menyalakan laptopnya


" rata rata untuk staf tergantung sekolahnya dan tidak jauh dari UMR daerah tersebut, untuk guru juga sama pak, bedanya kalau guru ada tunjungan lainnya." lanjut ani

__ADS_1


" sebelumnya saya mau bertanya nih ke ani, anne, selli, bayu, dan beni, mau menjadi staf di sekolahan atau di yayasan supaya enak dan jelas kedepannya memang sekarangkan secara keseluruhan kerjanya." kata vian


" kami sudah diskusi bahwa kami kalau memang masih kepakai tenaga kita, kami di yayasan saja, tapi kalau kekurangan tenaga pengajar kami juga siap membantunya." kata bayu


" baik kalau begitu. Sekarang kita bahas menurut teman teman nih baiknya seperti apa dalam pengelolaan ini, kemarin saya sudah bicara sama bapak supaya yayasan tetap yang mengatur semuanya, jadi setiap lembaga sekolah melaporkan segala sesuatunya ke yayasan baik dalam hal penerimaan guru, murid, untuk masalah keuangan pun yayasan yang bertanggung jawab." kata vian


" saya setuju pak seperti itu, gaji guru dan stafnya yayasan yang mengaturnya, sekolah hanya akan diberikan dana kas kecil saja untuk melakukan operasional misalnya 10 juta per bulan, setiap awal bulan mereka melaporkannya dan mengajukan permintaan sesuai dengan kebutuhannya." kata bayu


" oke saya setuju, gimana kalau ani, anne, selli sebagai keuangan yayasan dan bayu sama beni di HRDnya yang menerima guru, dosen dan staf lainnya, sama membahas kurikulum, saya juga sudah meminta pak gubernur B untuk membantu merencanakan kurikulum, Nanti pelaksanaannya kita semua." kata vian


" setuju pak, bagus kalau begitu." kata mereka


" oh iya calon guru dan staf disuruh datang kemana ya dan jam berapa." kata vian


jam 10an para calon guru dan staf yang melamar berdatangan bayu dan beni pun menyambut mereka dan menyuruh mereka masuk ke kantor L-Pro dan menyuruh mereka mengisi biodata. vian dan tim sekolah pun mengecek biodata para pelamar


" mohon maaf ya tempatnya masih menumpang, mudah mudahan secepatnya sudah di kantor sendiri." kata vian


" enggak masalah pak." jawab mereka, vian dan tim pun mewawancarai mereka ada yang sudah pernah mengajar ada juga yang baru pertama kali, begitu pula yang melamar menjadi staf.


Vian pun menanyakan keinginan dan harapan mereka, apa yang akan mereka lakukan supaya keinginan mereka itu bisa terpenuhi, apa metode pembelajaran yang akan mereka lakukan kepada para siswa.


" terimakasih atas kehadiran bapak ibu sekalian, besok akan diberitahukan apakah bapak ibu diterima disini atau tidak." kata bayu,


" kalau bapak ibu belum keterima bukan berarti tidak layak atau tidak kompeten dibidangnya, akan tetapi karena ini sekolah baru jadi kami memerlukan tenaga pengajar yang mau bekerja keras. Seperti pak bayu bilang besok akan kami beritahukan. Terimakasih atas kehadiran bapak ibu dalam penerimaan calon guru di yayasan kami ini." kata vian, para pelamar pun pulang, vian dan tim sekolah pun diskusi. Hasil diskusi pun memutuskan dari 27 orang yang hadir yang melamar menjadi guru vian dan tim menerima sebanyak 24 orang sedangkan untuk staf dari 17 orang yang hadir 11 orang yang diterima jadi total yang di terima 35 orang. Bayu dan yang lainnya pun membuat skema sesuai apa yang diinginkan para calon guru untuk mengajar, 4 orang di TK, 8 orang di SD, 7 orang di SMP, 8 orang di SMA, dan 8 orang di SMK.

__ADS_1


" besok juga masih ada pak untuk wawancara, bagaimana." kata bayu


" iya udah kalian atur saja, saya besok enggak bisa hadir karena mau ke pabrik di karawang dan bertemu sama pak gubernur D, jadi kalau ada yang masuk kualifikasinya masukan saja ke skema tadi dan nanti kalian cari 1 orang masing masing dari skema tadi untuk menjadi kepala sekolah, suruh mereka membuat presentasi bagaimana cara mereka akan mengajar dan bagaimana cara mereka akan mendapatkan murid dan mengembangkan sekolah ini." kata vian


" apa enggak dilihat dari pengalamannya saja pak." kata bayu


" boleh tapi dari presentasi ini pun akan terlihat bagimana cara berfikir mereka." kata vian


" baik kalau begitu, hari kamis akan saya suruh mereka datang kembali pak untuk presentasi." kata bayu


" iya, nanti langsung saja suruh ke gedung yayasan karena sudah bisa di pakai." kata vian


" baik pak." kata mereka


" teman teman juga bisa menginventarisir apa saja yang dibutuhkan kedepannya, seperti komputer, printer, ATK dan lainnya. Ajukan saja ke saya nanti saya transfer uangnya." kata vian


" kedepannya harus memiliki rekening bank yayasan, setelah para guru itu diterima mereka akan bekerja walau belum ada murid mereka harus membantu mencari murid terlebih dahulu, jadi ruang guru dan kepala sekolah pun harus sudah ada peralatan dan perlengkapannya." lanjut vian


" siap pak, kalau begitu kita sekarang langsung inventarisir kebutuhannya." kata bayu


" kalau meubelnya pak daryat kan ya pak." kata beni


" iya betul, kamu kasih tau dia aja, perlu meja berapa, kursi berapa baik untuk di sekolah ataupun di yayasan." kata vian


Karena sudah siang mereka pun pergi ke restoran, vian memanggil devan untuk makan terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2